Ingat nama ibu Papua ini:
Melkiana Duwitau, ibu hamil 31 tahun, tewas dibunuh peluru tentara saat sedang hamil 32 minggu akibat operasi militer
Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya
Never forget, never forgive
UPPPP LAGI GUYSSS, ini uda ada surat edaran dari kampus yaa
kronologi terbaru yang aku dapet dari keluarganya yang sempet di wawancara pihak liputan 6, beliau ini sudah sampai kampus barulah selang 2 jam setelah itu langsung hilang kabar (ig deactive, wa deactive juga)
Jari tengah untuk so-called Badan Gizi Nasional yang jajarannya sama sekali gak ada yang ahli gizi, dan anggarannya hasil dari menggarong 20% pos anggaran pendidikan.
Jari tengah untuk kabinetmu! @prabowo
Fyi, wni kalo mau kerja itu:
1. Punya pengalaman
2. Pendidikan minimal & berbagai syarat
3. Ada batasan umur
4. Ga boleh ada rekam jejak kriminal
Tapi,
1. Gaji mungil😂
2. Pajak banyak
3. Bahan pokok/barang serba mahal
Sedangkan, pejabat kalian, tajir melintir🤣 💚
Subuh, Yogyakarta, 9 Februari 2008
Lambang Babar Purnomo, seorang PNS arkeolog senior, alumni FIB UGM, ditemukan tewas di selokan di jalan lingkar luar utara Yogyakarta.
Dia baru pulang sekitar jam 4 pagi setelah bertemu dengan sejumlah teman arkeolognya.
Harusnya di hari itu, siangnya, dia menjadi saksi ahli dalam persidangan perkara kehilangan dan pemalsuan beberapa benda berupa arca, koleksi Museum Radya Pustaka, Solo.
***
Beberapa waktu sebelum kejadian, dia ditugaskan kantornya untuk pengambilan dan pengembalian benda pusaka ke tempat seharusnya.
Benda-benda itu akhirnya Pak Lambang temukan di bangunan rumah pribadi di Jakarta.
Milik siapa rumah itu?
Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto.
Setelah menjemput arca di rumah itu, Pak Lambang juga bilang bahwa ada fosil gading dan arca-arca lain tanpa dokumen.
Pak Lambang dijadwalkan menjadi saksi ahli di pengadilan untuk kasus ini.
***
Polisi menyatakan kematian Pak Lambang adalah karena kecelakaan tunggal sepeda motor.
Tidak ada yang janggal kata Polisi.
Tapi, ini janggal karena jenazahnya tidak menunjukkan kalau itu kecelakaan tunggal.
Setelah diotopsi, laporan medisnya bilang, ini tidak seperti biasanya kecelakaan tunggal sepeda motor
Dokter yang melakukan otopsi bilang kalau ini tidak seperti kecelakaan, tapi bisa jadi karena: kepalanya dipukul atau dipuntir.
"Seperti di film-film itu, lo, sampai bunyi krek."
Kutipan dokter itu dimuat di laporan Tempo tanggal 29 September 2008.
Tapi polisi tetap menyatakan itu kecelakaan tunggal.
Kematiannya tidak pernah dibawa ke pengadilan.
Kebetulan Tempo, beberapa bulan lalu mengangkat kasus ini sebagai kilas balik. Menarik disimak.
Giliran MBG, perbandingannya Finlandia dan Swedia. Tapi kalau kesejahteraan guru, fasilitas sekolah, kurikulum, disuruh bersyukur dan gak dibandingkan dg Finlandia dan Swedia.
This is why travelling IS political and I wish more people would realize it. Wdym an outsider cuma perlu 2/3 minggu untuk menjelajahi setengah negara ini, meanwhile we as a local who was born and raised here, probably won't even have that chance.