dari 2002 alias sudah 24 tahun yang lalu karya anak bangsa yang mendunia di sia siakan oleh pemerintah RI
Simpel:
Tinggal lempar dan api padam
Sekarang kita butuh hasil karya nya untuk padamkan api kebakaran hutan tapi sayang karya nya sudah menjadi milik jepang
cakep ih kalimatnya:
βngga semua konflik itu masalahnya di komunikasi. Kadang masalahnya di kapasitas intelektual dan emosional, mau sebanyak dan sejelas apa kita menjelaskan, kalo kemampuan berpikir dan kematangan emosionalnya ga setara, dia tidak akan mengerti dan memahami substansi masalahnya apaβ
bener juga sii.., ngejelasin hal kompleks ke orang yg belum mature emosinya cuma menguras energi. Protect your sanity, pahami boundaries dan mending save ur time buat hal yg worth it yah! π€π«Άπ»
Om gue naikin gaji karyawannya Rp2 juta, terus mecat orang itu 3 bulan kemudian. Karyawan lain di tokonya bilang om gue jahat, katanya cuma modus biar orangnya nurut. Gue juga sempet mikir gitu. Terus dia nunjukin catatan penjualan 3 bulan itu ke gue. Dan yang bikin gue kaget bukan angka penjualannya. Tapi apa yang om gue lakuin setelah mecat dia.
Jadi karyawannya namanya Adit, umur 24, udah kerja 1,5 tahun di toko bangunan om gue. Gaji Rp3,5 juta, kerjanya jaga toko sama layanin pembeli. Setahun terakhir om gue ngerasa Adit males. Sering telat, layanin pembeli seadanya, ditanya stok sering gak tau. Om gue mikirnya klasik: mungkin gajinya kurang, makanya gak semangat.
Bulan Maret om gue manggil Adit, naikin gajinya jadi Rp5,5 juta. Naik Rp2 juta sekaligus, tanpa diminta. Cuma dia bilang satu hal, "Om kasih ini karena om percaya kamu bisa lebih." Adit seneng banget, sempet nangis katanya. Om gue pulang hari itu ngerasa udah nyelesain masalah.
Bulan pertama, berubah total. Adit dateng paling pagi, toko rapi, pembeli dilayanin ramah. Penjualan naik dari Rp180 juta jadi Rp205 juta. Om gue seneng, ngerasa tebakannya bener. "Ternyata emang cuma soal gaji," katanya waktu itu.
Bulan kedua, pelan-pelan balik lagi. Dateng jam 9 lewat, pembeli mulai dicuekin, stok gak diapal lagi. Penjualan Rp183 juta. Bulan ketiga lebih parah dari sebelum gajinya naik. Rp171 juta, dan ada 3 pembeli langganan yang komplain. Gaji tetep Rp5,5 juta.
Om gue bilang, di situ dia baru ngerti kesalahannya. "Om kira Adit males. Ternyata Adit gak cocok." Uang bikin orang semangat sebulan dua bulan, terus balik ke aslinya. Kalau orangnya emang gak cocok sama kerjaannya, naikin gaji cuma nunda masalah pake biaya lebih mahal. "Yang om beli 3 bulan kemarin itu bukan perbaikan. Cuma waktu."
Nah ini bagian yang bikin gue diem. Sebelum mecat, om gue ngobrol 2 jam sama Adit. Nanya satu hal yang gak pernah dia tanya selama 1,5 tahun: kamu sebenernya suka bagian mana dari kerjaan ini? Adit jawab, dia gak suka ngadepin pembeli sama sekali. Yang dia suka justru bagian nyusun stok, ngitung barang masuk, rapiin gudang. Kerjaan yang selama ini cuma dikasih sisa waktunya.
Om gue akhirnya jujur. "Kamu gak cocok jaga toko, dan om gak punya posisi gudang penuh waktu di sini." Dia kasih pesangon 2 bulan, terus nelfon 3 temen sesama pemilik usaha yang punya gudang. Dua minggu kemudian Adit keterima di distributor bahan bangunan, bagian admin gudang. Gajinya Rp4,8 juta, lebih kecil dari Rp5,5 juta yang terakhir dia terima. Tapi sekarang udah 8 bulan, dan bosnya baru naikin dia jadi kepala regu.
Gue nanya, kenapa om gue repot-repot nyariin kerjaan buat orang yang dia pecat. Jawabannya nempel banget. "Om yang salah naro dia selama 1,5 tahun, bukan dia yang salah jadi orang." "Kalau om lepas dia gitu aja, dia bakal ngira dirinya karyawan gagal." "Padahal dia cuma lagi di meja yang salah."
Yang gue bawa pulang dari cerita ini dua hal. Buat yang punya usaha, sebelum naikin gaji orang yang performanya turun, tanya dulu dia suka bagian mana dari kerjaannya. Gratis, dan sering lebih nyelesain masalah daripada nambah Rp2 juta. Buat yang lagi kerja dan ngerasa males terus, coba jujur ke diri sendiri: ini beneran males, atau lagi di posisi yang gak cocok? Dua hal itu keliatan mirip dari luar, tapi obatnya beda jauh. Share ke temen lo yang lagi ngerasa gak betah di kerjaannya.
cc : bun.hebat_
terharu banget liat video ini huhu π
waktu hotel ini mau dibangun, pengelolanya menemukan kalo lokasi tersebut ternyata udah lama jadi jalur kawanan gajah menuju pohon mangga liar.
akhirnya, jalur itu tetap dipertahankan.
jadi, kalo kita nginep di sini pas musim mangga, tamu diminta memberi jalan sambil menikmati momen langka ini dari jarak aman.
bahkan lobi hotel sengaja dibuat terbuka supaya gajah bisa melintas lewat resepsionis menuju pohon mangga favorit mereka π₯Ήβ€οΈ
Orang Prancis sarapan roti, makan keju tiap hari, minum wine, jarang ke gym. Tapi angka penyakit jantung mereka salah satu yang terendah di dunia. Peneliti nyebutnya French Paradox. Rahasianya bukan di menu, tapi di kebiasaan makan.
Pesan dari Hanan Attaki:
"Jangan bersedih jika hidupmu tidak diratukan siapa-siapa. Allah itu Maha Adil. Dijadikannya bahu, kaki, pundak, mental, dan seluruh anggota tubuhmu lebih kuat agar kamu bisa meratukan dirimu sendiri tanpa bergantung pada manusia."
Sebab tidak semua orang ditakdirkan selalu memiliki tempat untuk bersandar. Ada orang-orang yang sejak awal hidupnya terbiasa menghadapi semuanya sendirian. Menangis sendiri, bangkit sendiri, menyembuhkan lukanya sendiri, dan belajar kuat tanpa banyak bantuan dari siapa pun.
Sedih rasanya melihat begitu banyak perempuan merasa bahwa satu-satunya cara buat jaga ketenangan hidup mereka adalah dengan memilih sendiri.
Bukan karena mereka keras kepala atau terlalu idealis. Tapi karena sudah terlalu sering dikasih harapan palsu, dihargai cuma pas enaknya, dan akhirnya capek berusaha sendirian di dalam relationship.
Jadi memilih sendiri bukan surrender, tapi bentuk sayang sama diri sendiri. Sayang yang seharusnya datang dari pasangan, tapi nggak kunjung ada.
8000 WNI ANTRI PINDAH NEGARA. ALASANNYA BIKIN NELANGSA
Data terbaru: 8000 WNI lagi proses ganti kewarganegaraan. Bukan TKI. Bukan buruh. Isinya: dokter, engineer, lulusan cumlaude.
Kenapa mereka kabur
ALASAN #1: GAJI KAYAK LANGIT VS GOT Dokter di Indo: Rp 10-30 juta/bulan. Kerja 80 jam/minggu. Dokter di Singapura: Rp 95-130 juta/bulan. Kerja 40 jam/minggu.
Sama-sama nyelametin nyawa. Bedanya: di sana dihargai 10x lipat. Di sini dihargai pake "pengabdian".
ALASAN #2: PAJAK NYEKIK + "PAJAK SILUMAN" Pajak Indo: 35% buat yang gajinya gede. Belum kelar. Ada "pajak" lain: β’ Oknum berseragam minta "uang rokok" β’ Ormas minta "uang keamanan" β’ Birokrasi minta "uang pelicin" Singapura: 24%. Udah. Titik. Bersih. Transparan. Gak ada amplop-amplop.
ALASAN #3: NEGARA GAK BUTUH OTAK PINTER Data BPS: 7,24 juta nganggur. Banyak lulusan terbaik Indo akhirnya kerja di luar. Kenapa? Karena di sini gak ada hilirisasi.
Tambang nikel dikirim mentah. Otak cerdas dikirim keluar. Yang nikmatin? Negara lain.
ALASAN #4: KUALITAS HIDUP BEDA KELAS Di luar: β Sistem jelas β Pola pikir terbuka β Gak ada pungli parkir 2rb padahal cuma 5 menit β Sekolah anak gratis, kualitas bagus
Di sini: β "Mau urus apa? Ada orang dalem?" β "Bayar dulu baru diproses"
TERUS SOLUSINYA APA? KITA IKUT KABUR? Buat yang bisa & mau, silakan. Itu hak. Tapi buat yang masih di sini, kita harus pinter-pinter jaga diri.
ATURAN EMAS BIAR GAK JADI KORBAN SISTEM: 1. Upgrade skill yang laku global: Coding, desain, data, bahasa. Biar lo punya opsi. 2. Punya income USD/EUR: Freelance, affiliate, export. Gaji Rupiah kalah sama inflasi. 3. Invest aset anti-krisis: Emas, dolar, skill. Bukan cicilan. 4. Bangun komunitas: Negara gak nolong, temen yang nolong.
cc : kuningtelur13
Kenapa ya, orang-orang sering bilang, "Hargai orang tuamu selagi mereka masih ada." Kalimat itu benar, karena kehilangan orang tua memang meninggalkan penyesalan yang dalam.
Tapi entah kenapa, jarang sekali kita mendengar orang berkata:
"Hargai anakmu selagi mereka belum putus asa."
Berhenti jadi orang yang selalu siap nolongin semua orang, bukan berarti kita berubah jadi jahat.
Kadang kita terlalu sibuk hadir buat orang lain, sampai lupa kalau diri sendiri juga capek, juga butuh dijaga.
Gak semua orang yang kita bantu bakal menghargai. Ada yang malah terbiasa menerima, tapi gak pernah peduli kalau kita sedang kesulitan.
Dan terus mengorbankan diri demi orang yang gak tahu diri, itu bukan kebaikan. Itu cuma bikin kita habis pelan-pelan.
HP temen gue hilang. Besoknya syok berat, tagihan Paylater Rp12 juta dari transaksi yang gak pernah dia lakuin.
Aplikasinya dengan enteng bilang, "Pelaku masuk pakai PIN asli, berarti kelalaian user."
Temen gue sampai depresi. Gue langsung turun tangan.
3 hari kemudian, tagihan itu resmi jadi Rp0. Total biaya jadi Rp0.
Ini yang gue lakuin:
Bukan nyari HP lewat GPS. Prioritas utama adalah, amankan semua akun finansial dari perangkat lain. Login dari device cadangan, force logout semua sesi aktif. Terus telpon operator, blokir SIM card sementara. Ini krusial biar pelaku gak bisa terima OTP via SMS.
Yang paling penting dan kebanyakan orang gak tahu yaitu, minta log IP address + Device ID dari semua transaksi. Email resmi ke CS, minta data lengkap. Ini bukti kuat kalau transaksi dilakuin dari perangkat dan lokasi yang BEDA dari lo.
Buat laporan polisi (STPL). Banyak orang males ke polisi, padahal ini bukti hukum resmi bahwa lo korban, bukan pelaku yang pura-pura hilang.
Kirim surat sanggahan resmi via EMAIL, bukan chat CS biasa. Lampirkan kronologi, foto STPL, permintaan pembekuan tagihan selama investigasi. Chat CS gampang diabaikan, email formal punya kekuatan hukum.
Mereka masih nolak? Lapor OJK. https://t.co/vDQmTDwwDW atau telpon 157. OJK punya wewenang penuh buat nindak platform yang abai perlindungan konsumen. Begitu laporan OJK masuk, respons mereka biasanya berubah 180 derajat.
Alasan "PIN asli = kelalaian user" itu gak valid secara hukum. POJK 6/2022 bilang perusahaan WAJIB punya verifikasi berlapis untuk transaksi tak wajar. Kalo sistem mereka gak bedain pemilik asli vs pelaku, itu kegagalan MEREKA.
Hasilnya, hari 1 laporan polisi + sanggahan. Hari 2 eskalasi OJK. Hari 3 tagihan Rp12 juta DIHAPUS jadi Rp0.
Btw, stop nyatet PIN di Notes HP lo.