April, 13 tahun yang lalu, Andie Peci dibacok dan dipukuli sekitar 12 orang berbadan besar.
Peci dianiaya beberapa saat setelah ia mengikuti aksi damai mendukung Persebaya Surabaya 1927 yang tak diakui eksistensinya oleh PSSI.
Karena sepak bola, pria2 beringas itu hendak menculik Peci. Namun Peci menolak, melawan, dan menangkis sabetan2 celurit pelaku. Tangan Peci berdarah, beberapa bagian tubuhnya lebam. Di rumah sakit, Peci menerima 29 jahitan pada tangannya.
Teror itu tidak pernah menghentikan Peci. Dia bersuara semakin lantang, semakin aktif turun ke jalan. Sampai hari ini, para pelaku pembacokan itu tidak pernah terungkap. Siapa otak di balik penyiksaan itu tidak pernah tersingkap.
Hari ini, Peci meninggal dunia, meninggalkan jejak kenangan berupa keberanian dan idealisme pilih tanding.
Peci, sebuah kehormatan bisa mengenalmu. Selamat jalan. Semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Innalillahi wa innailaihi rojiun.
Mengapa harus ada seorang pembangkang?
Anggap saja lingkungan kerja atau kantor. Jika atasan (manajemen) ini baik, dan aturan tertulis benar, lalu siapapun bawahannya yg melanggar maka akan menjadi peringatan untuk lainnya.
Kalau ada manajemen yg buruk, aturan yg tidak jelas, atau kebijakan yg aneh, lalu ditelan mentah-mentah dan diikuti semuanya ya cuma akan menjadi komedi paling lucu. Maka dibutuhkan orang bandel yg persetan dengan orang-orang sinting ini dan segala ancamannya.
Salah satu biang kerok utama mengapa kok rasa-rasanya cari uang makin susah dan perputaran ekonomi kita kayak lagi seret banget ?
Uang hasil korupsi yang nilainya mencapai ribuan triliun rupiah itu ternyata SAMA SEKALI GAK BERPUTAR di masyarakat.
Alih-alih masuk ke sistem perbankan atau digunakan untuk pembangunan yang memicu roda ekonomi, uang-uang ini justru ditumpuk mati di dalam safe house atau safe deposit box milik para koruptor.
Usaha catering juga banyak pas pemilu. Artis, penyanyi, jg banyak job. Bahkan pasar/bursa jg volatilitasnya jadi tinggi. Tp ni pendapat saya. Bisa salah atau bisa saja tidak benar.
Saya setuju pemilu diperpendek jadi 4 tahun sekali. Bukan karena ikut2an Amerika, melainkan tanpa kita sadari sebenarnya ekonomi jalan, duit muter, banyak job, barang jasa mudah tersedia dan dibeli masyarakat ya pas kampanye-kampanye itu.
Pengusaha sablon kaos partai, pengusaha jasa iklan, baliho, trus tukang pasang umbul2 bendera partai yg suka merusak pemandangan jalan itu, Mereka akan cepat dapet orderan lagi. Gak nunggu 5 tahun. Cukup 4 tahun aja.