Setelah mengikuti pelatihan tempur dan komando baris berbaris untuk KOPDES selama 45 hari dgn biaya 30jt/org dr APBN,
Alhamdulillah Juleha makin lancar Jogetnya..
@txtharihariWNI gw dulu pas masih kecil setiap demam pasti ditempelin daun jarak sama ibu gw kakk. tapi beneran worksss soalnya besok paginya pasti demamnya turunn
Teman-teman dokter, teman-teman nakes.
Jas putih yang kita kenakan, seragam rumah sakit yang melekat di tubuh kita, sejatinya adalah pakaian penetral emosi.
Saat seragam itu dipakai, kita sedang mengingatkan diri sendiri bahwa segala lelah, kecewa, marah, dan segala tekanan yang kita rasakan, ada tanggung jawab besar untuk tetap bersikap profesional.
Karena selelah-lelahnya menjadi tenaga kesehatan, percayalah, masih lebih melelahkan menjadi pasien.
Sakit itu Tidak Enak.
Badan terasa asing. Pikiran penuh ketakutan. Waktu berjalan lebih lambat. Bahkan bagi kita yang setiap hari bekerja di rumah sakit, sejujurnya menjadi pasien adalah salah satu hal yang paling kita takuti.
Kita memahami keterbatasan fasilitas. Kita tahu rumitnya sistem rumah sakit dan BPJS. Kita mengerti perpindahan kamar membutuhkan proses. Kita tahu padatnya IGD, rumitnya rawat inap, dan betapa banyak hal harus dikerjakan dalam waktu bersamaan.
Kita tahu semua itu.
Tapi pasien kan enggak.
Pasien hanya melihat keluarganya kesakitan. hanya ingin mengetahui apa yang sedang terjadi, berapa lama harus menunggu, dan apakah ada seseorang yang sungguh peduli kepada mereka.
Sering kali, cukup kata-kata kita,
“Mohon maaf ya, Pak, Bu. Saat ini prosesnya masih berjalan. Kami masih menunggu kamar tersedia. Perkiraannya sekitar satu jam (atau berapapun jam) lagi. Kami akan terus memberi kabar.”
Bagi orang yang sedang takut kejelasan adalah bentuk kasih sayang.
Nada suara yang lembut adalah obat pertama. Penjelasan yang apa adanya itu membuat menunggu terasa lebih manusiawi.
Hubungan kita dengan pasien tidak dibangun seperti hubungan atasan dan bawahan. Kita adalah partner. Kita berdiri di sisi yang sama, bahu-membahu melawan penyakit.
Kita mengerjakan bagian kita dengan ilmu, keterampilan, dan hati. Pasien menjalankan bagiannya dengan kepercayaan, keberanian, dan kesabaran.
Keduanya sama-sama berjuang.
Dan ketika perjuangan itu berhasil, ketika seorang pasien sembuh dan akhirnya pulang, kembali memeluk keluarganya, kembali bekerja, kembali menjalani hidupnya, itu perasaan BAHAGIA yang tiada dua.
Itulah salah satu alasan kita memilih jalan ini.
Lalu ketika ada pasien menyampaikan keluhan di media sosial, bahkan ketika nama rumah sakit atau BPJS ikut disebut, mengapa kita harus begitu mudah tersulut?
Mengapa kelelahan kerja harus dituangkan menjadi kata-kata yang kejam dan jahat?
Lelah dapat dipahami. Marah dapat terjadi. Frustrasi adalah bagian dari hidup.
Namun Merendahkan pasien, Mempermalukan orang yang sedang sakit, atau melontarkan kalimat yang melukai martabat manusia, tidak memiliki pembenaran dari sisi mana pun.
Pasien kan salah satu jalan datangnya rezeki kita.
Allah selalu mengirimkan rezeki melalui tangan manusia. Dan rezeki kita, para tenaga kesehatan, datang melalui manusia yang sedang sakit, takut, rapuh,dan membutuhkan pertolongan.
Maka sesungguhnya pasien adalah ladang karunia kita.
Melalui mereka, ilmu kita memiliki arti. Melalui mereka, tangan kita dapat menolong. Melalui mereka, kesabaran kita dilatih. Melalui mereka pula, terbuka begitu banyak kesempatan untuk mendapatkan pahala.
Jadi ayo kita sayangi pasien-pasien kita.
Bagi kita, mungkin mereka adalah pasien ke empat puluh hari itu.
Namun bagi mereka, hari itu mungkin adalah salah satu hari paling menakutkan dalam hidupnya.
Pertolongan kita harus selalu dimulai dari rasa kemanusiaan.
@anedhlbn@nyaihonje@KapudS640 - pas nonton itu ikut amaze juga 😭 tapi sayangnya gak semua nakes punya mindset kaya dr. Gia, malah masih banyak yang sombong karena merasa "lebih tau"
@anedhlbn@nyaihonje@KapudS640 - ada yang rusak, kita butuh 1 dokter spesialis buat nanganin itu. sedangkan ada banyak banget part2 yang ada di tubuh kita, kebayang butuh berapa banyak dokter spesialis kalo misal itu rusak semua. Dan Tuhan dengan mudahnya bisa nyiptain itu semua" -
Karena sudah terlanjur rapuh, akhirnya definisi "fanatik agama" kini juga diarahkan kepada kritik pada pertanyaan sederhana terkait makna dari istilah yang dilemparkannya diri sendiri.
pantess dia kekeuh banget sama pandangannya. yeahh salah satu ciri2 orang fanatik adalah mindset yang konservatif & merasa eksklusif. padahal muslim sendiri ngajarin untuk melihat dari berbagai perspektif
@kr36xe54@18fesss yang punya pola pikir kayak gini biasanya cenderung merasa dirinya paling benar karena udah banyak tau soal agama nya, dan intoleran terhadap perbedaan. kalo emang yang beneran PAHAM pasti lebih bijak dalam menanggapi/menghadapi suatu hal.
@kr36xe54@18fesss Hadeuhh, lu tau definisi fanatik gak sih? BERLEBIHAN yang dimaksud disini itu KALO KONTEKSNYA UDAH GAK RASIONAL. Cinta agama, ngejar agama, boleh bangettt boleh, gak ada yang ngelarang malah bagus. tapi itu bakal BERLEBIHAN kalo lu udah mulai MENGANGGU ATAU MERUGIKAN orang lain
@kr36xe54@18fesss sesuatu yang berlebihan, gak selama nya berakhir positif. makanya disitu gw bilang "PAHAM" dan FANATIK beda. ada perbedaan di cara mereka dalam memahami dan menerapkan ajaran agama. fanatik cenderung konteksnya negatif karena sering kali melenceng dari ajaran agama yg seharusnya
Jika benar ada pembedaan seperti "fanatik agama" dan "paham agama", bukankah yang paling layak untuk mendefinisikan dan mewanti²kan hal tersebut adalah yang paling mengetahui dan mendalami soal agama, yaitu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian para sahabat?
wkkwkw padahal gw bilang SALAH SATU CONTOH KECIL. gak mungkin dong gw sebutin semuanya? lagian yang terkesan berputar2 lu jir. masa gak bisa mendefinisikan FANATIK itu apa? anjir google nya kagak di pake atau gimana?
Bahkan, contoh nyata yang disebutkan pada akhirnya hanya jatuh pada satu hal konkrit yang ada di lapangan, yang intinya: "orang² yang suka mendemo pembangunan gereja". Selain itu, hanya berputar² di definisi umum atau penyematan label negatif yang tidak jelas arahnya.
((padahal dia sendiri tidak tahu apa yang dimaksud fanatik agama)) yahh dari bahasannya yang TERKESAN MEMAKSAKAN PANDANGAN ORANG LAIN BIAR SESUAI DENGAN PANDANGANNYA & MERASA DIRINYA PALING BENAR udah bisa dipastikan kalo ni orang termasuk golongan fanatik agama wkwkwkw
Diskusi ini jadi contoh nyata kalau banyak yang melemparkan frasa "fanatik agama", lalu memposisikan dirinya sebagai orang yang condong kepada mereka yang "paham agama tapi tidak fanatik agama"; padahal dia sendiri tidak tahu apa yang dia maksud dengan fanatik agama.