Sekarang Jadi Tau Kan Kenapa Kebakaran Hutan Seakan "Di Biarkan" Biar Hutannya Rusak" Dan Bisa Di Tanami Sawit!!!
Adik Prabowo “Semangat” Mau Tanam Sawit di Hutan Rusak 12,7 Hektar
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan rencana pemanfaatan 12,7 juta hektare (ha) hutan terdegradasi di Indonesia untuk mendukung pengembangan bahan bakar nabati atau biofuel, termasuk biodiesel B50 hingga B100.
https://t.co/gblhxoxnZv
Advance Diploma yang diambil Gibran di Singapura ternyata tidak bisa di pakai masuk di semua Universitas di Singapura.
Advance Diploma itu hanya kursus saja statusnya. 🤭🤭🤭
Gimana..??
Uda Puas belum Nangisi Prabowo-Gibran..??
Uda Puas belum dengan Hasil pilihan Kalian..??
MAMAM tuhh MAMAM..
Kali ini kalian yg Menangisi diri kalian sendiri
Ironi Natuna! Sebagai salah satu penyumbang migas terbesar yang gasnya dialirkan ke Singapura, warga Natuna justru belum menikmati LPG 3 kg subsidi dan masih memakai kompor minyak tanah.
#MasBahlilGanteng
GEPRAKKK! 💥 Prof. Sulfikar (Dosen Kampus Singapura) blak-blakan sebut Gibran GAK PERNAH SMA di Singapura! Katanya cuma nyelesaiin kelas 7 & 8 formal di Indonesia lalu transfer. Ini memperkuat adanya Keterangan Palsu yg dilaporkan ke Polisi.
Standar O-Level di sana dinilai gak setara lulus SMA! Terus kok bisa lanjut kuliah?
Berdasarkan standar Singapura, dia disebut gak menumpuh jenjang A-Level yang setara SMA.
Jadi status sekolahnya yang di Orchid Park kemarin setara apa dong? Simak penjelasannya! 👀👇
Yang Tanda Tangan Suket Gibran Ngaku Terima Uang di Sidang Korupsi Chromebook
Namanya Sutanto. Pada 2019, sebagai Sekretaris Ditjen Dikdasmen, ia meneken surat keterangan penyetaraan yg kemudian membuka jalan Gibran menjadi cawapres.
Januari 2026, nama yg sama duduk di kursi saksi Pengadilan Tipikor. Di sana ia mengaku pernah menerima Rp 50 juta dari Mulyatsyah, terdakwa korupsi pengadaan Chromebook.
Wajar publik bertanya: dengan rekam jejak seperti itu, seberapa layak tanda tangannya di suket Gibran dipercaya?
Ungkapan bijak orang Jawa: Becik ketitik ala ketara: perbuatan baik akan tampak, dan perbuatan buruk juga akan ketahuan.
Prosesnya lebih ganjil lagi. Permohonan masuk 6 Agustus 2019 pukul 00.00, disetujui pada jam & menit yg sama, dan suket terbit hari itu juga. Tidak sampai sehari. Padahal standar layanan memberi waktu hingga lima hari kerja untuk penilaian administratif dan substantif.
Mengapa Sutanta bisa tandangani Suket Gibran itu tanpa adanya ijazah lulusan SMA/Sederajat dan proses secepat kilat, ada kah duit yg juga mengalir atau ada instruksi? Siapa yg kasi instruksi?
Ferry Amsari menyatakan bahwa terdapat penipuan & kejahatan penyelenggaraan pemilu terkait perubahan PKPU ditengah tahapan pemilu yg melanggar aturan. Ia menilai bahwa secara prinsip kepemiluan, aturan main tidak boleh diubah saat proses pemilu sedang berlangsung.
Jokowi benar-benar diabaikan Prabowo. Tidak diajak bicara sepatah kata pun. Prabowo lebih banyak menghabiskan waktu dengan SBY. Itu kode wak,dekat dengan Jokowi sudah tidak nyaman dirasa oleh prabowo. Mungkin takut kena SIAL
Kemesraan sudah selesai. Habis manis, sepah dibuang. Setelah dibantu, dibuang.😂
Langkah pertama Jokowi sudah kelihatan wak, mengamankan anaknya. Utusan khusus dikirim melobi ketua dan para hakim. Supaya putusan tidak sampai menjatuhkan. Setelah itu, langkah catur apa lagi?
Cara lama. Memposisikan diri teraniaya. Pihak yang tidak dibutuhkan. Korban setelah jasanya habis dipakai.
Orang-orangnya sudah dipincangkan. Listiyo yang dulu powerfull di Kapolri diturunkan jadi KSP, kursinya ada, kekuatannya tidak. Pratikno digeser ke Wantimpres, kerjanya memberi pertimbangan, keputusannya tidak lagi menggerakkan banyak hal.
Ini langkah berani. Perang Prabowo dan Jokowi ke depan makin panas. Menarik ditonton. Mahal buat yang ada di bawah.
Machiavelli sudah menulis begini wak, orang lebih cepat lupa kematian ayahnya daripada kehilangan harta dan kedudukannya. Sekutu yang sudah tidak berguna tidak disimpan. Dibuang.
Charles de Gaulle bilang begini, kuburan penuh dengan orang yang merasa dirinya tak tergantikan.
Henry Kissinger juga perna bilang, tidak ada persahabatan permanen, yang ada kepentingan permanen.
Jadi jangan kaget istana dingin. Yang kemarin dipeluk, hari ini tidak diajak duduk. Bukan karena budi. Karena kalkulasi. Dan kalkulasi tidak punya rasa terima kasih.
Awokawokawokawok
Mari kita dengarkan pidato jokowi yang akan menjerit kembali "SAYA AKAN LAWAN"