Dia dokter spesialis anak. 10 tahun praktek di RS besar. Sehari bisa ketemu 20-30 anak dngan berbagai kondisi
Suatu hari ngopi bareng, ku tanya iseng:
"Lo bisa bedain gak anak yang ortunya suka ikut meledak waktu anaknya tantrum?"
"Bisa. Dengan sangat jelas." sambil dia sruput kopi siang itu
"Dari mana?" tanyaku
"Dari cara anak itu masuk ruangan. Dari cara dia duduk. Dari cara dia respons waktu ku angkat suara sedikit untuk ngetes."
wow bener2 ke scan ya.
Pak, Indonesia itu butuh 9.000 ton paracetamol setiap tahun.
Sembilan ribu ton, pak.
Itu angka dari Kementerian Kesehatan.
Paracetamol yang harganya 2.000 rupiah di warung sebelah, adalah obat paling banyak dikonsumsi di negara kita.
Pusing? Paracetamol.
Demam? Paracetamol.
Pegal habis kerja? Paracetamol.
Gak enak badan tapi gak tahu kenapa? Paracetamol juga.
Dan kita gak pernah nganggep itu aneh. Sampai aku baca satu hal yang bikin aku "beneran ini?"
RAFI AHMAD INI BENERAN KETUA BUZZER GA SI? DAN 35 PERUSAHAAN RAFFI AHMAD BENERAN WADAH LAUNDRY?
1/ Materi stand-up Pandji Pragiwaksono soal dugaan money laundry jenderal besar yang memakai permisalan nama Raffi Ahmad sukses bikin geger. Imbasnya, Project Multatuli langsung membongkar data Ditjen AHU Kemenkumham: Total ada 35 perusahaan RANS yang berdiri cuma dalam kurun 5 tahun
Gila atau wajar? Mari kita bedah daftar gurita bisnisnya dari tahun ke tahun
2/ Masa Awal & Ledakan Pertama (2020 - 2021)
Bermula dari sektor media dan animasi, gurita bisnis Sultan Andara langsung meledak dengan mendaftarkan 10 PT baru dalam satu tahun saja (2021):
PT Rans Media Indonesia
PT Rans Animasi Indonesia
PT Rans Entertainment Indonesia
PT Rans Kapital Indonesia
PT Rans Karnaval Internasional
PT Rans Kekinian Indonesia
PT Rans Nikmat Sejahtera
PT Rans Menajemen Artis
PT Rans Olahraga Digital
PT Rans Prestisius Cakrawala
PT Rans Prestisius Klub Sepak Bola
PT Rans Bisnis Indonesia
3/ Agresi Lanjutan di Tahun 2022 (7 Perusahaan Baru)
Tidak diberi kendor, RANS langsung merambah ke sektor kosmetik, keluarga, hingga aliansi strategis:
PT Rans Keluarga Bersama
PT Rans Kosmetika Indonesia
PT Rans Nusantara Hebat
PT Rans Satu Bunda
PT Rans Cantik Indonesia
PT Asiana Rans Indonesia
PT RFA Maju Internasional
4/ Puncak Gurita Terbesar di Tahun 2023 (12 Perusahaan Baru!)
Ini tahun paling agresif. Dalam waktu 12 bulan, belasan entitas bisnis baru berskala PT dengan inisial RANS dan RFA resmi didaftarkan ke negara:
PT Rans Boga Indonesia
PT Rans Surya Aktivasi
PT Rans Bersahaja Network
PT Bersahaja Network Rans Sukses
PT Prestisius Rans Gemerlap
PT Prestisius Rans Medan
PT Prestisius Rans Moon
PT Prestisius RFA Karnaval
PT RFA Karya Bangsa
PT RFA Kharisma Internasional
PT RFA Rojo Sambal Indonesia
5/ Sektor Baru & Ekspansi Tahun 2024 (4 Perusahaan Tambahan)
Bahkan hingga tahun 2024, ekspansi bisnisnya belum berhenti dan mulai merambah ke ranah siber hingga pangan:
PT RFA Sieber Internasional
PT Agung Rans Bersahaja Indonesia
PT RFA Minang Maju
PT Sultan Pangan Perkasa
6/ Mendirikan dan mengelola 35 perusahaan hanya dalam waktu 5 tahun jelas membutuhkan aliran likuiditas dan modal yang luar biasa masif.
@txtpersahaman Yg jago mah akunting yg melakukan kejahatan money laundry nya, kl rafi bisa apa, dia aja cuma tamat smp, gampang kl mau lacak keuangan rafi, masalah nya pemerintah niat gak, lacak kejahatannya, krn banyak oknum pemerintah numpang nyuci jg disitu, temen makan temen dong
Update porto Timoti di BBCA
Kepemilikan: 112.076 lot
= 11.207.600 lembar saham
Modal beli:
11.207.600 × Rp8.355
= Rp93.639.498.000 (Rp93,64 miliar)
Nilai saat ini (harga Rp4.850):
11.207.600 × Rp4.850
= Rp54.356.860.000 (Rp54,36 miliar)
Floating loss:
Rp93,64 miliar - Rp54,36 miliar
= Rp39,28 miliar
Persentase kerugian:
≈ -41,95%
Dividen yang pernah diterima:
Rp616.418.000
jika harga mc laren 6 miliar per unit
maka dia lagi floating loss 7 unit mc laren
bisa warna warni bosss
Seorang penjual di Tokopedia melaporkan kerugian setelah transaksi senilai Rp6.000.000. Dengan modal barang Rp5.500.000, ia berharap untung Rp500.000. Namun, total potongan Tokopedia mencapai Rp963.270, termasuk komisi platform Rp570.000 dan komisi dinamis Rp390.000, sehingga dana bersih yang diterima hanya Rp5.036.730. Alhasil, ia justru rugi Rp463.270. Admin Tokopedia hanya menjelaskan rincian potongan tanpa analisis lebih lanjut. 😞
Rumor terbaru:
Indonesia akan dimasukkan menjadi stand alone country
Masih rumor ya
Di pasar ekuitas, lembaga rating mengklasifikasikan negara-negara yang tidak memenuhi persyaratan minimum untuk status Negara Maju (Developed), Negara Berkembang (Emerging), atau Negara Perbatasan (Frontier) sebagai Stand Alone
Terkucilkan
Suatu negara biasanya diturunkan statusnya menjadi "Stand Alone" karena penurunan akses pasar yang parah, pemberlakuan kontrol modal yang ketat, krisis likuiditas mata uang/valuta asing (FX) yang berkelanjutan, atau sanksi geopolitik.
Negara-negara Stand Alone saat ini:
Rusia: Diklasifikasi ulang menjadi status Stand Alone setelah sanksi internasional yang berat dan penutupan pasar.
Nigeria: Diklasifikasi ulang dari Frontier menjadi Stand Alone karena kekurangan mata uang asing yang berkepanjangan dan masalah repatriasi modal.
Lebanon: Dipindahkan ke status Stand Alone setelah krisis keuangan lokal yang parah dan pembatasan FX
Argentina: Sangat dibatasi oleh kontrol modal domestik yang ketat dan sebelumnya dikonsultasikan untuk status Stand Alone.
Lainnya (berdasarkan data historis & daftar MSCI): Trinidad & Tobago, Bosnia, Herzegovina, Jamaica, dll
MSCI punya indeks khusus MSCI Standalone Market Indexes yang tidak masuk ke dalam MSCI Emerging Markets atau Frontier Markets Index.
Apa yang terjadi pada pasar saham suatu negara yang menjadi Stand Alone?
1. Penghapusan Indeks. Saham negara tersebut sepenuhnya dihapus dari indeks acuan global
2. Terisolasi. S&P terus melacak negara tersebut melalui indeks mandiri domestik tunggal dan tertutup sehingga investor lokal atau khusus masih dapat melihat data
3. Evaluasi terpisah. Karena reklasifikasi mandiri biasanya terjadi selama keadaan darurat ekonomi, S&P mengizinkan "peninjauan di luar siklus" untuk mentransisikan suatu negara ke status lain segera daripada menunggu peninjauan tahunan standar.
Saya dapat info bhw ada 17 calon Dubes asing yg sudah tiba di Jakarta tapi sampai sekarang masih MENUNGGU waktu utk memberikan surat kepercayaan kpd Presiden. Dari mereka ada yg sudah menunggu 8 bulan. Ada juga Dubes dari negara ASEAN yg menunggu 6 bulan. Karenanya, mereka belum bisa bekerja secara resmi.
Ini memberikan kesan buruk bagi negara2 sahabat yg mengirim Duta Besarnya ke 🇮🇩, apalagi Dubes 🇮🇩 di luar negeri selalu dgn cepat menyerahkan surat kepercayaan kpd host country. Tanpa menyalahkan siapapun, Mohon masalah ini dapat segera dituntaskan Istana krn menyangkut reputasi diplomatik kita.
Gini yak,
1. Gua pake fasilitas karna bayar pajak.
2. Pake minyak sawit juga gua beli.
3. Lewat tol juga bayar, gak gratis.
4. Terima gaji dari pemerintah? Sorry yeee, yg ada pemerintah terima gaji dari rakyat.
5. Lu bayaran?
indonesia bukan cuma diisi umat islam yang bayar pajak.
ada kristen, katolik, hindu, buddha, konghucu, penghayat, dan warga lain yang ikut membiayai apbn lewat pajak, ppn, cukai, dan pungutan negara.
jadi kalau kurban pakai apbn, masalahnya bukan semata “sah atau tidak sah secara syariat”.
masalah besarnya: bolehkah uang publik lintas agama dipakai untuk membangun citra ibadah pribadi satu pejabat?
negara harus adil. jangan jadikan anggaran rakyat sebagai panggung kesalehan personal
Guys, Ferry Irwandi baru merilis video yang menurut gue paling berbahaya untuk reputasi Purbaya sebagai Menteri Keuangan.
Bukan berbahaya karena mengandung fitnah.
Tapi berbahaya karena menggunakan matematika.
Dan matematika tidak bisa dibantah dengan narasi.
Tidak bisa dibantah dengan wawancara di TV One.
Tidak bisa dibantah dengan bilang "Anda tidak mengerti ekonomi."
Matematika hanya bisa dibantah dengan matematika yang lebih benar.
Apa yang Purbaya klaim:
Pertumbuhan ekonomi 5,61%
adalah capaian yang membanggakan.
Fundamental kita kuat.
Konsumsi yang menjadi komponen terbesar bukan government spending yang menggerakkan pertumbuhan itu.
Kalimat Purbaya yang paling terkenal soal ini: pertumbuhan 5,61% tidak digerakkan oleh belanja pemerintah yang besar.
Konsumsinya 54,36% jauh lebih besar dari government spending yang hanya 6,72%.
Kedengarannya masuk akal.
Sampai Ferry Irwandi membuka spreadsheet dan mulai menghitung.
Dan inilah yang sebenarnya terjadi dan ini yang membuat gue berhenti:
Ferry tidak membantah bahwa konsumsi lebih besar dari government spending secara persentase komposisi GDP. Itu benar.
Tidak ada yang menyangkal itu.
Yang Ferry bantah adalah logika yang digunakan Purbaya untuk menarik kesimpulan.
Karena yang penting bukan porsi komposisi tapi kontribusi persentase poin terhadap pertumbuhan.
Dan ketika dihitung dengan benar:
Konsumsi menyumbang 2,94 persen poin dari 5,61%. Investasi menyumbang 1,79 persen poin.
Government spending menyumbang 1,26 persen poin.
Sekarang pertanyaannya:
government spending naik berapa persen untuk menghasilkan kontribusi 1,26 persen poin itu?
21,81%.
Kenaikan tertinggi dalam sejarah modern republik ini. Dalam 10 tahun terakhir range normalnya antara 3 sampai 6 persen. Tidak pernah 21,81%.
Dan Ferry Irwandi melakukan sesuatu yang sangat mematikan:
Dia menghitung counter faktual.
Pertanyaannya: kalau government spending tumbuh normal sesuai rata-rata 10 tahun terakhir yaitu 4,8% bukan 21,81% berapa pertumbuhan ekonomi kita yang sesungguhnya?
Dengan akuntansi: 4,63%.
Dengan ekonometrika memasukkan multiplier effect dari konsumsi dan investasi yang ikut terpengaruh: antara 4,23% sampai 4,43%.
Bukan 5,61%.
Tapi sekitar 4,2 sampai 4,6 persen.
Dan ini yang paling mematikan dari seluruh analisis Ferry:
Purbaya bilang 5,61% adalah salah satu yang tertinggi. Perlu dirayakan. Perlu dibanggakan.
Ferry Irwandi berkata dengan sangat dingin:
"Kalau government spending-nya normal ini bukan salah satu yang paling tinggi.
Ini salah satu yang paling buruk."
Selama 10 tahun terakhir dengan government spending yang normal pertumbuhan 4,2 sampai 4,6% itu ada di bawah rata-rata historis Indonesia.
Jadi yang sedang dirayakan Purbaya setelah dibedah sebenarnya adalah pertumbuhan di bawah rata-rata yang dimanipulasi tampilannya dengan belanja negara yang tidak berkelanjutan.
Dan ini yang bikin gue benar-benar tidak bisa tidur:
Dari mana uang belanja pemerintah yang naik 21,81% itu?
Pendapatan negara naik 10%.
Belanja naik 31,8%. Defisit Q1 saja sudah Rp240 triliun ditutup dengan utang tambahan Rp258 triliun.
Artinya: pertumbuhan 5,61% yang dirayakan itu sebagian besar dibeli dengan utang. Bukan dihasilkan dari aktivitas ekonomi organik rakyat.
Dan utang itu harus dibayar. Dengan bunga. Oleh generasi yang sekarang masih sekolah.
Rakyat yang tabungannya turun dari Rp3 juta ke Rp1,5 juta yang kelas menengahnya menyusut dari 57 juta ke 46 juta tidak merasakan pertumbuhan itu.
Karena pertumbuhan itu bukan untuk mereka.
Pertumbuhan itu adalah angka di kertas yang dibiayai dari kantong masa depan anak-anak mereka.
Dan sementara Ferry Irwandi membuktikan ini dengan ekonometrika:
Purbaya tetap keliling media bilang fundamental kita kuat. Gubernur BI mengganti definisi stabilitas supaya rupiah yang di Rp17.600 bisa disebut stabil. Presiden bilang "mau dolar berapa ribu kek." Dan Ketua Komisi XI DPR bilang yang terdampak orang kaya saja.
Market tidak percaya. D
olar tetap ngacir.
IHSG tetap ambruk.
Investor asing terus kabur.
Karena market membaca data bukan narasi.
Dan yang paling telak dari Ferry Irwandi:
"Kalau memang ada yang salah dari matematika saya mohon dikoreksi.
Dengan keilmuan yang benar.
Pak Purbaya kan sering ngaku ekonom.
Tentu ekonom tidak bernarasi.
Tentu Menteri Keuangan tidak beropini.
Jawablah dengan data."
Sampai hari ini belum ada jawaban dengan data.
Yang ada hanya wawancara di TV One.
Narasi tentang fundamental kuat.
Dan kalimat yang menurut Ferry sendiri tidak perlu direspons tapi tetap menggelikan: "
Anda tidak mengerti ekonomi."
Sementara rupiah terus melemah. Defisit terus melebar. Dan orang yang disebut tidak mengerti ekonomi itu punya 2,3 juta subscriber yang menonton matematikanya dan tidak ada satu pun angka yang bisa dibantah.
Purbaya bilang pertumbuhan 5,61% adalah bukti fundamental kuat.
Ferry Irwandi membuktikan dengan ekonometrika bahwa tanpa government spending yang naik 21,81% angka itu tidak akan tercapai.
Dan kalau spending-nya normal pertumbuhannya salah satu yang paling buruk dalam satu dekade.
Ini bukan soal siapa yang lebih pintar. Ini soal siapa yang jujur dengan data.
Dan ketika Menteri Keuangan memilih cherry picking angka untuk membuat kondisi terlihat lebih baik dari kenyataan bukan hanya dia yang menanggung akibatnya.
Yang menanggung akibatnya adalah rakyat yang tidak tahu bahwa pertumbuhan yang dirayakan itu sebagian besar adalah utang yang sedang dicicilkan ke masa depan mereka.
MY FRIENDS!
IT'S OFFICIAL!!!
PFIZER HAS JUST PUBLISHED THE LIST OF POSSIBLE SIDE EFFECTS,
OF ITS « COVID VACCINE »!!!
IT'S CRIMINAL!
1) Blood clot,
2) Acute kidney injury,
3) Acute flaccid myelitis,
4) Positive anti-sperm antibodies,
5) Brainstem embolism,
6) Brainstem thrombosis,
7) Cardiac arrest (hundreds of cases),
😎 Heart failure,
*** 9) Cardiac ventricular thrombosis...
10) Cardiogenic shock,
11) Central nervous system vasculitis,
12) Neonatal death,
13) Deep vein thrombosis,
14) Brainstem encephalitis,
15) Hemorrhagic encephalitis,
16) Frontal lobe epilepsy,
17) Epileptic psychosis,
18) Facial paralysis,
19) Fetal distress syndrome,
20) Gastrointestinal amyloidosis,
21) Generalized tonic-clonic seizure,
22) Hashimoto's encephalopathy,
23) Hepatic vascular thrombosis,
24) Shingles reactivation,
25) *** Cancer reactivation...
26) Turbo cancers,
27) Immune-mediated hepatitis,
28) Interstitial lung disease,
29) Jugular vein embolism,
30) Juvenile myoclonic epilepsy,
31) Liver damage,
32) Low birth weight,
34) Multisystem inflammatory syndrome in children,
35) Myocarditis,
36) Neonatal seizure,
37) Pancreatitis,
38) Pneumonia,
39) Stillbirth,
40) Tachycardia,
41) Temporal lobe epilepsy,
43) Testicular autoimmunity,
44) Thrombotic stroke,
45) Type 1 diabetes mellitus,
46) Neonatal vein thrombosis,
47) Vertebral artery thrombosis,
48) Pericarditis,
49) Sudden infant death syndrome.
SEVERE CONSEQUENCES of a so-called vaccine that protects neither against the disease, nor its transmission, nor severe forms!
" I was insulted, called a dangerous conspiracy theorist, I lost friends for saying that, for any medication, there are side effects, for loudly proclaiming that a so-called vaccine, which kills more than the disease, has no reason to be used, nor made mandatory.
I lost my job as a surgeon because of it! "
Doctor RESIMONT
Guys, Mahfud MD baru keluarkan kritik yang menurut gue salah satu yang paling tajam dan paling berbobot sejak pemerintahan Prabowo berjalan.
Bukan karena Mahfud asal ngomong.
Tapi karena dia menggunakan buku Prabowo sendiri sebagai standar penilaiannya.
Senjata yang dipakai Mahfud: buku Paradoks Indonesia:
Sebelum menjabat Prabowo menulis buku Paradoks Indonesia yang bahkan dibagikan ke setiap anggota kabinet.
Di dalamnya Prabowo menekankan tiga hal: strategi yang benar, manajemen pemerintahan yang baik, dan pemerintahan yang bersih.
Mahfud menggunakan standar yang Prabowo buat sendiri itu untuk menilai implementasinya sekarang.
"Itu standar yang beliau buat sendiri. Namun sekarang, demokrasi kita melemah. DPR hampir tidak pernah lagi mempersoalkan kebijakan Presiden secara kritis."
Tiga poin kritik utama Mahfud:
Satu melemahnya checks and balances.
DPR yang seharusnya jadi penyeimbang kekuasaan hampir tidak pernah mengkritisi kebijakan presiden secara substantif. Koalisi yang terlalu besar membuat fungsi pengawasan parlemen praktis tidak berjalan.
Dua autocratic legalism.
Mahfud menyoroti fenomena di mana hukum dibentuk hanya untuk melegitimasi kehendak penguasa tanpa partisipasi publik yang bermakna. Hukum dipakai sebagai alat bukan sebagai pagar.
Tiga penegakan hukum yang tebang pilih.
Ini bukan tuduhan baru tapi Mahfud menegaskannya dengan konteks yang lebih besar soal arah demokrasi Indonesia.
Soal desakan mundur yang mulai bermunculan:
Mahfud juga merespons soal sejumlah tokoh yang menyuarakan desakan agar Prabowo mundur.
Posisinya jelas: itu bukan makar. Itu bagian dari mekanisme demokrasi yang sehat.
"Kritik yang muncul bukanlah upaya menggulingkan pemerintah. Ini adalah bagian dari demokrasi."
Dan ini penting karena ada kecenderungan untuk melabeli kritik keras sebagai destabilisasi atau makar. Mahfud secara eksplisit membantah framing itu.
Yang membuat kritik Mahfud berbeda:
Mahfud bukan oposisi ideologis yang dari awal menentang Prabowo. Dia mantan Menko Polhukam yang punya akses langsung ke dalam sistem.
Dan dia tidak menyerang dari luar dia menggunakan dokumen yang Prabowo buat sendiri, yang bahkan disebarkan ke seluruh kabinet, sebagai tolok ukurnya.
Ini bukan serangan personal. Ini audit berbasis janji tertulis.
"Objektivitas seorang pemimpin bisa dinilai dengan membandingkan janji tulis dan implementasi di lapangan."
Sudah ada yang kabur naik jet pribadi via Halim minggu subuh yang sebelumnya tengah malam bertransaksi masif ke Bank Digital dan E-Wallet milik kerabat dekat pejabat pengambil keputusan dengan nominal rata-rata utk mengelabui sistem kepatuhan perbankan.
Dana cair ke rekening vendor beberapa saat sebelum kabur. Vendor hantu ini berkantor di kantor kosong daerah Jakarta Barat yang menjadi kedok utk menyembunyikan “Beneficial Owner” yg sebenarnya dibalik layar..
Anggaran yg dimandatkan untuk stunting dan gizi buruk kini sudah bertransformasi menjadi GIZI BAGI OLIGARKI.
Next, akan ada pengalihan isu utk menutupi ini yang sedang ramai 🔥
~ foto lama hanya utk pemanis ☕️
Ingat Halmahera ingat gubernur cantik, ingat gubernur cantik ingat kerusakan lingkungan, Lingkungan rusak karna hutan habis, hutan habis ingat tambang, ingat tambang teringat kejadian kemaren konflik agama, lalu kita bertanya dimana gubernur terkaya di Indonesia itu berada.
Jangan sampai ada yang menari diatas luka.
KALAU PENYAKIT BISA BICARA MEREKA AKAN "TERIAKK"
1. TUMOR
“Aku tumbuh pelan-pelan karena kamu terlalu lama menahan.
Marah kamu simpan, sedih kamu tutup,
Kecemasan kamu pendam.
Yang tidak keluar... akhirnya mencari jalan sendiri.”
2. AUTOIMUN
“Aku muncul saat kamu terus melawan dirimu sendiri.
Di luar kamu bilang ‘aku kuat’, padahal di dalam kamu lelah.
Tubuhmu ikut bingung,
karena kamu tak pernah jujur pada rasa.”
3. KANKER
“Aku besar dari luka yang kamu kunci rapat.
Maaf yang tak pernah terucap.
Tangis yang tak pernah tumpah.
Sakit hati yang tak pernah sembuh.”
4. STRES KRONIS
“Aku bukan cuma di pikiran.
Aku masuk ke tidurmu, ke makananmu, ke napasmu.
Kamu bilang ‘aku baik-baik saja’,
padahal tubuhmu berteriak minta istirahat.”
5. INSOMNIA
“Aku datang karena kepalamu tak pernah benar-benar berhenti.
Kamu rebah, tapi pikiranmu masih berlari.
Kapan terakhir kali kamu benar-benar tenang?”
6. SAKIT MAAG / LAMBUNG
“Aku perih karena kamu terlalu sering ‘menelan’ keadaan.
Tidak enak hati.
Tidak enak menolak.
Tidak enak berkata jujur.”
Cukup...
Tubuh bukan musuh.
Ia hanya alarm.
Belajar dengarkan sebelum ia teriak lebih keras.