Hundreds of #Indonesian students demonstrated in #Jakarta on Friday to protest #spending priorities of President Prabowo's govt, including this week's decision to raise gasoline prices. The protest is dubbed "Heading to Bankrupt Indonesia"
https://t.co/W3qwxOHOUp
Izin melengkapi melalui rangkuman Aksi Mahasiswa Bundaran HI hari ini (12 Juni 2026) dalam bentuk utas 🧵
Aksi damai yang direncanakan di Bundaran HI berubah jadi tarik-ulur berjam-jam dengan aparat di Jl. Sudirman-MH Thamrin.
Polda Metro Jaya melarang aksi di HI dengan alasan “bukan tempat menyampaikan aspirasi” dan mencoba mengalihkan ke DPR/MPR atau Patung Kuda. Mahasiswa menolak.
Berikut rekapan info tentang peserta aksi, tuntutan, lini masa, serta respons aparat dan pemerintah.
A thread 🧵 by Narasi Visual
Fahri Hamzah nulis panjang lebar soal "Prabowonomics sebagai orkestra" yang harmonis dan saling menopang.
Mari kita cek partiturnya satu per satu
Instrumen pertama: MBG.
a. Kepala BGN, dua Wakilnya , 3 pejabat , ditahan Kejagung 3 Juni 2026 atas dugaan korupsi tata kelola program ini.
b. Transparency International Indonesia mencatat potensi kerugian negara Rp 1,8 miliar per SPPG per tahun.
c. JPPI mencatat 16.109 orang di 26 provinsi keracunan MBG.
d. Perpres pelaksananya baru terbit November 2025 , program jalan hampir setahun penuh tanpa payung hukum yang kuat.
Instrumen kedua: Koperasi Desa Merah Putih.
a.. CELIOS survei 108 kepala desa di 34 provinsi:
65% mengindikasikan celah besar di tata kelola.
b.. Dana Desa 2026 dipotong 58,03% , Rp 34,57 triliun dari total Rp 60,57 triliun , wajib masuk Kopdes, menyisakan Rp 25 triliun untuk BLT, infrastruktur, dan kebutuhan desa lainnya.
c.kepala desa menolak. Warga protes di lapangan bola.
Instrumen ketiga: orkestra kata Fahri.
Instrumen pertama : pemimpinnya ditangkap.
Instrumen kedua : tiketnya dibayar paksa dari dompet orang miskin desa.
Kalau konduktornya di balik jeruji dan penonton dipaksa bayar masuk pakai uang jatah makan , itu bukan orkestra.
Fahri bikin tweet esai panjang lebar ini 11 Juni 2026.
BGNnya udah ditahan 3 Juni 2026.
Lo dah tau belum, Fahri?
Hari ini, Jumat 12 Juni 2026.
Di Hotel Aryaduta Jakarta, Menlu Sugiono pidato di depan puluhan Duta Besar dan pengusaha.
Ia mengutip langsung kata Presiden Prabowo:
"Posisi non-blok Indonesia relevan , asalkan kita kuat."
Kuat yang dimaksud: kekuatan ekonomi.
Di hari yang sama:Rupiah masih di kisaran Rp18.000+ per dolar , rekor terlemah sepanjang sejarah Indonesia.
Pertamax naik 32% dalam seminggu.
Bus mahasiswa dicegat polisi di Semanggi.
TNI dikerahkan menghadang demo di Bundaran HI.
Mahasiswa turun ke jalan dengan tema:
"Menuju Indonesia Bangkrut."
Syaratnya sudah disebut sendiri oleh Presiden dan Menlu-nya: kuat dulu, baru relevan.
Syaratnya belum terpenuhi.
Tapi pidatonya sudah di hotel bintang 5.
Kalau ekonominya sendiri yang lagi dipertanyakan oleh pasar, oleh rakyat, dan oleh mahasiswa yang busnya dihadang TNI ,kita lagi bicara relevansi yang mana?
This is such a joke. Cops asking students not doing anarchy while they deployed over 6k-ish full armored armies and tear gas near Hotel Indonesia roundabout over students peaceful protest. Make it make sense.
Menyaksikan banyak orangtua hadir di tempat unjuk rasa. Mungkin menjaga keselamatan anak atau bahkan cucunya. Atau mungkin memang punya keresahan yang sama. Atau ingin menyaksikan dari dekat aksi mahasiswa penerus masa depan bangsa. Apapun alasannya, terima kasih sudah bersaksi.
Emang di Bundaran HI lebih efektif. 5km is a very long walk tp imagine orang2 yg mereka lalui lihat semuanya. Berangkat start di 1500-3000 demonstran, dan mereka deploy 4000. Who knows at the end of the day akan banyak warga yg ikut turun dan massa bertambah. ACAB gabisa nangkep semua orang. Stay safe everyone! Jaga kanan kirinya!
Perwakilan ibu-ibu memprotes pemblokadean laju mahasiswa yang hendak berdemonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).
"Saya di sini bukan mewakili mahasiswa, saya di sini sebagai ibu mereka. Saya akan menjaga mereka," ujar perempuan tersebut di hadapan polisi.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, Bundaran HI merupakan wilayah kegiatan ekonomi masyarakat dan salah satu jantung lalu lintas DKI Jakarta.
"Sehingga apabila terjadi kepadatan arus, ini akan memberikan dampak yang luar biasa sampai dengan arteri," ucapnya.
🎥: https://t.co/eIWV4sXUbF Al Muhtada
~R #Demo #Peristiwa #Cut
Kalian kalo selalu bilang demo bikin macet, nih liat yg bikn macet tu justru silop dan ijo.
Mahasiswa aja lewat jalur busway.
Pas ditanya alesannya masuk ke jalan:
1. "Mau nyeberang" (tapi kok ga jalan)
2. "Gatau, ikut perintah komandan"
They can't fully reach HI but we can say they still win krn pesannya kena ke masyarakat lain dan macet adl dampak yg mereka rasain sendiri klo zona nyamannya keganggu. The more people aware, the better krn eskalasi ke depan bisa makin besar. Area dimana mereka dijegal jg masih masuk jantung kota. Warga di gedung tinggi saksi dan cctv nya
For those who want a bit more context: a massive student and worker protest is unfolding in Indonesia’s capital in response to the Prabowo government’s decision to raise fuel prices, alongside other policies that many Indonesians are calling corrupt because they deepen the burden on working-class Indonesians already struggling with rising living costs and a weakening rupiah.
What’s fueling the anger even further is the broader feeling that economic pressure is being pushed downward onto ordinary people while major policy decisions continue to favour politicians and the ultra wealthy.
Just last year, Indonesians protested over the same kind of government corruption, which led to a crackdown on its own civilians using military force in cities like Jakarta and Bandung, resulting in multiple deaths and injuries, including those of students.
This situation, however, embarrassed the Probowo government, as people from all over the world began paying attention and massed mobilised to send food, medical/legal aid and financial donations via apps like Grab and Ojek (the region’s equivalent of Uber) the movement received particularly strong support from people across Asia, especially Southeast and East Asia, while also drawing contributions from around the world. This is why Indonesians are asking the world pay attention to their country again.
Tiap warga sipil jadi mata, telinga, kuping bagi lainnya.
Mikir beratnya gimana membuat ini jadi gerakan desentralisasi.
Ga pake mesiah2an.
Ga pake simbol warna2 apalah2.
Ga pake influencer ambil alih corong.
Jangan bebankan ke mahasiswa aja, untuk bikin perubahan.
Jujur ya mahasiswa dan masyarakat sekarang lebih pinter loh, ga lagi berkoar koar di depan gedung politikus yang sudah di setting untuk kosong, tapi memanfaatkan spotlight jalanan ibukota, banyak banget gedung gedung tinggi yang dimana para manusia, orang orang penting, pengusaha pengusaha, bisa melihat langsung kejadian tersebut dari balik jendela, media juga lebih banyak yang datang dan menyoroti, keren 🙌🏻😭🔥
pasukan ojol terlihat bergabung membantu mahasiswa
bapaknya ojolnya ikut nyampein isi hati & kekecewaannnya ke pemerintah sampai bilang "gua udah siap mati, gua udah susah"
sehat-sehat pak 🥹