Saat keluarga menjemput jenazah Rheza, mereka dipaksa menandatangani surat pernyataan bahwa kematian ini dianggap “murni musibah” dan tidak akan menuntut pihak mana pun.
Rheza Sendy Pratama, dibunuh dan masih difitnah "murni musibah"
Peaceful protests every Thursday in front of the Presidential Palace have been conducted for 18 years yet the Indonesian government turned a blind eye.
yang masih belum mengerti apa aja tuntutan yang dilayangkan masyarakat kepada pemerintah dalam aksi demo yang berlangsung, silahkan dibaca.
cr : instagram @/ahmadbalyaofficial , @/salsaer , @/jeromepolin , @/cherylmarella , @/didietmauludi
“Habis ini yang mati siapa?
“Saya pak? Karena gamau mundur”
Damn that gives me chills
May god protect us all from the injustice violence and false accusations the police and the government is throwing our way