It’s so weird to say that something is wrong simply because religions don’t teach it.
And being mad when it’s not called ‘penyimpangan’ or a mental illness? Deviance is subjective, so of course it’s not universal. Mental health is a matter of scientifically-backed evidence.
WOMEN ARE NOT SEXUAL OBJECTS.
WOMEN ARE NOT SEXUAL OBJECTS.
WOMEN ARE NOT SEXUAL OBJECTS.
WOMEN ARE NOT SEXUAL OBJECTS.
WOMEN ARE NOT SEXUAL OBJECTS.
WOMEN ARE NOT SEXUAL OBJECTS.
WOMEN ARE NOT SEXUAL OBJECTS.
WOMEN ARE NOT SEXUAL OBJECTS.
Semua orientasi seksual adalah anugerah Tuhan yang perlu kita terima dan syukuri.
Orientasi seksual bukan merupakan pilihan atau kehendak bebas manusia, berbeda dengan perilaku seksual.
Orientasi seksual terbukti (by data) tidak bisa dipaksakan untuk berubah dengan cara apapun, walaupun orang tersebut memutuskan dengan tekad kuat untuk berubah.
Those homophobes just do not realize that queer people are everywhere. They might have been interacting with us and they are still unaware.
It means that our existence has no effect at all to their life.
Waktu SMA, pikiranku soal kaum LGBT juga begini. Dulu inget banget pas jam kosong aku sama temen-temen lagi ngobrol. Terus ada yang nanya, "Kalau gay kan bisa saling tusuk, nah kalau lesbi ngapain?" Terus temenku dengan pedenya jawab, "Ya pakai dildo lah." 😭😭😭. Dulu bayanganku tentang LGBT ya di urusan seks doang.
Tapi semenjak kuliah, pandanganku mulai shifted. Aku jadi sadar kalau kaum LGBT ya sama aja kayak manusia pada umumnya, cuma ketertarikannya aja yang berbeda.
"Manusia pada umumnya" itu maksudnya apa? Ya mereka juga kuliah, kerja, ngeluh soal tugas, ngobrolin film, main game, curhat, nongkrong, pusing sama hidup, ketawa-ketawa bareng temen. Aktivitas sehari-harinya ya biasa aja.
Kalau kamu punya temen, biasanya apa yang diobrolin? Ya kehidupan sehari-hari kan? Kerjaan, tugas, hobi, makanan, gosip, rencana liburan.
Nah, kalau suatu hari kamu tahu ternyata temenmu LGBT, apa kamu langsung nanya, "Eh, kemarin pasti ngewe lewat pantat ya?" Kan enggak juga. Itu sama anehnya kayak kalau ketemu temen hetero terus langsung nanya, "Eh, semalam habis ngewe ya?" kan gak gitu ga sih?
Kadang kita tanpa sadar mereduksi satu kelompok orang cuma dari kehidupan seksualnya, padahal identitas mereka jauh lebih luas dari itu. Mereka ya manusia biasa yang kebetulan punya ketertarikan yang berbeda doang. Dah itu aje
trying to push a hateful agenda using a whole ass 50 yo married woman’s medical case is actually insane, leave the lgbt community alone lmao…already blasted this whole fake news debunk on my ig because people on there are losing their minds over a lie.
ngomong homo itu hama when they (cishet men) are the real hama of the society (cat caller, alasan gerbong & area khusus wanita exists, cewe ga boleh pulang malem, cewe takut naik gocar kalo dah malem, area rokok indoor exists, and so on)
kenapa ya orang indo tuh lebih fokus ke, “pakaian terbuka = konsekuensi dihujat”.
padahal akar masalahnya adalah orang-orang yang nggak bisa mengontrol mata, mulut, dan nafsunya. kalo logika ini bener, harusnya perempuan berhijab, pakai abaya, atau bahkan niqab seharusnya aman total, dong? kenyataanya tetap banyak yang kena catcall, pelecehan, bahkan kekerasan seksual.
bilang “ya wajar dihujat karena di negara mayoritas Muslim” sama aja dengan membenarkan bullying. negara manapun, kalau ada kelompok mayoritas yang suka menindas minoritas atau yang beda, seharusnya kita LAWAANN!?? bukan nyuruh korban menyesuaikan diri sampai individualitasnya hilang…