Gila, ketimpangan kita separah ini!
Direktur Kebijakan Fiskal CELIOS (Center of Economic and Law Studies), Dr. Media Wahyudi Askar, menjelaskan hasil studi terbaru mereka:
1. Studi CELIOS mengungkap ketimpangan ekstrim: di saat pejabat/orang super kaya merayakan ultah mewah di Paris, anak-anak miskin berjuang keras hanya untuk bisa makan hari itu jg.
2. Indonesia kini punya 2 wajah ekstrem. Wajah pertama diisi oleh 1.700 orang super kaya, dimana kekayaan 50 orang terkaya di antaranya sudah setara dg total kekayaan 55 juta penduduk.
3. Oligarki ini menyetir harga pasar (ojol, LPG, properti) dan "membeli" demokrasi lewat pendanaan parpol. Sebaliknya, rakyat biasa harus berdesakan di transportasi publik yang buruk meski taat bayar pajak.
4. CELIOS mendorong Pajak Kekayaan (Wealth Tax) sebesar 2% untuk aset di atas Rp84 M. Didukung 89% rakyat, pajak ini bisa menghasilkan Rp142 T/tahun untuk menggratiskan layanan kesehatan, KRL, hingga beasiswa sampai bangun rumah layak warga rentan.
Nonton full di youtube nya Watchdoc Dokumentary nya disini 👇
https://t.co/cSzAPhXCd8
This morning, after Nadiem was sentenced to 10 years in jail, it’s clear that Google needs to take a strong official stand.
The Indonesian judges sullied Google’s name, claiming without evidence the U.S. giant engaged in bribery to win a Chromebook laptop contract.
In this fiction, Google invested in Nadiem’s company, GoJek. In return, Nadiem, who left GoJek to become Education Minister, ordered the purchase of Chromebooks.
Prosecutors failed to put any evidence forward to back this defamatory allegation. Yet Nadiem got 10 years. Why? Because he tried to reform a corrupt ministry and made a lot of enemies.
How can Google remain silent in the face of these baseless allegations. Just because a judge said it, doesn’t make it any less defamatory.
I would expect Sapna Chadha and other senior Google leaders in the region to show the backbone to speak up now. Nadiem was Google’s trusted partner for years. They invested in his company. Will they remain quiet just to protect their business in Indonesia. Where are they in his time of need?
Bila dibongkar semua latar belakang pendidikan komisaris BUMN, makin ketauan, Negeri ini memang tidak pernah mem-value pendidikan sebagai suatu hal yang penting #Hensa
Sudah tuntutan gagal paham soal saham, kami ngga punya uang sebesar yang dituduhkan, masih saja kami dituntut 15 tahun penjara dan bayar Rp 16,9M.
Kalau ngga bayar, total hukuman jadi 22,5 tahun!
Ini kacau. Kami benar-benar dipermainkan.
Tolong, bantu kami. Bebaskan Ibam.
Saham2 gorengan kayak gini yg bikin msci marah. Kok bisa naik 37 kali lipat hnya dlm 6 bulan.
Siapa bandarnya? Siapa sekuritasnya?
Kan mudah bagi BEI x OJK ambil tindakan n kebijakan preventif.
Gara2 oknum bandar (dan konyolnya gagal dicegah BEI), reputasi IHSG hancur.
Utang PLN menggunung sampai 500T. Lha khoq bhiizza?! Monopoli udah; pelanggan gak ada pilihan selain beli listrik PLN. Sadis udah; pelanggan telat bayar sehari langsung putus! Tapi bisa punya utang menumpuk sampai 500T, lha koq bhizza? Duit dari pelanggan dibawa kemana si?
Program Gerakan Nasional Kembali ke Angkutan Umum (GNKAU) digelar di Terminal Tipe A Tidar Magelang, pada tanggal 7-10 Desember 2023.
Rosalia Indah turut hadir dan memeriahkan acara GNKAU melalui showcase pameran bus dan city tour bersama armada Rosalia Indah🤗
Berikut adalah rekaman CCTV yang memuat fakta tentang posisi Anak AGH dalam kasus penganiayaan keji terhadap Anak Korban D oleh Tersangka MDS, yang kami olah utk publik karena Hakim tidak pertimbangkan dalam putusan.
[thread]
Tentang Haji & Diplomasi.
Sbg Dosen di Paramadina Graduate School of Diplomacy (PGSD), yg ngajar & neliti ttg diplomasi, cuma kasihan masih ada saja orang ga paham diplomasi, tapi sok tahu ttg diplomasi, terus juxtaposition nyalahin Menteri Agama.
Caper ga gitu juga lah!