IN INDONESIA, the cost of one book equals a week's worth of living expenses.
And the PRESIDENT of our country ignores the low value of his own country's currency! Oh, we are so doomed.
orang indo ini hatinya lembut, gampang banget kasian sama orang, tapi orang yang dikasianin itu elit politik, pemerintah, public figure, orang kaya, dan orang-orang jahat, giliran ke minoritas teriak-teriak nyuruh mati
hal-hal yg menurut gue seharusnya bisa gratis di sini tapi malah jadi bayar:
1. pendidikan
2. AIR WOI AIR ITU BASIC NEEDS BGT KENAPA GUE HARUS BAYAR UNTUK AIR HEELLOOOOOO????
Sebagai cowo saya kira feminis dan 'man-hater' itu perang gender.
Setelah belajar sejarah dan makna Feminisme:
Ternyata perang gender itu gak ada.... yang ada itu adalah Perempuan ditindas oleh Laki-laki selama 10-12 ribu tahun lamanya dalam peradaban manusia di bumi.
Sakit sakit ya Pak, semoga segala kesusahan/kesengsaraan banyak orang jadi tanggung jawabmu.
Dan semoga hukuman atas banyaknya kesengsaraan tidak hanya diberikan waktu di akhirat, tetapi juga saat dirimu masih di dunia.
Enteng bener seorang Presiden ngomong 'Ndasmu' dilanjut 'Emang gue pikirin' di sebuah forum resmi dan mendapat tepuk tangan dari yg mendengar.
Pemimpin tanpa etika yg dipilih oleh orang orang yg tak punya etika dan nalar.
pendidikan itu public goods ya mentemen. kalo ada yg ngamuk biaya pendidikan mahal responsnya jangan "ya brarti targetnya bukan elo". GAK BEGITU YA. udah KEWAJIBAN pemerintah menyediakan aksesibilitas pendidikan buat seluruh LAPISAN MASYARAKATNYA, TANPA TERKECUALI.
Menghina kampus kampus top karena mahasiswanya demo adalah bentuk betapa masih banyak masyarakat yang tidak peduli pendidikan, apalagi pendidikan tinggi. Mereka tidak termotivasi dalam kesempatan berkuliah di kampus-kampus top.
Jika itu organik dari masyarakat, jika itu buzzer berarti emang ada yang sedang ketakutan.
Pernah jadi mahasiswa turun di jalan.. sebelum masuk UGM aku tu juga mikir ngapain sih mahasiswa nih panas2an demo, bikin macet aja.
One day ada temen angkatanku yg bilang,
“Kita kuliah di UGM itu dibayar rakyat sudah seharusnya menjadi penyambungi lidah rakyat”
Aku jawab dong, “hmm, papa aku bayar UKT”
“No, UKT kamu tu cuma bayar fasilitas. Dosen kita tu PNS digaji pake uang pajak rakyat. Ada jutaan rakyat yg mau kuliah di UGM tp cuma segelintir orang yg bisa masuk. Kita tu kaum terpelajar, sudah seharusnya memperjuangkan suara rakyat”
Disitu aku beneran jleb banget. Ga boleh belajar buat diri sendiri, aku kaum terdidik jadi harus melek dunia dan politik dan ikut bersuara 😭😭😭
kalo udah ngeliat mahasiswa ui, ugm, itb dan univ-univ lain yang udah demo tuh harusnya mikir kaya “wah univ-univ ternama indo turun kejalan, wah mahasiswa-mahasiswa yang berpendidikan demo, udah pasti ada yang salah nih” harusnya mikir gitu. bukannya malah ngeboikot univnya 🤦♀️
Fun Fact :
1. Dulu yg dapet THR itu cuma PNS, tapi semenjak pekerja demo Pekerja swasta juga dapet THR
2. Dulu juga jam kerja 16 jam ++ tapi semenjak demo jadi 8 jam.
Macet mu yg dirasa sekarang bisa terkonversi jadi bahagia dan sejahteramu di masa depan.
dear kaka kaka yang akan turun aksi besok, first of all I want to say thank you for having the bravery to fight for our rights. second of all, please stay safe. dari kemarin aku mantau akun BEM dan bacain komennya aja bikin aku takut, humans can be so scary sometimes..
sekali lg saya akan berteryak PENDIDIKAN ITU HARUSNYA AFFORDABLE, ACCESSIBLE, DAN GAK AGEISTTTT MMMMMHHHHHHHMMMMMMM
PENDIDIKAN TIDAK BOLEH ELITISTT MMMMMMMMMMMM
if prabowo has a million haters, i'm one of them. if wowo has a ten haters, i'm still one of them. if wowo has one hater, that’s me. if wowo has no hater, it means i'm dead. if the world supports prabowo, then i’m againts the world❤️