@txtdarigenz97 bukan berdasarkan penelitian, tapi menurutku itu benar. karena aku melihat bapakku yang bapaknya (kakekku) trpelajar tapi ibunya (nenekku) ga terpelajar, alhasil bapakku ga se berhasil kakekku. but fortunately ketemu ibuku yg smart, and aku mewarisi bnyk hal dr ibuku
Personal branding terbaik adalah berkarya, bekerja sebaik mungkin di bidangmu. Bahkan jika tidak main sosial media pun, kamu tetap akan diperhitungkan di dunia nyata.
@wolcverine hi pinu!!! kita jarang interact sih, tapi aku juga vacum lama. maybe mau mulai aktif juga ya sebisaku krn masih masa pemulihan. semoga hari kamu banyak kebahagiaan ya pinu. π€π€π€
Baca buku dan pamerin buku di sosial media itu bukan norak. Itu bagian dari usaha orang-orang berkampanye kegiatan membaca. Bukan buat keren-kerenan. Pembaca tanpa pamerin buku udah keren. Mereka nggak cari cap keren lagi.
@pacarbyg kalau gw pokoknya jangan planning detail, ntar pasti semangat awalΒ² doang. yg cukup works di aku interstitial journal, even gw kadang males tapi sedikit mengurangi procrastination. apalagi biasa kan suka nundaΒ² trs muncul distraksiΒ² ini itu. ππ
Karena akhirΒ² ini aku lagi suka baca buku nonfiksi, aku selalu check dulu background penulisnya. Kalau bahas tentang kesehatan, ya penulisnya dokter atau yg bersangkutan. Kalau bahas psikologi ya punya keahlian di bidang itu. Bukan bukuΒ² motivasi yang isinya ceramah.
tbh.. aku paling gakuat baca buku self improvement or development, i try so many times sampe buku2 itu numpuk di kamarku, tp stuck, kaya muakkkkk bacanya wkwkwk, i prefer buku2 fiksi
Daripada sibuk bikin slur demi validasi sesama snob, evaluasi dulu kenapa ego lo se-fragile itu sampai kepanasan liat orang lain belajar.
Buku kayak Atomic Habits atau Psychology of Money itu ibarat pintu masuk buat banyak orang.