Timses mas @pramonoanung juga diduga melakukan fabrikasi HOAX untuk membakar kemarahan warga jika terjadi putaran kedua. Lagi-lagi pertanyaan utk apa manfaatnya kita berbangsa dan bernegara ?
Bukankah kita telah setuju merebut kekuasaan dgn siasat bukan dgn khianat kepada rakyat ? #dapse #JumatBerkah
Mas gun mas gun... sekelas ente @GunRomli harusnya malu takut sama sticker
Pramono rano didaftarkan ke KPU oleh PDIP di ttd ibu Megawati. Didukung partai Hanura dan Umat.
Sticker itu tidak ada salahnya. Yang salah itu cara berfikir kalian sbg timses resmi 03 nyuruh orang nangkapin. Nanti yg nangkepin malah kami penjarain, gmn ?
Ente mau bikin rusuh lagi kek 2017 ? Kalo ente jual ane beli :p dapse'
#PilkadaJakarta2024
TWIT-TWIT LAMA
Dulu 12-15 tahun yang lalu sebelum jadi pejabat publik, saya memang aktif bermain Twitter (sekarang X). Sebagaimana nature-nya platform tersebut, saya berekspresi secara bebas. Kadang penuh kritik pedas, kadang nyindir, sering juga nyinyir. Sering saya katakan di mana-mana, dulu saya adalah netizen yang marah—bahkan julid.
Tapi kemudian takdir membawa saya ke proses hidup yang lebih kompleks. Pada gilirannya Allah menakdirkan saya menjadi pejabat publik, dari walikota sampai gubernur. Saya giliran balik dikritik, disindir, dinyinyiri di media sosial. Saya sering melihat diri saya yang dulu, netizen yang marah tadi. Bikin saya tersenyum dan sadar.
Konon setiap orang akan melewati fase-fase jadi tukang protes, anak muda yang rebel penuh kritik dan sinisme. Tapi semua orang juga berproses, harus menjadi lebih bijaksana dan tahu diri.
Ibarat anak-anak yang selalu protes pada orangtuanya, remaja yang rebel, pemuda yang kritis dan sinis, pada saatnya akan jadi orangtua yang melihat dari sudut pandang yang berbeda. Yang akan bilang pada dirinya sendiri, "Oh gitu ya saya dulu", dan "Ternyata begini rasanya di posisi ini."
Bagaimanapun, untuk twit-twit saya yang lama, saya akui dulu saya kurang bijak dan mungkin kurang literasi—bahkan kurang sopan. Saya mohon maaf jika ada pihak-pihak yang tersakiti, terkritik, tersindir, atau terhina dengan cara saya berekspresi. Semoga saya bisa lebih baik lagi ke depan. 2017-2018 saya pernah meminta maaf tentang hal-hal ini. Saya banyak belajar.
Saya tidak membela diri atau berusaha membenarkan. Itu memang saya yang dulu, saya yang kurang bijak.
Semua orang pernah protes, tapi proseslah yang akan membuatnya sukses. Katanya masa lalu tidak akan mengubah masa depan, tapi sebaliknya.
Maafkan aku yang dulu. Mari kita move on.
Ridwan Kamil
Transformasi Jakarta. Alhamdulillah akhirnya Jakarta bisa dibanggakan. Kang Emil sudah melakukan sejak jadi wali kota Bandung. Hanya skalanya lebih kecil krn APBD kota Bandung dan DKI berbeda.
https://t.co/svaVj6LxUS
Dear Baim Wong dkk.
Nasehat saya, tidak semua urusan di dunia ini harus selalu dilihat dari sisi komersial. Fenomena #CitayamFashionWeek itu adalah gerakan organik akar rumput yang tumbuh kembangnya harus natural dan organik pula.
ALHAMDULILLAH YA ALLAH,..
Akhirnya Engkau memberikan kesempatan saya untuk kembali
memeluk, membelai dan memandikan anak saya sesuai syariat
Islam, juga mengadzankan dengan
sempurna di telinganya persis seperti saat Eril lahir.