Idol K-Pop lain tuh taunya Bali Bali Bali, mau ke Bali Bali Bali
Seventeen doang tiap keluar dari mulut mereka nyebut Jogja๐ญโ๐ป
Ga Wonwoo, ga Seungcheol
Sejelek-jeleknya capres 1 dan 3 waktu kemarin, kayaknya nggak mungkin deh sampai ada pidato yang bawa-bawa orang desa nggak pakai dolar,
atau ngomongin tangan petani kasar sampai habis salaman mesti pakai minyak.
Serius, itu statement bikin sakit hati banget didengernya.
Anies Baswedan, S.E., M.P.P.M., PhD
โข S1 Ekonomi, Universitas Gadjah Mada, 1995,
โข S2 Public Management, University of Maryland, College Park, 1998,
โข S3 Ilmu Politik, Northern Illinois University, 2004.
owalah sarjana ekonomi.
"Kalo tau bakal begini ga bakal gw dukung"
Ngga, lo bukan gatau, tapi bodoh aja. Dari program kerja, riwayat hidup, sampe debat pun lo harusnya udah bisa nilai.
SEVENTEEN AND NA PD BACK TOGETHER ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ
WE'RE GETTING SEVENTEEN WITH NA PD FOR SVT'S 11TH ANNIVERSARY ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ
๐ ๐ ๐ ๐ ๐ ๐ ๐ ๐
Sama-sama enggan untuk menikah karena masa lalu, malahโsetengahโdipaksa untuk hidup serumah sebagai pengantin baru.
Keduanya sudah bertekad kuat untuk tidak saling jatuh cinta, tetapi siapa pula yang bisa melawan kehendak semesta?
gue mau cerita tentang temen gue.
sebut aja dia R.
dulu gajinya 7 juta.
dan tiap kali kami ngobrol, dia selalu bilang satu kalimat yang sama:
"Val, nanti kalau gaji gw udah 15 juta, baru deh gw bisa nabung. Baru deh hidup gw beres."
gue dengerin. gue angguk-angguk. gue percaya.
tiga tahun kemudian, gajinya beneran naik.
bukan 15 juta.
17 juta.
gue seneng banget waktu dia kabar. gue pikir sekarang hidupnya udah oke. udah bisa nabung. udah beres kayak yang dia bilang dulu.
sampai kemarin dia chat gue.
"Val, lo bisa pinjemin 500 ribu nggak? Buat nutup tagihan."
gue bengong lama di depan layar HP gue.
kita ketemuan.
gue tanya pelan: "lah kok bisa?"
dia diem sebentar.
terus jawab satu kalimat yang sampai sekarang masih muter di kepala gue:
"Gaji gw naik. Tapi gaya hidup gw naik lebih kenceng."
gue kira dia bercanda.
dia buka notes HP-nya dan nunjukkin ke gue.
gaji: 17 juta.
pengeluaran:
kos: 4 juta. makan dan kopi: 3,2 juta. cicilan HP: 1,1 juta. paylater: 2,4 juta. transport: 1,8 juta. langganan aplikasi: 600 ribu. jajan random: 2 juta. transfer keluarga: 1,5 juta.
sisa?
kadang nol.
kadang minus.
gue tanya: "paylater 2,4 juta itu buat apa aja?"
dia diem bentar.
"ya... barang kecil-kecil doang."
kaos 89 ribu. sepatu diskon. skincare. makan promo. top up game. barang lucu dari live shopping. checkout karena takut stok habis.
satu-satu kelihatannya kecil.
tapi pas digabung, jadi satu monster yang nagih tiap bulan.
yang bikin gue serem bukan belanjanya.
tapi kalimat pembenarnya.
"lagi diskon."
"mumpung murah."
"cuma 30 ribu."
"gratis ongkir."
"bulan depan juga ketutup."
dan dia bilang satu hal yang nusuk banget:
"gw bahkan udah nggak bisa bedain lagi. Gw lagi hemat, atau lagi nyari alasan buat keluar duit."
terus dia ngomong sesuatu yang bikin gue diam lama banget:
"Gw nggak miskin karena nggak punya uang. Gw miskin karena uang gw udah punya tujuan sebelum masuk rekening."
tanggal 25 gajian.
tanggal 26 autodebet.
tanggal 27 bayar cicilan.
tanggal 28 bayar paylater.
tanggal 29 baru sadar:
yang kerja sebulan dia. yang menikmati duluan tagihan.
gue tanya: "jadi yang paling bikin nyesel apa?"
dia jawab:
"Gw pikir gw beli barang. Ternyata gw beli kewajiban."
HP baru = cicilan 12 bulan. barang diskon = tagihan bulan depan. makan enak tiap hari = saldo bocor pelan-pelan. kopi harian = lebih dari sejuta sebulan. paylater = gaji masa depan yang udah dipakai hari ini.
"Gw kerja buat bayar keputusan gw yang kemarin."
coba hitung kasar.
kopi 35 ribu x 22 hari kerja = 770 ribu. delivery food dengan selisih ongkir dan markup 25 ribu x 20 kali = 500 ribu. checkout random 75 ribu x 10 kali = 750 ribu. langganan aplikasi yang jarang dibuka = 300 ribu.
total: 2,3 juta.
itu bukan pengeluaran besar. itu bocor kecil yang pura-pura nggak kelihatan.
sekarang temen gue lagi coba bikin aturan sendiri.
kalau barangnya diskon tapi nggak ada di rencana, berarti tetap mahal. kalau beli karena capek, tunggu besok. kalau checkout cuma karena takut kehabisan, tutup aplikasi 10 menit dulu. kalau cicilan bikin gaji bulan depan terasa sempit, jangan ambil.
dan satu pertanyaan yang dia tempel di layar HP-nya sekarang sebelum checkout apapun:
"Gw butuh ini, atau gw cuma pengin ngerasa hidup gw naik kelas?"
dari cerita dia, gue jadi mikir.
mungkin masalah banyak orang bukan nggak bisa cari uang.
tapi nggak pernah diajarin cara mempertahankan uang.
dari kecil kita diajarin: belajar biar kerja, kerja biar punya uang, punya uang biar bisa beli ini itu.
tapi jarang diajarin: kalau uang udah masuk, jangan langsung dikasih jalan keluar semua.
ini bukan soal hidup pelit.
beli kopi boleh. checkout promo boleh. reward diri boleh.
tapi jangan sampai tiap reward kecil numpuk jadi hukuman besar di akhir bulan.
coba jujur ke diri sendiri:
pengeluaran kecil apa yang paling sering bikin saldo lo bocor?
kopi? makan online? paylater? top up? checkout live?
atau "cuma 50 ribu" yang kejadian 20 kali?
Yang baca twitt ini, saya doakan
๐ฐ: Lunas Hutang
๐ธ: Naik Gaji
๐จโ๐ฉโ๐ฆโ๐ฆ: Keluarga Sehat
๐ธ: Rezeki seperti air zam-zama
Amin ya allah! โจ