Persis kayak di bandara sepinggan, yg lain tenang, dia sok jago sendiri.
Tapi oke sih ngatain langsungg depan muka, dari pada yang Rasis di medsos kayak yance bersaudara sampai anak nya kena Rasis juga, ke riky kabuaya, ke allano, ke pemain rachaburi. Lebih parah menurut saya.
@bukanBeatricemu as a jobseeker, sakit hati bgt kalo org lain apalagi keluarga sendiri blg gue terlalu nyantai, ga mau usaha nyari gawe. padahal mereka semua gak tau berapa ribu loker yg gue apply 🥀 sehat - sehat dan semangat kitaa semua! bismillah bulan ini dapet offering letter, aamiin! 🤍🤲🏻🥹
Alerta Alerta!
Warga RW 10 Lenteng Agung dan Mahasiswa mendapatkan kekerasan dari beberapa Anggota TNI dalam upaya penggusuran paksa pagi ini.
Hentikan Kekerasan!
@txtdrjkt sebagai org banjarnegara,
yg dapet gaji dibawah umr tuh banyak,bahkan ada yg gajinya dibawah 1 juta
mana harga barang barang gajauh beda sama jakarta
makanya disini banyak yang ngerantau/kerja di luar negri
Kenapa Pertalite ditahan mati-matian harganya padahal BBM yang lain naik gila-gilaan?
Karena kalau Pertalite naik, chaos 98 pasti akan terjadi.
Yang akan meletuskan bubble kemuakan masyarakat hanyalah Pertalite.
Karena harga Pertalite lah yang akan dirasakan secara langsung dan merata oleh semua kalangan.
Bahkan pendukung 02 sekalipun.
Masyarakat belum terlalu ngeh dengan kenaikan suku bunga.
Orang kaya senang karena SBN mereka cuan.
Warga menengah mengeluh karena KPR mereka makin berat.
Warga bawah gak merasakannya langsung.
IHSG dan Rupiah juga begitu. Belum merata dan efeknya belum langsung.
Tapi kalau Pertalite berubah, tamatlah sudah alkisah wowo dan bolu ketan.
Gue heran deh kok masih aja ada orang yang bilang “Pertamax naik ga masalah, kan yang pake juga orang2 mampu”
Entah mereka buzzer atau emang tolol alami.
Yang jadi masalah itu EFEK DOMINO-nya, bukan cuma perkara harga naik 3ribu.
Ini efek domino yang akan terjadi dari kenaikan per hari ini:
1. Migrasi massal ke BBM lebih murah. Harga Pertamax naik → orang yang biasa pakai yang “premium” (kelas menengah atas) langsung switch ke Pertalite yang lebih murah. Hasilnya: permintaan Pertalite meledak. Padahal Pertalite kan kuotanya terbatas (subsidi), jadi stok di SPBU cepet habis.
2. Pertalite langka + antrean panjang. Antre Pertalite di SPBU jadi tambah rame. Yang gak mau antri berjam-jam atau gak kebagian akhirnya terpaksa isi Pertamax (yang lebih mahal).
3. Biaya logistik & transportasi naik Truk, angkot, ojek online, pengiriman barang semua naik ongkosnya (meski mereka pakai solar/ Pertalite, tapi efek rantai supply-nya ikut naik karena driver dan perusahaan logistik juga kena imbas). Akhirnya harga barang di pasar naik semua.
4. Inflasi & harga sembako naik Efek dari nomor 3: dari meja makan sampai warung kecil. Harga beras, sayur, mie instan, bahkan jasa ojek naik. UMKM yang paling kena getahnya. Modal produksi naik, daya beli masyarakat turun, penjualan melambat.
5. Black market & penyelundupan Pertalite yang langka sering muncul di pedagang eceran dengan harga lebih mahal (kadang sama mahalnya Pertamax). Subsidi yang seharusnya buat rakyat kecil malah bocor.
6. Beban subsidi pemerintah membengkak. Demand Pertalite naik drastis → pemerintah/Pertamina harus nambah pasokan subsidi. Kalau gak diatur, APBN makin tekor, bisa-bisa akhirnya Pertalite juga naik atau dibatasi lebih ketat (misalnya pakai MyPertamina, plat nomor ganjil-genap, dll).
7. Efek jangka panjang ke ekonomi & masyarakat
- Driver ojol & angkot kurangi shift → pendapatan turun.
- Petani & nelayan (yang pakai solar/Pertalite) ongkos produksi naik → harga pangan naik lagi.
- Inflasi umum naik → Bank Indonesia mungkin naikin suku bunga → pinjaman mahal → investasi melambat.
Intinya, yang tadinya “cuma naik buat orang berduit” malah bikin semua orang kena getahnya lewat rantai yang panjang.