Lagi seleksi calon maganghub buat tim gua terus bos gua bilang gini, “pilih yang kampusnya paling nggak terkenal, pengalaman kosong, kasih kesempatan mereka buat dapat pengalaman kerja, saya nggak peduli IPKnya berapa aja” 🥹🥹
untuk perempuan yang ga sengaja baca tweet ini, semoga disela-sela kesendirianmu bisa dipertemukan laki-laki pintar, kecerdasan emosionalnya bagus, berwawasan luas, soft spoken, family man, paham agama, pekerja keras, gak patriarki, dan gak gila perempuan.
orang lain ga akan peduli kamu cape, kamu stress, kamu depresi. makanya kamu harus sayang sama diri kamu sendiri, karena mereka ga akan mau tau apa yang kamu lewati dan alami. kamu harus kuat bukan demi orang lain tapi demi diri kamu sendiri.
3. Dia peduli sama orang-orang di sekitar kamu - nanya kabar keluarga, atau temen-temenmu.
→ Itu bentuk protektif halus yang gak semua cowok punya.
4. Dia ngubah jadwalnya cuma biar bisa ketemu kamu.
→ Itu bukan kebetulan, itu komitmen.
Aku punya adik lulusan psikologi
Saat ia punya anak, salah satu metode parenting yang ia terapkan adalah mengenalkan emosi kepada anaknya seawal mungkin
Salah satunya lewat buku ini...
Pernikahan itu cuma butuh sedikit cinta, sisanya komunikasi, kompromi, toleransi, dan kerjasama. Dan yang pasti adalah mengesampingkan ego dan gengsi. Karena menikah itu 20% cinta 80%nya lagi teman, teman cerita, teman keluh kesah, teman jalan-jalan, teman main, teman nonton film, teman beribadah, teman makan dan teman ngopi. Sama-sama punya tanggung-jawab ngurus dan jaga anak, yang selalu ada di saat kita sedih atau bahagia, dan selalu memeluk kita di saat suka mau pun duka. Itulah cinta yang sesungguhnya. Seumur hidup itu waktu yang cukup lama, dan kamu yang akan memilih teman untuk seumur hidup bersamamu.