Pelaku politik identitas
- Jokowi, hadir di 212 gandeng maruf amin jadi wapres, pelaku acak konstitusi
- Prabowo, penggerak 212, gandeng FPI, pelaku pelanggar HAM, bawa2 ulama juga di acara kampanye sambil joget2
Yang DISALAHIN
-Anies
Ga pernah hadir 212, ga langgar apapun
Bgst
Sekarang gw jadi tau
Kenapa yg sangat² serius dengan pendidikan hanya pak Anies.
Karena yg lain gamau rakjatnya pinter
Supaya bisa dimanfaatin tiap 5 tahunan 🤣🤣
Baru skrg2 ini urang paham kenapa Allah sering bgt dlm Al-Qur'an ngomong "bagi orang2 yg beriman"
"bagi orang2 yg berpikir"
"tidak kah kamu melihat?"
"tidak kah kamu mendengar?"
"Apakah kamu tidak memikirkan?"
Ternyata emg gak semua orang mau melihat, mendengar, dan berpikir
Saya pilih pendidikan gratis, mereka pilih makan gratis
Saya pilih miskinkan koruptor,
Mereka pilih naikan gaji pejabat.
Saya pilih yg bisa bicara
Mereka pilih yg bisa joget
Saya pilih yg cerdas
Mereka pilih yg gemoy.
Level kita beda
gua pun pendukung prabowo di 2014 dan 2019, karena ogah dipimpin jokowi (dan pdip).
Pilihan gua kalah pun, ya yaudah.
2024 sempat bingung, dukung Prabowo apa Anies. Eh pas tau wakilnya gibran (anaknya jokowi) dan pencalonannya pake nabrak konstitusi, ga dulu deh.
Gk usah sok bijak, kt gk bs terima kekalahan?
Lol... Kita yg ada skrg itu udah biasa nemenin wowo kalah dari 2014,2019. Gk usah u ajarin soal kalah menang.
Kalah menang kita biasa, yg eneg itu kalau bertahun2 kecurangan terus di pelihara.
Tanya bapak kalian itu, dia ktnya menang QC. Knpa gk sumringah? Karena dia tau, pedih 2x di sikat dengan cara sama. Skrg dia menang dengan cara yg sama dipakai untuk tenggelamin dia.
Wowo itu org yg ekspresif, dia marah ya dia lgsg tunjuki, dia senang jg begitu. Tp skrg kenapa ktnya menang tp wajah gk bahagia.
Yang masih gak masuk di akal saya adalah dengan segitu banyak pelanggaran etik oleh pejabat negara, kita cuma manggut-manggut iya-iyain aja 😅
Kek dibego-begoin semua 😆
Para Guru dicemooh. Menjadi pinter, cerdas, intelek, berwawasan dibolak-balik jadi kayak semacam aib/dosa 🤒
Oh, "pintar", "intelek", sama "scientist" udah jadi ejekan sekarang?
Ya wajar aja gaji guru kecil, guru besarnya gak didengar, biaya kuliah mahal, pendidikan dibikin sekenanya.
Memang pada gak mau pintar.
Dear para ibu dan calon ibuu, ayok kita tanamkan generasi penerus bangsa ini menjadi generasi yang rajin baca 😭
Nggak modal hoax lewat video yang sudah diframing dan akhirnya kecuci otak satu arah :"
not pak anies and pak ganjar dikatain kalah gara-gara gaya kampanyenya gak sesuai selera masyarakat🤣
gue mending pak anies kalah begini daripada menang modal joget, guyur orang pake bansos udah gitu enggan dialog dua arah sama masyarakat PLUS absen di banyak undangan penting.
gak, gak merasa bersalah. that’s the bare minimum, THAT’S THEIR JOB. gak usah congkak kayak gini.. its the same to all paslon kok, kalo salah ya dikritik dan harus mau mendengarkan kritik dari rakyatnya bukan yang sedikit2 lapor, itu baru pemimpin dan demokrasi
Pendukung 01 ini emang kasian banget, ibarat aktivis nyablak yang membela orang tertindas yang dicurangi sistem terstruktur.
Divalidasi tidak beretika karena ngomong kasar sedangkan yang dilawan sistem culas yg dimaklumi.
Benar2 keadilan tidak berpihak kepada kita.
☺️
Dialog dengan warga, menampilkan performa terbaik dalam debat, dan punya rekam jejak yang lebih mendingan dibanding yang lain saja takcukup.
Cara paling ampuh jadi presiden di negara ini adalah main politik uang, curangi sistem, intervensi lembaga, dan kerahkan aparat birokrasi.
Bang Nikko, kalau lo nanya gw pribadi, sebagai pendukung 01, gw ikhlas & puas banget sama hasilnya.
Tanpa bantuan paman di MK, Bawaslu, influencer bayaran, Menteri, sampai Presiden, tapi bisa dapet 25-30a%-an suara. Gokss. Alhamdulillah 😇
Semangat mencari rezeki Bang ya 🙏
Gue bingung kenapa politik identitas tu dilekatin ke pak anies..padahal 212 itu prabowo dan jokowi yang lakuin. Even ahok pun yg menjarain si jokowi.. tapi yg salah tetap anies. Why?
Banyak partai yg korupsi dan bikin peraturan merugikan, yg salah tetap pks. Munafik
Dengerin ya, Mas Gibran.
Anda unggul bukan karena Anda memenangkan debat, bukan karena hebat dalam mengurus kota, bukan karena Anda pandai merangkul warga.
Anda unggul karena sebagian besar parpol ada di Anda, dana bansos negara Ayah Anda yang bagikan, dan Paman Anda ada di MK