SI ANJING PENJAGA BERNAMA JI-SUNG PARK!
Dalam buku autobiography Andrea Pirlo yang berjudul ‘Penso Quindi Gioco’, ia sempat menyebut Sir Alex Ferguson sebagai pria tanpa cela. Namun, kemurniannya itu seketika ternoda setiap kali ia mengingat apa yang telah Fergie lakukan padanya pada sebuah malam di kota Milan, tepatnya di sebuah stadion bernama San Siro.
Pirlo menulis pada bukunya; “Sir Alex berbuat ‘curang’ pada malam itu, dimana ia datang ke rumah kami dengan membawa seekor anjing penjaga yang kemudian ia lepaskan hanya untuk mengejar saya. Anjing penjaga itu bernama Ji-Sung Park.”
Pada saat itu, AC Milan adalah tim penuh bintang; Dida, Alessandro Nesta, David Beckham dan Ronaldinho berbaris disebelah Andrea Pirlo.
Meski begitu, nuansa pertandingan itu didikte oleh Park. Kontribusinya saat itu banyak diabaikan oleh media, seperti The Guardian yang tidak pernah menyebutkan namanya dalam ulasan pertandingan milik mereka, begitu pula BBC.
Meski minim apresiasi, Pirlo yang berada dalam satu lapangan dengan Park sangat mengapresiasi kinerja ‘lawannya’ itu, Pirlo berkata: “Di malam itu, Park berlari dengan kecepatan elektron. Dia mengejar saya kemana pun saya pergi, dia tidak akan segan-segan melemparkan tubuhnya ke arah saya, dengan tangan yang selalu memegangi punggung saya. Di malam itu, ia ingin membuat saya merasa terintimidasi.”
“Dia selalu datang untuk memburu bola yang ada di kaki saya, namun ia tidak tahu bola tsb untuk apa. Mereka telah memprogramnya hanya untuk menghentikan saya. Pengabdiannya pada tugas itu benar-benar sempurna. Meskipun dia adalah pemain yang sangat terkenal, tapi dia selalu setuju ketika saya menyebutnya sebagai anjing penjaga.”
Wayne Rooney, yang saat itu berada dalam satu ruang ganti dengan Ji-Sung Park juga menceritakan betapa sengitnya suasana di malam tersebut. Pada sebuah malam di ruang ganti San Siro, Rooney mendengar seluruh instruksi khusus yang diberikan Sir Alex Ferguson pada Ji-Sung Park.
Wayne Rooney: "Saya ingat teamtalks Sir Alex sebelum pertandingan besar melawan AC Milan. Dia benar-benar menghabiskan seluruh waktunya hanya untuk berbicara pada Park: 'Tugasmu hari ini bukanlah menguasai bola, ini bukan tentang membuat passing, ini bukan tentang bola. Tugasmu adalah Pirlo. Itu saja; hanya Pirlo."
“Saat itu Andrea Pirlo memiliki nilai 110 rata-rata operan per pertandingan, dan sekitar 60-70 adalah operan progresif ke depan, operan progresif yang sangat bisa melukai area pertahanan kami.”
“Sir Alex kemudian menginstruksikan ini pada Park: ‘ketika bola dari fullback datang ke Pirlo, dia pasti akan langsung mengalirkan bola tsb melampaui kepala bek tengah kita, yang kemudian para striker mereka akan langsung berlari dari belakang untuk menyambar bola tsb. Pirlo adalah pemain terbaik yang pernah saya lihat dalam melakukan teknik operan itu."
“Jadi Fergie berkata kepada Park: 'Kamu tidak boleh mengizinkan bola itu lewat, bola itu benar-benar tidak boleh lewat, bagaimana pun caranya, bola itu tidak boleh lewat. Kamu tidak boleh terlambat satu detik pun dalam menjalankan tugas ini.'
“Dan di pertandingan itu saya melihat Pirlo benar-benar nyaris tidak bisa melepaskan operan berbahaya, dari 40 operannya di pertandingan itu, 95% operannya adalah back-pass karena Park benar-benar luar biasa dalam menjalankan tugas dari Sir Alex Ferguson.”
“Kami semua mengapresiasi kinerja Park di malam itu, karena secara fisik dan mental, tugas yang diberikan Fergie kepada Park sangatlah sulit, dan dia telah menjalankan tugas tersebut dengan sangat sempurna”
Sir Alex Ferguson memang terkenal akan kemampuannya dalam menyeimbangkan talenta kelas dunia dengan para profesional yang kuat dan pekerja keras. Tapi Park jauh lebih dari itu. Dia adalah seekor anjing penjaga yang tangguh, seekor anjing penjaga yang juga dicintai baik oleh rekan satu timnya maupun para pendukungnya.
Bagi penggemar Setan Merah, San Siro akan tetap dikenang sebagai puncak kejayaan Park. Sebuah malam yang dikenang sebagai malam penaklukan sang jendral lapangan tengah, oleh seekor anjing penjaga bernama Park.
#utdfocusid
Bagi Rooney, Park Ji-Sung Sama Penting dengan Ronaldo Saat di MU!
"Ini terdengar gila, tapi jika kamu menyebut Cristiano Ronaldo di depan bocah 12 tahun, mereka akan bilang, 'Ya, dia pemain yang brilian bagi MU', sedangkan jika kamu menyebut Park Ji-sung, mereka mungkin tak tahu siapa dia. Namun kami yang bermain bersama Park tahu betapa pentingnya dia bagi kesuksesan kami,"
"Itu karena Park bermain untuk tim, dan itulah yang ingin saya bicarakan. Lihat saja laga-laga penting yang dimainkan MU. Park atau Darren Fletcher - atau keduanya - selalu terlibat."
"Peran mereka vital bagi kami. Pemain seperti saya, Ronaldo, atau Carlos Tevez menjadi headline berita, tapi mereka (Park dan Fletcher) sama pentingnya dengan kami, mungkin lebih. Itu karena apa yang mereka lakukan untuk tim."
"Kami semua di ruang ganti tahu, meski mereka sangat bagus dalam berkorban, kualitas individu mereka sering diabaikan,"
"Saya ingat team talk Fergie sebelum melawan Milan. Dia bilang kepada Park, 'Tugasmu hari ini bukan menyentuh bola atau membuat passing, tugasmu adalah Pirlo. Cuma itu: Pirlo',"
"Pirlo saat itu bisa membuat 110 umpan per laga, 60-70 di antaranya ke arah gawang lawan, umpan yang mematikan."
Jadi Fergie bilang ke Park, 'Dia tak boleh dibiarkan mengumpan. Kamu tak boleh telat sedetik atau meninggalkannya semeter pun'.
Dan saat itu Pirlo pun cuma melakukan sekitar 40 umpan, 95 persen ke belakang karena Park dengan luar biasa menjalankan instruksi itu."
"Kami semua mengapresiasinya, secara fisik dan mental, yang dilakukan Park malam itu sangat sulit,"
(Detik/The Times)
Aditya Hasibuan anak Kompol Abdul Rahman melakukan penganiayaan terhadap Ken Admiral seorang mahasiswa. Sudah mengalami kerugian saat korban menagih ganti rugi ke rumahnya, Kompol Abdul Rahman malah menyuruh seseorang untuk mengambil senjata laras panjang.