@mfadhild Ada yang lebih urgent di negri dari pada kesehatan, ada yang lebih prioritas dari pada menyelamatkan nyawa, ada yang lebih penting dari pada menyehatkan bangsa.
@mfadhild emang masalah utamanya di pemerataan faskes daerah sih. kasihan banget pasien dari luar kota yang bela-belain ke jakarta cuma gara-gara fasilitas lokal ga punya alat atau spesialisnya. kalo faskes tingkat bawah ga ditingkatin ya rscm bakal over kapasitas terus
Karena alm bapak alumni sana. Memang penuhnya rscm ini ga masuk akal. Fasilitas sebesar itu dengan tenaga medis sebanyak itu antrian tuh bisa berbari hari. Bukan karena ga kompeten, tapi karena rujukan senasional kesana semua. Gap sama faskes bawahnya jauh. Tau kan salah siapa?
@reftif_ Buat kemenkes, Tolong RSUP di perbesar lagi, Ruangan ICU, ICCU, HCU Tolong dengan sangat di tambah jumlah kamar dan bednya serta di tambah lagi nakes maupun medis di ruangan itu. Ini adalah ruangan yg sangat krusial. Perluas ini lebih baik dari pada memperluas layanan eksekutif.
@JawaraOnline@reftif_ Akan sulit kalau rujukannya sudah ke rumah sakit tipe A, RSUP. Tidak semua provinsi punya. Pasien tidak punya pilihan rumah sakit dengan tipe serupa di dalam satu provinsi, kecuali rujukannya diarahkan ke provinsi lain yg mana menyangkut biaya keluarga pasien dan waktu yg lama😭
Bayangin nih ya, bayangin aja dulu.
Indonesia negara ketiga terbesar penghasil batu bara di dunia tapi kekurangan batu bara.
Indonesia negara penghasil sawit terbesar di dunia tp harga minyak goreng makin mahal naik terus.
Ogeb, diketawain negara lain.
Emang gilak kurasa orang ini
- Soekarno turun karena gejolak G30S sama Supersemar
- Gusdur itu turun karena dimakzulkan oleh MPR-DPR
- Mertuanya? Makan ratusan nyawa dulu baru mau turun. Kerusuhan 98, Semanggi, Trisakti
Antara asli geblek, tone deaf, atau ga tahu sejarah karena dianya kabur ke Yordania
Selama masih banyak orang yang mendukung dan memuja-muja tokoh politik secara berlebihan, maka, masih lama dan panjang perjuangan kita untuk menjadi negara maju.
Kenapa?
Ini artinya, sebagian besar masyarakat masih mudah dikibulin oleh citra yang terbalut pada tokoh politik dan tidak melihat bagaimana dampak dari kinerja dan kebijakannya untuk masyarakat.
Sehingga, ini akan memudahkan politisi-politisi yang ingin maju mencalonkan diri sebagai Presiden cukup dengan membalut diri dengan citra yang baik di masyarakat.
Sederhana dan biasa saja itu sebenarnya, kan mereka datang sebagai turis, bukan tinggal menetap menjadi wargan negara.
Sama halnya dengan Prancis yang dipuja dunia, kira-kira apakah orang Prancis akan posting begini? "orang luar banyak yang kagum sama Indonesia, tapi kok orang Indonesia menjelek-jelekkan bangsanya sendiri, merendahkan negara?"
Bukan seperti itu logikanya.
Kritik dengan bahasa apapun, itu harus jadi bahan evaluasi pemerintah sebagai pihak yang diberi mandat untuk mensejahterakan rakyatnya.
Kalau tidak mau ada komentar negatif dari rakyatnya, sederhana saja, pemerintah harus kerja benar dan maksimal sampai negara ini benar-benar maju dalam aspek apapun; pendidikan, kesehatan, pembangunan, dan taraf hidup masyarakatnya.