Apakah ini fakta tindakan hakim di persidangan? Ataukah hanya rekayasa AI? Saya tak sempat nonton sidangnya. Kalau benar ini atraksi hakim di persidangan: Duh Gusti, mengapa dunia peradilan kita begini?
Kalau di Gintama situasional karakter yang bisa lebih dipahami saat dewasa paling ngena di Hasegawa Taizo - Madao.
Dulu pas kuliah nntonnya haha hihi loser banget kasian.
Masuk umur yg lebih dewasa, ada laki-laki megang idealisme dan prinsipnya diblacklist rejim, lalu kehilangan pekerjaan dan ditinggal pasangannya.
Tapi dari semua itu dia tetap berbuat baik dan tidak jadi penjahat.
Demonstrasi Agustus 2025, yang disebut-sebut sebagai pemburuan "terbesar sejak Reformasi 1998," telah menciptakan "ketakutan."
Hingga kini, lebih dari 700 orang sudah diproses hukum.
Penelusuran kami menemukan bahwa mayoritas yang ditangkap adalah anak-anak muda di kelompok usia Generasi Z dan mereka yang bekerja di sektor informal. https://t.co/LLvUGEf2DE
#Gempa Mag:5.4, 13-Mar-2026 02:18:20WIB, Lok:7.96LS, 106.92BT (115 km BaratDaya KOTA-SUKABUMI-JABAR), Kedlmn:43 Km #BMKG
Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data
> jadi fadia arafiq
> mantan penyanyi dangdut
> jadi bupati pekalongan 2 periode
> nggak paham hukum, serahin urusan ke sekda, cuma ngurus seremonial
> kena ott kpk 24 miliar dari total proyek 46 miliar
maret 2026
> mobil listrik abis batre pas lagi pelarian
> diciduk kpk pas lagi antre ngecas di spklu semarang
> rompi oranye resmi dipake
the persona
> mantan penyayi dangdut yang jadi politisi
> bupati "incumbent" yang terpilih lagi
> klaim nggak ngerti birokrasi
> gaya kepemimpinan "serahkan pada ahlinya" (alias sekda)
the scam (pt raja nusantara berjaya)
> bikin perusahaan keluarga buat monopoli proyek
> pasang asisten rumah tangga (art) jadi direktur boneka
> menangin 17 proyek outsourcing di 21 dinas & rsud
> harga perkiraan (hps) dimanipulasi biar mereka selalu menang
the family business (aliran dana)
> fadia arafiq: jatah 5.5 miliar
> suami (anggota dpr ri): jatah 1.1 miliar
> anak (anggota dprd): jatah 4.6 miliar
> anak kedua: jatah 2.5 miliar
> sisa 3 miliar ditarik tunai buat "operasional"
the cruelty (sisi gelap)
> potong dana stunting 15% (padahal buat gizi anak)
> tukang parkir puskesmas wajib setor 35rb per hari
> kalo setoran kurang, tukang parkir dipaksa nombok pake duit pribadi
> wa group "belanja rsud" isinya foto gepokan duit setoran harian
the defense
> "saya kan cuma mantan pedangdut, nggak paham hukum"
> bilang semua urusan teknis itu kerjaan sekda
> merasa nggak bersalah karena cuma "menjalankan tugas"
> kpk ketawa karena dia udah 15 tahun di politik
status pemkab
> sekda & 12 pejabat sempet diangkut kpk
> kpk bongkar praktik jual beli jabatan (kepala puskesmas 100jt)
> banyak ASN yang mulai "nyanyi" soal tekanan dari atasan
ROT IN THE HELL
“Mereka memberi makan sambil tertawa-tawa dan merasa berhasil menganggap anak-anak dan ibu-ibu seperti binatang ternak yang sudah diberi makan,” ucap Kalis Mardiasih dalam peringatan 19 Tahun Aksi Kamisan, Rabu (15/1).
Saat @SherlyAnnavita terus bersuara soal banjir Sumatera–Aceh, yang datang bukan bantahan, tapi teror 💥 mobil dicoret, rumah dilempar telur busuk, medsos dipenuhi ancaman buzzer🥚. Kalau cuma beda pendapat, kenapa pakai intimidasi? Jelas ada yang tersinggung—bukan oleh fitnah, tapi oleh kebenaran 💡
FYI, @kawalhartafest beserta tim akan kena tuntutan UU PDP walaupun data itu publik di LHKPN, tidak ada kewenangan.
aku dulu mau bikin platform serupa namanya Daftar Hitam, alias list seluruh pejabat/ex pejabat yang pernah kena kasus. tapi ku takedown karna nyawa taruhannya dan akan kalah walaupun udhenjadi pers dan dilindungi UU PERS.
Have a safe live guys 🙏🏼
lagi antri mau ambil air wudhu buat solat jumat.
liat hp, lewat di explore ig, karya dari temanku alm. mufti @amenkcoy
aqu masukin chat gpt
cuma bilang "jip.. ini karya temenqu tolong diituin"
gasampe 4 menit (tumben cepet)
langsung:
Sebuah video mengharukan yang memperlihatkan pertemuan seorang ibu dengan buah hatinya di balik jeruji tahanan, viral di media sosial.
Ibu tersebut, Tina Rambe, terlihat memeluk erat anak balitanya. Ia ditangkap karena menolak pengoperasian pabrik kelapa sawit di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, pada Senin (20/5/2024) lalu.
Kala itu, ratusan warga Kelurahan Pulopadang, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, melakukan aksi menolak pengoperasian Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT PPSP karena lokasinya berdekatan dengan pemukiman mereka. Warga khawatir pabrik itu menyebabkan pencemaran lingkungan dan kebisingan dari mesin-mesin yang dioperasikan.
Dalam video yang viral itu, terlihat Sang Ibu (Tina Rambe) menahan tangis sambil mencium dan memeluk buah hatinya, sambil tetap berusaha menenangkannya. "Jangan sedih," ucapnya seraya menghapus air mata di pipi sang anak.
| Narasi Daily