Demi Allah gue akan sakit hati sekali kalau tuntutan se-valid ini nanti dilabelin beliau sebagai nyinyiran doang. Gak pernah pernahnya gue merasa se-diludahi ini sama yang katanya pemimpin negeri.
respect setinggi tinggi nya untuk para mahasiswa dan masyarakat yg turun ke jalan, ga lupa untuk semua mutual or non mutual ku yg mau bersuara. terimakasih banyak sudah mau meluangkan waktu untuk posting, like maupun retweet mengenai keadaan negara yg sebenarnya.
tolong terus bersuara, mau sekecil apapun akun kalian, sedikit apapun audiens kalian, ga ada yg percuma. 1 suara, 1 postingan dari kalian sangat berharga. selama internet ga diputus, media sosial belum di blokir, media lokal masih terus bungkam, terus sampaikan aspirasi ya. panjang umur perjuangan ✊🏻
#demo #MenujuIndonesiaBangkrut
Kang ojek yang nganterin gue hari ini lebih semangat ngomongin demo sama kenaikan BBM daripada gue sendiri. Temen gue bilang sopir taksinya sepanjang jalan juga bahas demo hari ini. Pembicaraan politik bukan lagi di medsos atau kalangan akademik aja. Harus tetep berisik gesss.
Jujur bingung banget
Negara mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Rupiah menguat, pasar merespons positif, koruptor mulai ditangkap, reshuffle disiapkan. Tapi masih ada yang ngotot demo 12 Juni.
Jadi sebenarnya yang dicari solusi atau memang ingin bikin gaduh?
Nah ini contoh twit buzzer ya ges, biasanya harganya 1 twit begini 3000-5000 rupiah.
Kalau ditawarin begini, jangan mau ya. Masa bayarannya kalah sama pertamax 1 liter
Anak anak santuy aja MBG distop sebab mereka sudah terbiasa bawa bekal dari rumah.
Yg marah dan uring uringan itu vendor dan pemilik SPPG sebab cuannya gede.
Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.