taeyong hasn’t been feeling well since yesterday, so he went to the ER this morning 😢 the fan manager said 127 won’t be appearing on the live broadcast later. please stay healthy urichil 😭❤️🩹
inilah senangnya ngikutin NCT dan sayang semua member (at least gapernah hate member) jadi bisa have fun tiap konten muncul, hyping interaction semua member, I love it 💚
abis nonton behind jacket ilichil, lgsg lanjut konten idolhumamdocu ilichil, abistu eps 2 dream di jeju 😻
Ada kelompok preman buat rusuh sampe bikin orang hilang dan meninggal. Mau lapor polisi lah ternyata mereka juga yang ngawal rombongan preman itu, mau lapor presiden lah dia juga temennya, negara apa ini weyy
agak lemes kalau soal vote karena maupun ilichil di 3 besar tapi gap lawannya jauh bgt, tolong vote yaa temen temen.. lawannya pada keren' loh.. jujur ngos"an kejarnya, member sampe ada yg sakit, mereka udah punya plan kalau 1st win bakal ngapain huhu bantu tolong ya 🥹🫶🏻
Kucing dalam kardus apanya sih? Ini sudah di etalase puluhan tahun, terdisplay dengan jelas. Tidak ada yang mengagetkan sebetulnya.
Gua pernah bilang, kurang terang apa kegelapannya?
Kemarin ngotot bilang "tidak di lokasi".
Stlh netizen menunjukkan video, baru mengaku. "memantau" katanya.
MEmantau sambil membawa pedang katana samurai ?? Dibiarkan polisi ??
Lha kemarin waktu demo mahasiswa UI, kapolres dengan bangga dan sok bijak bilang "telah menemukan pisau dapur ", seolah sdh menemukan bom saja. Skrg ada yang menenteng pedang di depan hidungnya, kicep.
Yungalah ,pak..pak..
Emang gak punya harga diri. Takut aja , udah... Yang penting selamet dan dapur tetep ngebul. 😊
blingy nih keren aslinya karna views dia udh urpassed walk 😭 even digitalnya juga better...cuman lawannya di mushow bikin ngos2an jadi ayo guys kalau pengen liat member road trip trs nyanyi getaway kita harus usaha lebih keras lagi 😭🙌🏻merekau udh angan2 1st win 🥹🫶
idc of a said nugu group or how some gals body look like, tu membernya ada yg buzzer 02 keras 🤣🤣🤣 yall shouldnt hype her either, nanti duitnya dipake buat ngedukung rejim
udah di hujat habis"an sama negara Malay n Brunei, sekarang di roasting video jadi b4bi sama warga Brazil..
GUE KALO PRAB NANGIS MALU BANGET INI.. TITIK TERENDAH SEORANG PRESIDEN
■ KEPADA AIMAN
WITJAKSONO : INEWS TV
Kamis sore saya berada tepat di depan gerbang DPR RI.
Massa aksi mulai bubar.
Sebagian mahasiswa masih berorasi karena baru tiba.
Saya berdiri persis di samping cameraman iNews yang kameranya terpasang di tripod.
Tiba-tiba seorang perempuan berdiri tepat di depan kamera.
Wajahnya siap tampil.
Kamera pun menyala.
Saya tersentak.
Bukan karena ada orang bicara di depan kamera.
Tapi karena saya melihat bagaimana sebuah potongan emosi bisa begitu mudah diproduksi menjadi berita.
Perempuan itu kemudian diketahui bernama Melva Maria Rosa Pardede.
Ia melontarkan makian kepada warga Pati yang sudah meninggalkan DPR RI setelah menyampaikan tuntutannya.
Dimana sebelumnya ia terlihat mengumpulkan dukungan sekelompok orang dengan narasi memprovokasi dengan luapan emosi.
"Kita diberakin !!"
Lalu dia bergeser di depan camera tv.
Camera Inews tv tepatnya.
Cameraman langsung menggeser tripod sambil menyalakan kamera.
Sementara reporter perempuan menyiapkan mic yang siap disodorkan tanpa tanya mana identitas sebagai driver ojolnya.
Saya setengah geram. Karena yakin rekaman ini akan viral dan menggeser isu utamanya.
Pertanyaan saya sederhana saja : Sudahkah diverifikasi siapa dia ?
Jelas tidak dilakukan.
Benarkah profesinya seperti yang disampaikan ?
Tidak ada bukti.
Sudahkah warga Pati yang menjadi sasaran umpatan dimintai konfirmasi ?
Juga tidak ada kontak saat itu.
Sudahkah konteks peristiwanya diperiksa sebelum tayang ?.. Entah.
Aiman, kita sama sama tumbuh sebagai wartawan sejak 2001.
Masih ingatkan, jurnalistik itu bukan lomba siapa paling cepat menyalakan kamera atau menggoreskan pena.
Kamera boleh menyala dalam hitungan detik.
Catatan boleh memenuhi buku.
Tapi kebenaran tidak boleh diverifikasi belakangan.
Sore itu saya menegur langsung reporter perempuan iNews yang berdiri tepat disisi cameraman.
Saya meminta agar berita dibuat dengan lebih teliti, berimbang dan tidak menjadikan umpatan seseorang sebagai bahan untuk menggiring opini publik.
"Cek dulu dia siapa. Jangan menjadi bagian pemecah belah rakyat. Yang kita tuntut itu pemerintah yang dzolim. Penguasa yang abai pada rakyatnya dan melindungi para koruptor. Jangan geser berita memaki kepulangan teman teman warga pati. Mbak hati hati."
Kira kira itu kalimat yang saya sampaikan.
Kenapa hati hati ?
Karena saya yakin akan viral dan merusak perjuangan rakyat yang ingin negara ini adil.
Karena saya ingin wartawan memahami provokator aksi itu bisa menjelma apa saja.
Tentu saya khawatir, perjuangan rakyat akan rusak dengan cara cara negara menggeser perhatian.
Contohnya berita umpatan perempuan Melva pada Botok.
BERITA aksi bergeser : Dari tuntutan menjadi umpatan.
Dari substansi menjadi keributan.
Dari rakyat melawan kebijakan berubah menjadi rakyat melawan rakyat.
Dan ketika rakyat sibuk saling memaki, siapa yang paling diuntungkan ?
Bukan rakyat.
Saya tidak meminta media membela demonstran.
Saya hanya meminta media melakukan pekerjaan dasarnya : VERIFIKASI.
KONFIRMASI.
BERIMBANG.
Jangan jadikan kamera sebagai pengeras suara bagi siapa pun yang paling keras berteriak.
Karena wartawan bukan sekadar orang yang membawa kamera dan mic.
Wartawan adalah penjaga agar suara tidak berubah menjadi fitnah, emosi tidak menyamar sebagai fakta, dan rakyat tidak diadu dengan rakyat.
Selain tangan, nalar dan akal sehat juga harus bekerja.
Bukankah kalian juga bagian dari rakyat ?
— Nury Sybli
Aktivis. Wartawan.
#jurnalis
#liputanmedia
#inews
#ruuperampasanaset
#aksimasa
#AbieLuthfi
|
@AimanWitjaksono