ada banyak jalan menuju kematian, jika boleh kuberi saran coba sesekali untuk jatuh cinta sepenuh hati, sungguh demi sang pemilik hati, liang lahatmu saat itu tengah digali.
aku tak pandai meminta, maka kubiarkan hujan memeluk pundak-payung-payung kausodorkan kepada tamu yang datang sesekali waktu sementara kaujelas melihat aku masih berdiri basah di ambang pintu
badai ini, haruskah aku melewatinya sendiri?
Selesaikan hal yang sudah kau mulai meski ternyata tidak sesuai ekspektasimu. Baru kemudian lakukan hal lain yang lebih penting dan lebih baik untukmu. Hidup memberimu kesempatan belajar dari segala yang kadang enggak sesuai harapan. Semata agar kau lebih hati-hati di masa depan.
tidak bermaksud meletakkannya di sana
tapi saat lagu itu terdengar
kaki melangkah di tepi jalan
mata menatap sebuah bangunan
seluruh memori ikut terputar
mengingat sosok, percakapan, dan kenangannya meski sudah terlewat, bahagianya membekas
ada banyak hal yang tiba-tiba berubah. ruang yang mendadak kosong. dering telepon yang tidak terdengar lagi. percakapan yang kini hanya bisa dibaca ulang. pesan singkat yang diketik berkali-kali, lalu dihapus lagi. juga pertanyaan yang seringkali berubah menjadi rindu.
asing!
Barangkali kita tak akan bertemu lagi pada garis-garis takdir manapun.
Sebab, kau terlalu jauh. Sedang aku; terlalu ringkih untuk menuju ke arahmu.
Maka, abadilah; dalam setiap kota yang kusinggahi sendirian, dalam setiap tulisan yang kian usang.
aku sudah mempersiapkan dari awal, perihal memilikimu aku tak punya kapasitas untuk itu. bukannya tak mau, kamu terlalu jauh kugapai, aku tak ingin melampaui batas.
akan ada banyak wanita di luaran sana yg jauh lebih baik dariku, bahkan jauh dalam hal apapun itu. aku berharap kamu orang yg tidak peduli akan hal itu, semoga ya.