Sekitar dua tahun setelah lulus SMA, saya pernah nganggur berat, cari kerjaan susah betul. Tiap pekan sudah rutin beli koran KR sabtu khusus buat cari lowongan kerja, tetep ga dapet-dapet. Susah tembus. Sekalinya dapet ternyata kena tipu (Daftar jadi admin tapi tesnya disuruh jual tuxedo).
Ga enak sama orang tua, akhirnya saya ngekos di daerah Jalan Godean. Cari indekos yang paling murah. Sengaja ngekos biar nggak tinggal di rumah.
Saya terpaksa bohong sama orang tua, bilang kalau saya sudah kerja, padahal belum. Sekadar buat ngayem-ayemi bapak dan ibu.
Selama ngekos, ongkos hidup ditanggung dari hasil nge-dropship jualan kaos online yang hasilnya tidak tentu. Kadang sehari dapat pembeli satu, kadang nggak dapat sama sekali.
Nggak punya laptop, jualan full dari browsing di warnet deket kos, sengaja pilih happy hour pukul 01.00 sampai subuh biar murah.
Hidup harus ngirit setengah mati, sehari cuma makan dua bungkus nasi kucing dan dua potong tempe goreng, beli dari angkringan. Hidup benar-benar penuh dengan kepayahan.
Satu-satunya hiburan cuma nonton tayangan Upin-Ipin di tivi portabel hitam putih yang dulu saya bawa buat hiburan di kos.
Nangis? Tentu saja sering. Kelewat sering. Air mataku api.
Dan karena pengalaman itu, saya tak pernah berani ngecengin pengangguran, sebab saya tak tahu, ikhtiar apa saja yang sudah mereka lakukan agar tidak nganggur.
Tahukah kalian, bahwa ayat pertama dalam surat pertama mushaf Alquran, yaitu "bismillahirrohmanirrohim", punya arti lengkap begini:
"Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih di dunia-akhirat, dan Maha Penyayang di akhirat"
Ini sebenarnya mempertegas posisi umat Islam bahwa semua manusia, mau beragama apapun itu, mendapat cipratan rahmat Allah.
Tahukah kalian bahwa Nabi Muhammad Saw. melarang umatnya untuk melaknat-laknat, termasuk menghina Tuhan agama lain?
"Sesungguhnya aku tidak diutus sebagai pemaki/pembuat laknat, melainkan aku diutus sebagai rahmat." (HR. Muslim).
Kata "rahmat" di dalam hadis di atas dan kata "rahman-rahim" di dalam basmalah itu derivatif, ya. Jadi, akar katanya sama.
Jadi, kalau ada muslim yang berdoa dengan laknat-laknat agama lain seperti yang diunggah akun ini, sebenarnya menyalahi prinsip Islam sendiri.
Dan saya belum pernah ketemu orang muslim seperti ini. Maka, status ini dibuat-buat mewakili umat muslim cabang mana? Halusinasi dari mana?
Tentu saja tidak semua umat muslim sama. Tapi mayoritas tidaklah seperti status ini.
Oiya, akun ini, kok, gak capek-capek ngerecoki Islam, ya? Dapat untung apa, sih?
@idextratime Tidur ti dan berharap ketika membuka mata, negara tercinta menjadi negara yang tentram, damai, biaya hidup murah, biaya kesehatan terjangkau, penghasilan layak, kesejahteraan merata ...
@hourlysoodamine@idextratime Adab?🤣😅 Terlepas ini timnas yang main. Tapi hal tersebut ya biasa di sepakbola.
Makanya nge gol in. Jadi bisa psywar ke lawan.
Ini dua anak kurir yang meninggal bareng istrinya ditabrak taksi di Gading Serpong, Senin 6 Mei lalu.
Perusahaan taksi kabarnya hanya memberi santunan 50 juta. Sementara kedua anak yg kini yatim piatu ini masih usia 8 dan 6 tahun.
Keluarga menolak, karena jelas tidak memadai untuk kebutuhan kedua anak yang masih kecil.
Mestinya mereka bantu sekolahkan mereka yg tak lagi punya ayah dan ibu ini. Itu juga harapan keluarga almarhum.
Semoga saja ada petinggi perusahaan tsb yang terketuk hatinya. Sebab ini bukan soal laba rugi, tapi juga soal nurani.*
@biru_hitamm Baik Cuu, dari kiri ke kanan, sebentar nenek ambil kacamata
Kiri ada Pavel Nedved(netonedod), Milan Baros dan Jan Ethes. Eh Jan Koller maksudnya. Maaf sudah usia segini sering salah sebut.
@titiknol_jogja Pemkot sekitar dki nolak patungan. Padahal warga Jabar selama ini terbantu. Btw itu yang naik Jabodetabek, kalau Transjakarta nya mah masih sama tarifnya