Poin hukumnya sudah tepat.
Izin tambahkan:
Ada 3 masalah berlapis kalau benar "biaya kenegaraan ditanggung pribadi":
1/ PELANGGARAN PRINSIP APBN
Pasal 3 (5) UU 17/2003 + Pasal 3 (4) UU 1/2004 → semua pengeluaran kenegaraan WAJIB masuk APBN. Tidak ada pengecualian untuk "niat baik".
2/ TIDAK BISA DIAUDIT
BPK hanya mengaudit keuangan negara. Kalau dibayar uang pribadi, transaksi itu tidak masuk lingkup audit. Ini justru membuka lubang akuntabilitas, bukan menutupnya.
3/ POTENSI KONFLIK KEPENTINGAN
Dari mana uang pribadi itu? Siapa yang tahu nilainya? Ini bisa masuk kategori yang perlu diperiksa KPK jika ada pihak ketiga yang terlibat.
Seskab harus jawab dengan mekanisme hukum bukan pernyataan di depan kamera.
Seskab harus bisa menjelaskan ke publik..
Apa sih yang dimaksud dengan:
"Segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara itu sepenuhnya ditanggung pribadi oleh Presiden"
Kelebihan biaya apa? Biaya perjalanan dinas?
Jika yang dimaksud demikian..
Bahwa ini terkait kegiatan fungsi penyelenggaraan negara (perjalanan dinas)
Maka ini ga boleh ditanggung pribadi.
Dasarnya apa?
Cek Pasal 3 ayat 5 UU 17/2003 tentang Keuangan Negara.
“Semua penerimaan yang menjadi hak dan pengeluaran yang menjadi kewajiban negara dalam tahun anggaran yang bersangkutan harus dimasukkan dalam APBN.”
Cek juga pasal 3 ayat 4 UU 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara.
"Semua pengeluaran negara, termasuk subsidi dan bantuan lainnya yang sesuai dengan program pemerintah pusat, dibiayai dengan APBN."
Jadi ga bisa asal-asalan pakai duit pribadi.
Kalau suka-suka, pertanggungjawabannya susah.
Buat yang MALAS MEMBACA tapi BUKAN PARJO PARCOK. Saya bantu translasi article the Economist biar ga IKUTAN DUNGU teriak antek asing dan "semua akan hilang ketika IHSG bullish":
"Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, pernah menyaksikan negaranya hancur sebelumnya. Itu terjadi pada tahun 1998, saat krisis keuangan Asia. Kala itu, runtuhnya ekonomi memicu protes massa dan tumbangnya bapak mertua Pak Prabowo, Suharto, seorang diktator yang terkenal korup. Peristiwa itu juga melemparkan Pak Prabowo, yang sempat berharap bisa menggantikan Suharto, ke dalam pengasingan politik. Butuh waktu seperempat abad baginya untuk merangkak kembali, hingga akhirnya berhasil meraih kursi nomor satu pada tahun 2024.
Jadi, Anda mungkin berpikir dia akan sangat berhati-hati terhadap krisis fiskal lainnya: Anda salah.
Pemimpin negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia ini telah memusatkan kekuasaan dan mengelilingi dirinya dengan sekelompok penjilat. Dia mendepak menteri keuangan yang dihormati dan menggantinya dengan Purbaya Yudhi Sadewa, yang pernah menyebut IMF "bodoh" dan mengatakan kepada The Economist pada bulan April bahwa presiden tidak perlu khawatir tentang "perkembangan ekonomi global [atau] harga minyak dunia". Para pelaku bisnis di Indonesia takut untuk bersuara, mungkin karena Pak Prabowo adalah mantan jenderal antikritik dengan rekam jejak hak asasi manusia yang dipertanyakan, atau mungkin karena belakangan ini dia kerap mengintimidasi bisnis-bisnis besar.
Pak Prabowo tampaknya mengisolasi diri dari kenyataan. Jadi, dia mungkin tidak akan mendengarkan nasihat yang masuk akal. Namun, inilah beberapa masukan untuknya. Proyek-proyek kesayangannya tidak terjangkau. Sebelum perang Iran, menghabiskan proyeksi 10% dari anggaran hanya untuk dua proyek saja—makan siang gratis di sekolah dan jaringan 80.000 koperasi desa—hanya sekadar pemborosan. Sekarang, krisis energi telah menghapus semua ruang untuk melakukan kesalahan. Pak Prabowo harus mengubah arah atau menghadapi risiko krisis.
Dia harus memotong pengeluaran untuk proyek-proyek kesayangannya, atau memangkas subsidi bahan bakar fosil Indonesia yang sangat besar, atau melanggar undang-undang yang membatasi defisit anggaran sebesar 3% dari PDB. Setiap pilihan memiliki risiko. Memangkas proyek mubazirnya akan membuatnya tampak lemah. Membiarkan harga energi naik akan mengundang kerusuhan. Jadi, Pak Prabowo mungkin akan mengambil jalan ketiga: membiarkan defisit menembus batas hukumnya.
Itu akan menjadi sebuah kesalahan. Memang benar, batas 3% adalah angka sewenang-wenang yang disalin-tempel dari Perjanjian Maastricht Eropa. Namun sejak krisis 1998, angka itu telah menjadi sinyal bahwa pemerintah Indonesia serius menjaga disiplin fiskal. Sekarang para investor mulai cemas. Pembayaran bunga sebagai bagian dari pendapatan pemerintah melonjak tajam. Lembaga pemeringkat kredit sedang bersiap untuk menurunkan peringkat. Di bawah kepemimpinan Pak Prabowo, modal asing senilai $6 miliar telah keluar dan rupiah telah melemah sebesar 11% terhadap dolar ke rekor terendah. Menjebol batas anggaran akan mendorong biaya pinjaman menjadi lebih tinggi.
Bahkan saat dia membuat ekonomi menjadi lebih genting, Pak Prabowo juga mengikis demokrasi Indonesia. Oposisi legislatif hampir sepenuhnya dilumpuhkan, dan proposal untuk mengakhiri pemilihan langsung gubernur provinsi bukan merupakan pertanda baik. Masyarakat sipil diintimidasi. Ruang untuk berbeda pendapat sangat sedikit, dan jika ada, minim pergulatan kreatif antar-gagasan yang saling bersaing. Terlalu banyak hal yang bergantung pada naluri seorang mantan tentara tunggal yang mendapat saran buruk.
Dia perlu mendengar kebenaran yang pahit. Ya, bahan bakar murah memang populer. Namun hal itu mendorong konsumsi di tengah situasi kelangkaan. Ya, orang-orang menyukai makan siang gratis di sekolah. Namun memberikannya kepada semua orang adalah pemborosan. Lebih bijaksana untuk fokus pada ibu hamil dan balita dari keluarga miskin, yang membutuhkan nutrisi lebih baik guna mencegah stunting (tengkes). Ya, petani Indonesia kerap diperas oleh tengkulak saat membeli pupuk. Namun ada cara yang lebih murah untuk mengatasi hal ini ketimbang membangun 80.000 koperasi desa, yang kemungkinan besar justru rentan korupsi. Dan ya, batas defisit 3% bisa saja dinaikkan suatu hari nanti. Namun pertama-tama, Pak Prabowo harus meyakinkan pasar bahwa keuangan Indonesia berada di tangan yang aman.
Persimpangan jalan baru
Indonesia telah membuat kemajuan besar dalam seperempat abad terakhir. Di bawah serangkaian pemerintahan yang cukup pragmatis, pendapatan per kapita telah meningkat lebih dari dua kali lapor dan demokrasi mulai berakar. Pak Prabowo bukanlah penguasa kleptokratis seperti mendiang bapak mertuanya, tetapi dia sedang mengikis kemajuan yang telah dicapai negaranya sejak masa-masa kelam dulu.
Presiden harus berhenti mencoba membungkam oposisi di legislatif, media, dan masyarakat sipil. Perbedaan pendapat yang tidak menemukan saluran dalam politik akan tumpah ke jalanan, seperti yang terjadi dalam kerusuhan tahun lalu. Bersikeras bahwa oposisi harus "sopan" adalah resep yang suatu hari nanti justru bisa mengubahnya menjadi kekerasan.
Masih ada harapan. Pak Prabowo peduli dengan warisan kepemimpinannya. Jadi, dia perlu menyadari bahwa negara kepulauan yang sangat besar, luas, dan multi-etnis seperti Indonesia tidak bisa begitu saja diberi perintah layaknya sebuah unit tentara. Indonesia membutuhkan seorang panglima tertinggi yang mendengarkan banyak suara, bukan yang mengelilingi dirinya dengan orang-orang yang hanya bisa berkata "ya""
Kok kita tuh santai banget sih
1. Negara dengan mata uang terendah ke 5 di dunia
2. Bekasi jadi kota paling beracun ke 2 di dunia
3. Rupiah di angka Rp. 17.377
4. Total 33.626 pelajar keracunan MBG
and the list still go on, we're not angry enough 🙂
@insanequeeny Gue suka bgt wangi yg seger, floral, and soapy. So far, the best wangi yg w suka:
- Mine : floraison, tatami
- heura: forget me not
- royal fragance: new arctic bloom
- the body tale: bath ritual
- amthra: soaphisticated
- reboura: noisy bathroom
Ini aman bgt dipake daily
@tanyarlfes Udahan aja kak
2,5jt buat kamu + gaji kamu 4jt = 6,5jt buat hidup berdua, berarti 3,25jt/orang (anggap ga nabung)
Sedangkan kamu kalo lepasin dia bisa nikmatin 4jt itu sendirian.
Kalo aku, aku gamau sama orang yg ngasih aku nafkah dikit dgn dalih "kan kamu kerja juga" BIG NO!
uuu romansa offcam gitu ceritanya ya? alias clingy abisss, i can't.. 🫠
i love u more than infinity, lovebird! 🥹💙
sc: threads @/nishnishaaaa, thank u for sharing this kak. ini 4 tahun yang lalu btw, enjoy the throwback~ jan nanges (aku? heheh 🥲🫶🏻)
"yaampun kapan punya anak?"
"sekarang tante"
seketika kami bersenggama di hadapan keluarga besar—di atas karpet dan sempat kesenggol toples sagu keju yang ga laku
@tanyakanrl kriteria mabims versi lama pakai hilal 2°, elongasi 3°, usia bulan sudah lebih 8 jam. namun sejak 2021 akhir kriterianya diubah lebih tinggi yaitu 3° dan elongasi 6.4° supaya visibilitas hilal lebih akurat. kalau pakai versi lama sering kali tidak terlihat hilalnya
@aipsnbrp Kalo lu gasuka sama keputusan negara, tinggal ikut Muhammadiyah. Kalo emang lu udah bagian dari Muhammadiyah, gausah berisik sama keputusan Negara. Kalo lu pinter, bahkan ga cuma 1 negara yg pengennya 21.