Bongkahan gletser raksasa runtuh di sisi Tibet pada Rabu (26/8/2026) dan memicu banjir bandang yang menghantam permukiman di Distrik Rasuwa, Nepal. Bongkahan es berukuran sekitar 610 meter itu terlepas dari gletser di ketinggian 17.000 kaki (5.180 meter), lalu jatuh hampir 4.000 kaki (1.200 meter) menuju lembah. Es sempat membendung sungai sebelum bendungan alami itu jebol dan membuat ketinggian air naik hingga 9 meter dalam hitungan menit.
Peristiwa ini diduga dampak pemanasan global terhadap gletser Himalaya. Suhu yang terus meningkat membuat gletser menyusut dan menjadi semakin rapuh, sehingga risiko runtuhnya bongkahan es dan longsoran gletser ikut meningkat.
Analisis citra satelit oleh ahli geologi dan glasiologi menunjukkan bongkahan tersebut berasal dari gletser di wilayah Tibet. Getaran yang sempat diduga sebagai gempa juga dipastikan USGS berasal dari longsoran gletser. Lebih dari 390 orang tewas dan 1.400 lainnya dilaporkan hilang di Nepal dan Tibet.
Kejadian ini bukan fenomena tunggal. Selama 40 tahun terakhir, Himalaya telah kehilangan hingga seperempat es gletsernya. Laju kehilangan es bahkan meningkat, dengan pencairan 65 persen lebih cepat sejak 2010 dibandingkan dekade sebelumnya. Para ilmuwan memperingatkan, semakin panas bumi, semakin rapuh gletser dan semakin besar risiko bencana yang ditimbulkannya.
📸: Dok. Ilustrasi AI, Reuters, AFP.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: focus | bencananepal | news | svl | R099 | R120 | E169
#bicarafaktalewatberita #kumparan
Penjaga gawang asal Palestina, Saleem al-Ashqar (32), ditembak mati oleh pasukan Israel di Khan Younis, Jalur Gaza bagian selatan, pada Senin (29/6/2026).
Padahal, kiper klub Khadamat Khan Younis itu baru saja menikah lima bulan lalu. Ia meninggalkan seorang istri yang tengah mengandung anak pertama mereka.
Sumber: https://t.co/DNuJKOTm3z
Noruega le da una paliza histórica a Israel y dona TODAS las ganancias del partido a Palestina.
Noruega aplastó 5-0 a Israel y celebró con una alegría que se sintió en todo el mundo.
Pero lo más poderoso no fue solo el resultado: el equipo y la federación noruega decidieron donar el 100% de los ingresos del partido a Palestina.Esto no es solo fútbol.
Es una declaración política clara y valiente en medio del Mundial 2026. Mientras Israel sigue con su campaña de destrucción en Gaza y Líbano, y amenaza a Irán, Noruega elige ponerse del lado correcto de la historia.Un país que entiende el valor de la solidaridad y la justicia.
Un equipo que transforma una victoria deportiva en ayuda concreta para un pueblo que sufre ocupación y masacres.
Este gesto contrasta fuertemente con la hipocresía de la FIFA y de varios gobiernos occidentales que protegen a Israel pese a todo.
Gracias, Noruega.
El mundo necesita más acciones concretas como esta.
¿Qué opinas tú?
¿Crees que más selecciones deberían seguir el ejemplo de Noruega?
Comenta, comparte y celebra esta victoria con significado.
Gue baru nemu kisah paling gila soal 'perjanjian' manusia sama Tuhan. Dr. Laurence Brown, seorang dokter spesialis mata di Amerika yang dulunya atheist garis keras, terpaksa berlutut di ruang doa karena nyawa anaknya di ujung tanduk.
Tahun 1990, putrinya yang bernama Hannah lahir dengan kelainan jantung bawaan yang parah banget. Tubuhnya membiru, oksigen drop, dan tim medis udah angkat tangan, divonis nggak ada harapan hidup sama sekali.
Pas udah hancur lebur, Dr. Laurence lari ke Prayer Room rumah sakit. Di sana, dokter yang seumur hidup cuma percaya data lab ini tiba-tiba berlutut dan bikin janji
"Kalau anak gue selamat, gue bakal cari agama yang paling bener dan mengabdi ke Tuhan."
Cuma butuh waktu 15 menit, pas dia balik ke ruangan, anaknya tiba-tiba membaik secara medis tanpa operasi. Dokter lain sampe bingung itu gimana ceritanya karena secara logika medis harusnya mustahil.
Tapi yang bikin gue respek, dia nggak lupa sama janjinya. Dia nggak langsung mualaf karena emosi sesaat. Dia riset bertahun-tahun, bedah semua agama pake logika dokternya, sampe akhirnya dia nemu jawaban paling logis di Al-Qur'an.
Ternyata pilihannya ini mahal banget harganya. Pas dia mutusin mualaf, dunianya langsung jungkir balik. Dia bahkan harus rela "dicampakkan" sama istrinya yang dulu karena beda prinsip. Bayangin, harus kehilangan keluarga demi sebuah keyakinan.
Fast forward ke sekarang, Dr. Laurence masih aktif sebagai dokter dan pembicara. Dia udah nemu kebahagiaan lagi dengan keluarga barunya. Bukti kalau ngelepas sesuatu demi prinsip itu bakal diganti sama yang lebih baik.
Pelajaran penting, Kadang titik balik hidup itu emang harus lewat kejadian yang di luar nalar. Dr. Laurence buktiin kalau iman dan logika itu bisa jalan barengan. What a journey!
Fans Real Sociedad memberikan dukungan pada Palestina 🇵🇸 dengan gimmick badan yang berlumuran darah akibat kekejaman Zionis Israel! Israel Iblis!
Sepakbola selalu punya cara untuk menyampaikan pesan kepada Dunia!!
Thanks Real Socied! #FreePalestine ✊🇵🇸
Ini lagu yg menghilang dari YouTube, dinyanyikan oleh Michael Heart, lagu perjuangan rakyat Palestina yang sempat hits beberapa tahun yang lalu namun saat ini keberadaannya di YouTube sudah lenyap..
Bagi teman-teman yang belum pernah mendengar lagu ini.. Selamat menikmati lagunya dan meresapi maknanya
👇👇
A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether theyÂ're dead or alive
They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on whoÂ's wrong or right
But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In the night, without a fight
We will not go down
In Gaza tonight. .
Rini Hanifah, seorang ibu yang anaknya meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan datang ke Pasar Bululawang, Malang untuk menyampaikan aspirasinya ke Presiden Jokowi dengan membawa sebuah tulisan agar Tragedi Kanjuruhan diusut tuntas.
Kota Malang tidak dibangun dalam sehari? Ya memang benar. Sebelum Kota Malang lahir 1914, Belanda siapkan dulu transportasi umum sebagai pondasinya. Sedangkan jalur tremnya dibuka secara berangsur sejak 1897 (lihat Oegema : De Stoomtractie Op Java En Sumatra) cc @PemkotMalang