Buat yang lagi susah move on...
Kemarin aku denger satu kalimat yang bikin aku diem cukup lama.
"Tuhan tau seberapa tulus perasaanmu. Tapi Tuhan juga tau kayak apa sebenernya perasaan dia sama kamu."
Kadang kita cuma liat dari sisi kita.
Seberapa besar usaha yang udah kita lakuin.
Seberapa tulus kita nyintai.
Seberapa keras kita pertahanin hubungan.
Tapi kita gak pernah bener-bener tau isi hati orang lain.
I WILL MARRY MAN WITH A PROVIDER MINDSET.
"aku usahain itu selagi bikin kamu happy"
"aku tau kamu bisa sendiri, tapi izinin aku temenin kamu ya"
"tenang aja ada aku"
"aku beliin ini karena tau kamu suka ini" .
"kamu tanggung jawab aku"
‘Jangan bawa masalah ke rumah’
Padahal rumah adalah tempat menang atau kalah. Jika rumah hanya tempat menang, hari-hari buruk dan perasaan tidak diterima di luar, kemana hendak diadukan?
Aku setuju dengan statement, bahwa hidup akan jauh lebih tenang ketika kita tahu batasan.
Not everything deserves our attention. Not everything deserves our energy. Ada banyak hal yang lebih baik dibiarkan berlalu, tanpa harus selalu kita dengar, kita bahas, ataupun kita lihat.
Ga semua repost adalah sindiran, ga semua quote adalah kode, dan ga semua postingan punya target tertentu.
kadang seseorang hanya menemukan sesuatu yg relate lalu membagikannya.
jadi jangan terlalu cepat merasa menjadi pusat dari setiap cerita yang lewat di beranda.
Pesan dari Hanan Attaki:
"Jangan bersedih jika hidupmu tidak diratukan siapa-siapa. Allah itu Maha Adil. Dijadikannya bahu, kaki, pundak, mental, dan seluruh anggota tubuhmu lebih kuat agar kamu bisa meratukan dirimu sendiri tanpa bergantung pada manusia."
Sebab tidak semua orang ditakdirkan selalu memiliki tempat untuk bersandar. Ada orang-orang yang sejak awal hidupnya terbiasa menghadapi semuanya sendirian. Menangis sendiri, bangkit sendiri, menyembuhkan lukanya sendiri, dan belajar kuat tanpa banyak bantuan dari siapa pun.
di bumi ini banyak perempuan yang ga neko-neko, ga nuntut dibeliin ini itu, ga maksa harus selalu mewah, ga sibuk minta validasi dari hal-hal mahal.
mereka cuma pengen ditemenin, didengarin, dikasih waktu yang tulus.
Ibuku pernah bilang :
"Menikahlah dengan pria yang tidak akan pernah membuatmu sendiri. Entah itu sendiri mengurus anak, sendiri membiayai anak, atau sendiri mengurus rumah. Sebab merasa sendiri setelah melepas masa lajang itu jauh lebih berat daripada sendiri tapi belum menikah."
untuk perempuan yang ga sengaja baca tweet ini, semoga segera tiba giliranmu untuk merasakan hal-hal membahagiakan yang selama ini hanya bisa kamu lihat dan dengar dari orang lain.
Gak sengaja nemu kalimat ini🥹
“Kalau emang jodohnya sama manusia,
semoga dipertemuin sama yang tulus dan baik.
Tapi kalau ternyata jodohnya sama kematian,
semoga akhirnya juga yang paling indah dan baik.”
Kenapa? Karena kadang hidup emang sesingkat dan se random itu. Kita nggak pernah tahu bakal dipertemuin sama siapa, dipisahin kapan, atau cerita ini berhenti di bagian mana. Yang bisa dilakuin cuma jadi versi terbaik dari diri sendiri dan belajar ikhlas sama semua kemungkinan.
Karena pada akhirnya, semua orang cuma lagi jalanin takdirnya masing-masing. Ada yang dipertemukan untuk menetap, ada juga yang cuma datang buat ngasih pelajaran. Jadi selagi masih punya waktu, sayangi orang-orang yang ada, perbaiki diri pelan-pelan, dan jangan lupa nikmatin hidup tanpa terlalu banyak nyakitin hati sendiri.
Semoga langkah kita selalu diarahkan ke hal-hal baik, dan saat waktunya pulang nanti, semoga kita pergi dalam keadaan yang paling tenang dan paling baik.
eh bisa ga sih..... kita istirahat aja gitu..... diem doang...... ga ngapa-ngapain..... BENERAN DIEM DOANG..... tanpa rasa khawatir..... tanpa takut besok gimana..... tanpa takut ketinggalan..... beneran istirahat..... rebahan.... tidur..... tapi ga meninggal...