😿 : "Maaf bang, aku udah berusaha tapi tetep ninggalin jejak”
👨🏭 : ….(ngelus dada) gpp kok Meng, yang penting km udah berusaha
ccthread:triafitriani07
Teman-teman, saya ingin menjelaskan menstruasi kepada para laki-laki.
Sebagian laki-laki mengira menstruasi hanyalah beberapa hari rasa tidak nyaman, sedikit perubahan mood, lalu selesai.
Padahal, jarang sekali yang benar-benar menghitungnya.
Seorang perempuan berada dalam masa subur itu kurang lebih selama 40 tahun.
Menstruasi datang sekitar setiap 28 hari.
Artinya, dalam hidupnya, seorang perempuan mengalami sekitar 521 kali menstruasi.
Setiap menstruasi berlangsung kurang lebih 5 hari.
Jika dijumlahkan, itu sekitar 2.607 hari.
Hampir 7 tahun hidupnya dilalui dalam keadaan berdarah.
Dan bukan kiasan, dia benar-benar berdarah.
Rata-rata darah yang dikeluarkan sekitar 80 mililiter.
Jika dijumlahkan sepanjang hidup, jumlah darah terbuang mencapai sekitar 42 liter.
Rata-rata tubuh kita berisi sekitar 5 liter darah.
Empat puluh dua dibagi lima.
Artinya, sepanjang hidupnya, seorang perempuan mengeluarkan darah setara lebih dari 8x seluruh darah dalam tubuhnya sendiri,
Delapan volume darah tubuh keluar dari satu perempuan.
Dan ada bagian yang lebih jarang dibicarakan.
Ia memulai semua ini sejak usia 11 tahun.
Sebelas tahun.
Usia ketika sebagian besar dari kita masih belajar memahami tubuh sendiri.
Ia menyembunyikan pembalut di balik lengan saat berjalan ke toilet.
Berdoa agar darahnya tidak tembus ke rok.
Mencari alasan kepada guru olahraga.
Berbisik kepada teman-temannya.
Malu luar biasa jika ada anak laki-laki yang tahu trus menertawakan.
Lalu kebiasaan itu terbawa bertahun-tahun.
Menyembunyikan.
Menutupi.
Berpura-pura semuanya baik-baik saja.
Di sekolah.
Di tempat kerja.
Saat bepergian.
Di ruang rapat.
Di tengah kesibukan.
Di setiap ruangan yang ia masuki.
Ia bisa sedang nyeri, lelah, tidak nyaman, bahkan cemas darahnya tembus. Namun tetap tersenyum.
Tetap bekerja.
Tetap terlihat baik-baik saja.
Tujuh tahun perdarahan.
Empat puluh tahun belajar menyembunyikannya.
Lalu sebagian laki-laki masih menyebutnya, “Ah, cuma moody sebulan sekali.”
Bahkan bikin kepanjangan baru dari PMS, "Prepare to Meet Satan."
Teman-teman,
tugas kita bukan memperbaiki semuanya.
memang tidak akan bisa.
Tugas kita adalah menjadi lebih dewasa dalam memahaminya.
Belikan pembalut tanpa merasa aneh.
Tanyakan apa yang ia butuhkan tanpa menghakimi.
Jangan memasang wajah jijik.
Jangan menjadikan menstruasi sebagai bahan candaan murahan.
Jangan bertanya, “Lagi datang bulan ya?” dengan nada yang ngenyek merendahkan.
Jangan membuat perempuan merasa tubuhnya adalah sesuatu yang harus disembunyikan.
Ia sudah belajar menyembunyikannya sejak usia belasan tahun.
Maka jadilah orang yang membuatnya merasa aman.
Yang membuatnya merasa nyaman
Yang membuatnya tidak perlu lagi bersembunyi.
ketemu kalimat yang bagus banget di kondisi gue sekarang.
"kalau emang ini rezeki aku, Allah pasti bantu. kalau ga berhasil, berarti emang bukan rezeki"
kalimat ini yang akhirnya bisa bikin gue lebih tenang jalanin prosesnya tanpa takut sama hasilnya
semua orang keliatannya fine. tapi once u sit and talk, kamu bakal sadar, banyak yang sebenarnya lagi struggle. senyumnya manis, fotonya bagus, tapi dalamnya penuh akan sesuatu yang ga pernah bisa diceritain. we're all just trying to look okay while figuring out how to survive.
afirmasi hari ini!
pelan-pelan pikiranmu mulai tenang, tidurmu juga nyenyak, pelan-pelan kamu mulai penuhin whitelis-mu, pelan-pelan tabunganmu juga mulai terisi. it's ok kalau sekarang banyak terjatuh dan terbentur, nanti saat semua bisa kamu lewati, kamu akan tersenyum dan bangga sama dirimu sendiri, sabar ya satu-persatu.
rumahmu saat ini adalah dirimu sendiri.
mau kamu capek, mau kamu nangis dan kamu stress dengan semuanya juga gapapa, it's okay don't worry about it, karena kamu punya dirimu sendiri.
ternyata bener ya hidup itu jauh lebih tenang ketika kita tau batasan, karna ada hal2 yg lebih baik dibiarkan berlalu, tanpa perlu didengar, dilihat, ataupun dibahas
Orang yang udah sering dibentur keadaan, dikecewain, diremehin, bahkan ditinggal saat lagi butuh-butuhnya, biasanya gak akan jadi pribadi yang sama lagi.
Ada yang berubah jadi lebih kuat karena belajar dari semuanya.
Ada juga yang berubah jadi lebih dingin karena terlalu sering tulus ke orang yang salah.
Dan lucunya, mereka tetap kelihatan biasa aja.
Tetap senyum, tetap ngobrol seperti gak ada apa-apa.
Padahal cara mereka melihat hidup, percaya sama orang, dan menjaga hati udah jauh berbeda dari sebelumnya.