Keputusan FIFA menangguhkan hukuman skorsing Folarin Balogun ini keputusan paling memalukan. Apa pun yang bakal diucapkan FIFA setelah ini soal independensi, sudah tak berarti sama sekali.
Tadi coba riset sepintas soal penerapan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA. Pasal ini memang sangat jarang digunakan. Bahkan, sependek risetku, belum pernah diterapkan untuk pemain yang mendapat hukuman kartu merah di Piala Dunia.
Penerapan Pasal 27 yang terkenal, yakni penangguhan hukuman Cristiano Ronaldo pada November 2025. Saat itu, Ronaldo awalnya dijatuhi skorsing tiga pertandingan setelah mendapat kartu merah ketika Portugal kalah dari Irlandia di babak kualifikasi Piala Dunia. Pada akhirnya, dia hanya menjalani hukuman satu pertandingan.
FIFA boleh saja berkeras bahwa keputusan mereka independen. Tapi kalau membaca apa yang disampaikan @JacobsBen soal adanya telepon dari White House, runtuh sudah kredibilitas FIFA.
Piala Dunia 2026 sudah kehilangan marwahnya. Dan Amerika Serikat sebaiknya tidak usah lagi diajak dalam urusan apa pun yang berkaitan dengan sepak bola. Memalukan.
Ibu Desi sama Ibu Yuyun ini polos sekaliiiii.
Ngomong di depan kamera kalau dibayar 100 ribu.
Terus ke media nasional pula.
Ini koordinatornya gak briefing dulu gimana ngadepin media???
😂🤣😂🤣
#intinyadeh anak2 SD diinfo besok mau pawai, ternyata disuruh ikut demo dukung MBG.
Spanduk:
"Kami dukung program MBG, tidak mau anak belajar dalam keadaan lapar"
Dikecam keras, dianggap eksploitasi anak, apalagi tujuan gak transparan (blg pawai, gak taunya demo dukung MBG)
#intinyadeh pasca demo di Bundaran HI, polisi blg massa aksi blm kirim surat pemberitahuan.
BEM UI bantah, nunjukin chat dgn Wakasat Polres Jakpus & isi surat pemberitahuan tgl 9 Jun (H-3 aksi)
BEM UI: "Gak kaget, Polri hanya lindungi kepentingan elit, berbohong setiap saat"
🚨 NEW : Aliansi suporter Chelsea, Man United, Man City, Liverpool, serta PSG di Kenya menggelar parade bus terbuka di Nairobi untuk merayakan kekalahan Arsenal di final Liga Champions. 🫵😹
Eric Omondi (komedian Kenya yang sekaligus fans Man United) disebut yang memprakarsai acara ini.
Ia yang menyewa bus terbuka, membawa DJ, sound system, dan menghias bus bertuliskan “Champions of Europe”.
📸 via @oyimzy
BREAKING!
Warga Papua Selatan hari ini resmi gugat Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, yang keluarkan Surat Keputusan (SK) No. 591 berisi rencana mengubah 486 ribu hektare tanah adat mereka jadi PSN Pangan dan Bioenergi.
Gugatan ini jadi bukti bahwa “Pesta Babi” adalah realita yang terjadi di Papua Selatan hari ini. Di mana kebijakan negara jadi alat legitimasi pemusnahan ruang hidup masyarakat.
Kenapa warga menggugat?
Japanese politician says that Muslims shouldn’t be buried in Japan.
”Japan is a cremation country. Allocating land for Muslim burials is not appropriate. If they want burial, it should be done in their home countries at their own expense.”
Saya ada cerita seorang bapak.
Dia kerja 20 tahun buat biayain anaknya kuliah S1.
Lembur.
Utang.
Sampai jual tanah warisan.
Anaknya lulus. IPK bagus.
Wisuda lengkap dengan toga.
Sekarang anaknya kerja serabutan. Gaji di bawah UMR.
Dan si bapak masih senyum bilang,
"Mungkin belum rezekinya."
Yang bikin saya merenung bukan cerita anaknya.
Tapi cerita si bapak.
Dia lahir tahun 70-an.
Gak tamat SMA pun bisa buka toko,
punya rumah,
besarin anak dengan layak.
Logikanya simpel dan masuk akal:
"Dulu gw gak sekolah tinggi aja bisa. Kalau anak gw kuliah,
hidupnya pasti jauh lebih baik dari bapaknya."
Logika itu benar. Di zamannya.
Masalahnya bukan orang tua yang salah didik.
Bukan juga anaknya yang kurang usaha.
Tapi janji yang mereka pegang sudah kedaluwarsa.
Ijazah dulu adalah tiket.
Sekarang ijazah adalah syarat minimum.
Yang bahkan kadang pun masih belum cukup.
Dua hal yang kelihatannya sama, tapi sebetulnya beda jauh.
Bayangin ya.
Tahun 1995,
fresh graduate langsung diperebutkan perusahaan.
Sekarang,
lowongan entry level minta pengalaman 2 tahun,
skill digital, bisa multitasking, dan siap ditempatkan di mana saja.
Gajinya?
UMR aja belum tentu.
Hampir sama kalau dikonversi ke harga waktu itu.
Tapi harga rumah, kontrakan, dan beras sudah tidak ikut berdiam di angka yang sama.
Generasi 90-an pasti hafal nasihat ini:
"Rajin sekolah, biar dapat kerja bagus."
"Kuliah dulu, baru enak hidupnya."
"Investasi terbaik itu pendidikan."
Nasihat itu bukan bohong.
Di zamannya, itu benar dan terbukti.
Tapi zamannya sudah ganti.
Nasihatnya tidak ikut ganti.
Dan anak-anak kita tumbuh sambil pegang peta zaman dulu
yang sudah tidak cocok sama jalanan yang mereka hadapi sekarang.
Saya pernah ngobrol panjang sama seorang teman.
Dia cerita,
"Bokap gw sampai jual motor buat bayar UKT semester terakhir gw."
Saya tanya, "Sekarang kerjanya apa?"
"Freelance desain. Kadang ada job, kadang enggak."
"Bokap lu tau?"
"Tau. Dia bilang sabar, rezeki ada aja. Tapi gw liat matanya... dia bingung."
Si bapak bingung bukan karena anaknya gagal.
Tapi karena cara yang dulu berhasil sekarang tidak lagi bekerja.
Dan dia tidak punya peta baru untuk dikasih ke anaknya.
Kalau anakmu masih sekolah atau mau kuliah,
jangan cuma pikirin jurusannya.
Tapi ajarin juga:
1. Ajarin dia cara kerja uang sejak kecil.
2. Bekali satu skill konkret yang bisa langsung menghasilkan.
Sebelum dia lulus dan bingung mau mulai dari mana.
3. Kasih ruang buat gagal kecil sekarang.
Biar dia gak gagal besar pertama kali justru di dunia nyata.
4. Jangan cuma bekali ijazah. Bekali juga kemampuan bertahan.
Bukan berarti kuliah tidak penting. Tapi kuliah saja sudah tidak cukup.
Soalnya begini.
Orang tua yang paling menyiapkan anaknya bukan yang paling banyak bayar biaya kuliah.
Tapi yang paling jujur bisa ngomong ke anaknya:
"Dunia yang kamu masuki berbeda dari dunia yang Ayah dan Ibu kenal.
Kita harus cari tau bareng-bareng."
Kejujuran itu lebih berharga dari SPP mana pun.
Dan seperti biasa, selalu ada dua kubu.
Kubu pertama bilang,
"Orang tua salah. Harusnya ajarin skill, bukan kejar gelar."
Kubu kedua bilang,
"Orang tua sudah benar. Anaknya yang kurang mau usaha."
Tapi ada kemungkinan ketiga yang jarang ada yang mau nyebut:
Dua-duanya sudah berusaha sebaik yang mereka bisa dengan informasi yang mereka punya.
Tapi sistemnya yang tidak pernah jujur ke keduanya.
Generasi kita mungkin adalah generasi pertama yang hidupnya lebih susah dari orang tuanya.
Bukan karena malas. Bukan karena manja.
Tapi karena peta yang diajarkan ternyata sudah tidak relevan saat mereka datang.
Dan orang tua mereka masih dengan tulus menunjuk ke peta yang didapat dulu.
Brazilian beer Brahma have just dropped their World Cup advert featuring Ronaldo and it's NEXT LEVEL advertising. 🇧🇷👏🍻
Easily one of the best we'll see.
Gimana gak sakit?
- Rupiah Anjlok ke 17.300, padahal target Presiden Rp 5.000
- IHSG janjinya to the Moon 28.000, faktanya NYUNGSEP ke 6.900 dari 9000an poin
- Defisit Parah, Per Maret saja 240 Triliun (hampir 1% PDB)
- Mengatur uang 335 Triliun untuk MBG tanpa jaminan yang jelas bagi keuangan negara
- Negara tiba2 impor 105.000 Pick Up dari India
- BGN tiba2 Impor 25.000 Motor listrik tanpa sepengetahuan Purbaya
- Asing Menarik Modal, lebih tertarik dengan Vietnam & Filipina
- Bank HIMBARA disuruh memfasilitasi kredit program MBG Dan KOPDES
cc: threads
orang ini bukan orang asing, aku kenal dia sejak SMA. namanya Alif Ivan Putranto, kakak kelasku yang sekarang berkuliah di UIN Jakarta, Program Studi Ilmu Politik angkatan 2022.
sementara aku, mahasiswi Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jakarta angkatan 2024.
Bapaknya koruptor btw, kena kasus suap proyek pembangunan PLTU Tarahan, Lampung di tahun 2004.
makanya lo jangan heran kalau anaknya ngang ngong ga nyambung gini, apesnya jadi wakil rakyat.
Kita memang lembek banget sama keluarga koruptor sampah.
Kumpulan rangkuman tentang perburuan dan penangkapan warga besar-besaran pasca demo akhir Agustus 👇
(Dicompile biar mudah ditemukan dan klo ada info update ttg yg dibahas di sini, tolong kabarin ya)
(Terinfo sampe thread ini dibuat, masih terjadi & bertambah)
---a thread---