2DAU! ❤︎ Good morning all!! This teenager is currently on a search for new acquaintances to talk to. If this offer interests you, kindly leave a trace & I'll reach out to you. Thank you in advance! ˃ 𖥦 ˂
⋮ Canon!RP .ᐟ
@_chocomilkshake —aku pun kembali membiarkan jemari menari di atas kertas, mencoba memeluk sunyi dan mengabaikan debar asing yang masih enggan beranjak dari relung dada.
@_chocomilkshake —kuselipkan sebuah pinta agar ia sudi menyayangi raganya sendiri, sebagaimana ia tulus merawat diriku.
Namun ironisnya, ketulusan budinya mengalun begitu dalam, hingga diam-diam menyapa relung kalbuku dengan perih yang tak tertahankan.
(@_chocomilkshake)
@_chocomilkshake —bisikku lirih—menggantung ambigu, membiarkan sang puan tenggelam dalam tanya, apakah ini untuk sanjungannya, atau untuk racikan kopi yang mengepul hangat.
"Sebaiknya, dirimu segera beristirahat. Malam sudah larut," ucapku di sela pekatnya waktu—
@_chocomilkshake —barangkali nasihat Lisa ada benarnya—mungkin sudah tiba waktunya bagiku untuk rehat sejenak.
Kumpulan buku itu pun lekas kususun rapi, menyisakan satu dua buku yang siap kutuntaskan di keheningan malam ini.
(@_chocomilkshake)
@_chocomilkshake —jemariku kembali menari bersama pena, merangkai kepingan aksara yang sempat terputus dari jeda.
Mengenang kembali sanjungan manis yang terucap dari bibir sang puan, rupanya hanya menyisakan perih yang mengoyak dada—
@_chocomilkshake —segera kularikan benang kusut pembicaraan itu menuju ujungnya. Kubingkai kembali senyuman di wajah, lalu menyambut tawarannya dengan hangat.
"Bila tak menambah lelah, secangkir kopi kurasa sudah cukup menenangkan," bisikku lembut.
(@_chocomilkshake)
@_chocomilkshake —"Tak apa," ujarku lekas, merangkai kata sederhana di tengah jeda yang kian canggung.
Tanpa berniat menyelami rasa lebih dalam, "... mungkin dirimu belum terbiasa melihatku berbingkai kacamata ini."—
@_chocomilkshake Sungguh, bayang kehilanganmu adalah skenario yang tak sanggup kutatap. Bila saat itu tiba, tak dapat dipungkiri bahwa segala yang menimpanya merupakan salahku seorang diri.
(@_chocomilkshake)
@_chocomilkshake —dengan suara selembut layaknya embusan angin senja yang nyaris tak berjejak.
"Aku hanya memikirkan keselamatan dirimu," rasanya perih di balik rusukku, menyesakkan dada tiap kala terbayang ketiga anak itu terancam bahaya, teristimewa ketika menyadari rapuhnya dirimu—