Siang tadi gue lagi ngantri di tempat kopi langganan. Ada ibu-ibu di belakang gue pesen minuman total 11 gelas. Pesanan gue belum dibuat, tapi ibu di belakang udah marahin baristanya, bilang, “Gak bisa cepet apa?”
Gue lihat baristanya terus bilang, “Duluin aja punya dia, gue santai kok.”
Eh malah ibu-ibunya nyeletuk, “Daritadi kek bilang, orang miskin ngalah lah.”
Dikira gue orang miskin mungkin gara-gara pake kolor dan HP gue bukan iPhone 17 kayak dia 😂
Gue diemin aja terus ke parkiran dulu mau ambil sandal karena masih pake sepatu olahraga. Pas di parkiran, gue lihat salah satu mobil kantor gue. Gue hafal karena mobil itu dulunya gue yang pakai, Innova Reborn tahun baru lah.
Gue ganti sandal dulu, terus ketuk pintu mobilnya. Eh bener ternyata staff gue. Beliau turun dan bilang, “Loh Pak Jon, ngopi di sini juga to.” Ya seperti biasa, basa-basi aja.
Tiba-tiba dari dalam ibu-ibu tadi keluar dan ngeliatin gue.
Eh ternyata dikenalin sama staff gue kalau itu istrinya. Gue langsung bilang ke staff gue, “He mas, istrinya diatur ya mulut e, yang punya adab dan etika sedikit lah. Tadi ngatain miskin saya lo, coba kalau orang lain mungkin udah ditampar itu.”
Staff gue kaget dan lihat istrinya, istrinya diem aja.
Gue ngomong lagi, “Mbak jangan kayak wong kere munggah bale alias OKB sindrom. Kalau orang lain tahu kamu kayak gitu dan nandain plat mobil ini lalu nyerang kantor, suami mu bisa gak kerja lagi.”
Ya selanjutnya suami dan istrinya minta maaf ke gue. Pas udah sampai rumah masih chat juga.
Pelajaran yang bisa diambil, jangan suka ngeremehin orang lain. Baru dikasih rezeki banyak sedikit udah ngerendahin orang lain. Nanti sama Tuhan diambil lagi rezekinya loh 😁👍🏻
Case fasilitas kantor digunakan buat hal pribadi dan bikin kegaduhan yang berakibat ke kantor juga udah pernah terjadi di kantor gue. That's why gue bilang “bisa gak kerja lagi”, karena udah ada case yang hampir sama di kantor.
Gue cuma wanti-wanti istrinya, jangan sampai gara-gara kebodohan sesaat malah berpengaruh ke lahan cari nafkah suaminya 😁🙏🏻
STANDAR KECANTIKAN WANITA
DI BERBAGAI NEGARA :
1. Jepang : Gigi ginsul
2. Korea : Bentuk Wajah V
3. China : Mata Besar
4. Australia : Kulit Cokelat
5. Irlandia : Kulit Putih
6. Iran : Hidung Kecil
7. Thailand : Kurus
8. Kuwait : Gemuk
9. Arab Saudi : Mata Indah
10. Brasil : Rambut Pirang
11. India : Rambut Panjang
12. Amerika : Bibir Tebal
13. Belanda : Tubuh Tinggi
14. Malaysia : Glowing
15. Indonesia : Kurus, Langsing, Putih, Bening,
Glowing, Rambut Panjang, Gemoy, Ramah, Imut,
Lucu, Manis, Manja, Pinter Jaga Anak, Pinter
Masak, Jago Nawar, Punya Kontrakan, Kuat Angkat
Galon, Bisa Pasang Gas, Ganti Bohlam, Betulin
Genteng Bocor, Berani Lawan Debt Kolektor,
Kesetrum Gak Mati.
Hendra ngulet. Terus bilang:
"Gue kasih tau sesuatu yang gue gak seharusnya kasih tau ke pelanggan."
"80% orang yang telepon gue karena AC gak dingin, masalahnya CUMA filter kotor. Bukan freon habis. Bukan kompresor rusak."
"Mereka bayar Rp 1 juta sampai 1.5 juta buat isi freon. Padahal freonnya GAK HABIS."
"Yang habis cuma aliran udaranya. Karena filternya buntu."
Bini temen gw kasir supermarket. Udah 6 tahun di situ. Scan belanjaan orang tiap hari, 8 jam nonstop.
Suatu hari gw ngobrol iseng: "Pernah gak lo notice sesuatu dari kebiasaan belanja orang?"
Dia jawab santai: "Gw bisa tau siapa yang BARU NAIK GAJI tanpa mereka bilang."
"Hah? Gimana caranya?"
"Gampang. Liat isi keranjangnya aja."
Istrinya sakit pinggang. 2 tahun.
dia beliin kasur baru. Rp 2 juta
Niatnya baik. Biar dia tidur nyenyak. Biar sembuh.
Gak sembuh.
Bantal ortopedi. Rp 1juta
Gak sembuh.
Kursi ergonomis. Rp 1 juta
Gak sembuh.
Sampai fisioterapis tanya satu pertanyaan:
"Ibu mandiin anaknya di mana?"
Guys, gue mau ceritain satu negara
yang dulu kaya raya.
Punya nikel, emas, berlian, batu bara.
Pertanian maju.
Industri sudah jalan.
Pertumbuhan ekonomi 4,3% per tahun.
Salah satu negara paling maju di Afrika.
Namanya Zimbabwe.
Dan sekarang harga sebungkus korek api 50 miliar dolar Zimbabwe.
Uang kertas bernominal 100 triliun dolar Zimbabwe selembar.
Masih tidak cukup untuk beli makan.
Gimana bisa?
Satu jawaban:
pemimpinnya tidak mau mengakui bahwa dia yang salah.
Dan sambil membaca ini gue minta lo perhatikan betapa familiarnya pola ini.
Apa yang Mugabe lakukan langkah demi langkah:
Dia luncurkan program besar-besaran yang kelihatannya pro rakyat.
Tanah diambil dari orang kaya
dan dibagi ke rakyat kecil.
Namanya reformasi agraria.
Kedengarannya bagus. Populis.
Mendapat tepuk tangan.
Tapi eksekusinya nol besar.
Rakyat yang terima tanah tidak dikasih ilmu, tidak dikasih alat, tidak dikasih modal.
Hasilnya: pertanian kolaps.
Pendapatan negara anjlok.
Di saat ekonomi sudah sekarat Mugabe tetap lanjutkan program-program besar.
Kirim militer ke perang Kongo.
Naikkan uang pensiun veteran.
Biaya terus keluar.
Tidak ada yang masuk.
Korupsi merajalela dari atas sampai bawah.
Ibu negara Grace Mugabe dijuluki "Gucci Grace" — menghabiskan uang negara untuk belanja mewah.
Dan karena semua itu tidak ada uang.
Solusi Mugabe?
Cetak uang. Terus. Terus. Terus.
Tanpa produktivitas yang bertambah.
Tanpa investasi yang masuk.
Hanya kertas dengan nominal yang terus dinaikkan sampai inflasi meledak 79,6 miliar persen dalam satu bulan.
Dan ketika semuanya hancur Mugabe bilang apa:
Bukan "saya salah."
Dia bilang:
dunia internasional mau mengkudeta dia.
Barat iri dengan Zimbabwe.
Negara-negara kaya tidak suka Zimbabwe maju.
Pihak asing yang merusak ekonomi mereka.
Rakyatnya percaya.
Karena narasi itu enak didengar.
Karena lebih mudah menyalahkan orang luar daripada mengakui bahwa yang menghancurkan Zimbabwe adalah kebijakan pemimpinnya sendiri.
Sekarang berhenti sejenak dan baca ini:
Indonesia 2026.
Pemerintah punya program besar-besaran yang diklaim pro rakyat.
Namanya MBG Makan Bergizi Gratis.
Menghabiskan Rp335 triliun dari APBN per tahun.
Program terbesar dalam anggaran negara mengalahkan semua pos lainnya.
Menunya?
Kadang satu jeruk keriput, satu roti, satu kotak susu ultra.
Kadang nasi dengan lauk yang dikritik rakyat sendiri. Ada 200 lebih anak keracunan di Surabaya.
Ada laporan menu tidak layak dari berbagai daerah.
Dan guru yang memfoto menu buruk itu dipanggil kepala sekolah.
Diminta diam.
Wartawan yang laporkan kondisi lapangan bosnya ditekan.
Pemrednya mau diganti lewat satu telepon dari istana.
Josepha siswi SMA yang hafal konstitusi berani mempertanyakan ketidakadilan.
Langsung diancam WhatsApp oleh nomor asing.
Ini bukan program makan.
Ini adalah program yang membeli keheningan rakyat dengan uang utang dan menghukum siapapun yang berani jujur.
Dan polanya identik dengan Zimbabwe:
Zimbabwe:
Pendapatan negara turun.
Pengeluaran terus naik.
Defisit ditutup dengan cetak uang.
Investasi kabur.
Mata uang hancur.
Indonesia 2026:
Pendapatan naik 10% tapi belanja naik 31,8%.
Defisit Q1 sudah Rp240 triliun ditutup dengan utang Rp258 triliun.
Rupiah di Rp17.700.
IHSG ambruk 3-4% dalam satu sesi.
Investor Swiss, Prancis, UEA semua kabur.
Rp800 triliun investasi gagal masuk.
Zimbabwe:
Mugabe bilang ekonomi kuat.
Menyalahkan sanksi Barat.
Indonesia 2026:
Prabowo bilang "mau dolar berapa ribu kek kalian di desa kan enggak pakai dolar."
Purbaya bilang "fundamental kita kuat."
Gubernur BI mengganti definisi stabilitas supaya rupiah yang hancur bisa disebut stabil.
Zimbabwe:
Pengkritik dituduh antek asing.
Agen Barat.
Tidak nasionalis.
Indonesia 2026:
Ferry Latuhihin yang prediksinya terbukti tiga kali dituduh agen Soros.
Amien Rais yang memperingatkan soal Teddy videonya di-takedown Komdigi.
Ekonom yang mengkritik MBG diserang warganet terorganisir.
Dan ini yang paling mematikan dari seluruh pola ini:
Zimbabwe pernah punya kesempatan untuk diselamatkan.
IMF datang menawarkan bantuan dengan dua syarat sederhana:
jangan cetak uang baru dan jangan tambah utang dulu.
Zimbabwe setuju.
Menandatangani perjanjian.
Lalu langsung melanggarnya karena program-program populis tidak bisa dihentikan.
Karena menghentikan program yang sudah diumumkan ke rakyat terasa seperti mengakui kegagalan.
Bantuan batal.
Kepercayaan investor hilang.
Zimbabwe tenggelam.
Sekarang bayangkan skenario yang sama di Indonesia:
kalau suatu saat rating Indonesia di-downgrade menjadi non-investment grade oleh SNP dolar bisa ke Rp25.000. Itu proyeksi Prof.
Ferry Latuhihin ekonom yang tiga prediksi sebelumnya semua terbukti.
Dan Prabowo masih bisa berdiri di podium sambil bilang: "Jangan percaya yang bilang Indonesia akan collapse."
Dan ini yang paling mengerikan:
Mugabe dikudeta oleh militernya sendiri setelah puluhan tahun berkuasa.
Sampai akhir hayatnya tidak pernah mengakui kesalahannya.
Narasinya tetap sama:
ini salah Barat, ini salah orang-orang yang iri.
Sementara rakyatnya membawa uang sekarung ke pasar hanya untuk beli satu butir telur.
100 triliun dolar Zimbabwe.
Selembar.
Tidak cukup untuk beli sarapan.
Zimbabwe tidak hancur karena tidak punya sumber daya alam.
Zimbabwe hancur karena kombinasi yang sangat spesifik dan sangat mematikan:
Program populis yang dibiayai dengan uang yang tidak ada.
Pemimpin yang tidak mau mendengar kritik.
Sistem yang menghukum siapapun yang berani jujur. Dan narasi yang selalu menyalahkan pihak luar ketika semuanya mulai runtuh.
Pola itu tidak eksklusif milik Zimbabwe.
Indonesia punya nikel terbesar di dunia.
Punya batu bara.
Punya emas di Papua.
Punya posisi geografis paling strategis di Asia Tenggara.
Punya 280 juta manusia yang harusnya jadi kekuatan terbesar.
Tapi semua itu tidak akan berarti apa-apa kalau sistemnya membiarkan kombinasi yang sama berlangsung terlalu lama.
Satu-satunya yang membedakan negara yang selamat dari yang tidak:
apakah masih ada cukup orang yang berani bicara jujur dan apakah pemimpinnya mau mendengar sebelum terlambat.
Mugabe tidak mau mendengar.
Sampai militernya sendiri yang akhirnya bicara.
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Rumput ini sangat sering ditemukan di lahan kita. Selain bikin capek, karena susah nyabutnya sebenarnya rumput ini memberikan sinyal lain.
Ada yang sadar ?
HP Android lo lemot dan storage penuh?
Jangan buru-buru beli HP baru.
Gue bersihin HP Android yang "penuh" kemarin. Size 64GB katanya tinggal 2GB.
Setelah gue bersihin? 31GB kosong.
29GB-nya SAMPAH yang HP lo sembunyiin.
Gini cara bersihinnya:
Bismillahirrahmanirrahim.
TWITTER PLEASE DO UR MAGIC! 😭
Awal Desember 2025 saya nabrak mobil orang (rusak cuma SE-TITIK), saya SERAHKAN SUKARELA semua identitas asli (KTP, SIM A, SIM C, ID Card Kantor) sbg jaminan tanggung jawab.