Happy forever 62 papaa! Sampe sekarang selalu mikir, aku kalo pengen dijemput, nanti mau minta jemput sama siapa ya? Kalo alergi ku kumat siapa yang buru2 beli kelapa ijo? Siapa ya yg selalu muji masakan sm kue ku yg gagal? Kayanya cuman papa yg bangga punya aku 💖
OP bilang kl vibes han sohee zaman “junk” itu bener-bener nggak ada obat
“junk” adalah username media sosial han sohee sebelum debut
sohee pernah bercerita bahwa dia membuat username itu dengan arti "tempat pembuangan emosi/sampah emosional"
OP berpendapat kl han sohee tau banget apa yang cocok buat dirinya dan cara mengekspresikannya yang keren serta anti-mainstream
setuju banget sih!!! vibes han sohee ini emang terlihat berbeda jika dibandingkan dengan aktris korea lainnya
GARA-GARA VIDEO INI, JADI TAU FUNGSI UJUNG MEJA SETRIKA 😭
Selama ini kirain cuma biar bentuknya eye catching dan mirip setrikaan 😌 Ternyata bagian lancipnya memang dibuat buat memudahkan nyetrika bagian-bagian yang susah dijangkau.
Tahun 1930 dan dia punya video waktu dia baby…
Padahal tahun 1930–1950 Jepang itu menderita banget rakyat2nya karena sandang,pangan,papan mereka diprioritasin amunisi perang dunia.. sampe warganya disuruh ngumpulin panci masak buat dijadiin material alat perang😭
Saran dari Anne Hathaway ini bener-bener mindblowing dan nampar banget buat kita yang suka keras ke diri sendiri.
Anne bagiin tips terapi foto yang dia dapet dari dokternya.
Coba ambil dan tatap foto masa kecil kita. Terus, ucapin semua hal jahat, semua makian, dan semua insecurity yang sering kita tujuin ke diri kita saat ini, langsung ke anak kecil di foto itu.
Tega nggak?
Pasti nggak bisa kan? Anak kecil di foto itu nggak pantes denger kata-kata sejahat itu. Terus, kalau kita nggak berani ngomong gitu ke anak kecil, kenapa kita tega ngelakuinnya ke diri kita yang sekarang?
Kita sering lupa kalau anak kecil itu masih ada di dalam diri kita. Kalau lagi sukses kita sering mikir itu cuma hoki, tapi giliran gagal dikit aja langsung ngehukum diri habis-habisan.
Lewat saran mbak Anne ini kita diingetin lagi, yuk pelan-pelan stop self-sabotage dan mulai lebih berbaik hati sama diri sendiri.
You deserve kindness from yourself 🥺🤍
Barusan ditelepon sama INDODANA PayLater, ditawarin pinjaman dana 40 juta.
Aku jawab, "Nggak mau."
Eh mbaknya malah bilang, "Baik ibu, berarti ibu setuju ya, saya bantu cairkan."
Aku langsung jawab lagi, "Nggak mba, saya nggak mau ya."
Tapi mbaknya malah ngomong lagi, "Baik ibu, berarti langsung saya bantu cairkan ya."
Udah, aku nggak ngomong apa-apa lagi. Langsung aku tutup teleponnya.
Orang nggak mau ngutang, malah berasa dipaksa ngutang. Jujur cara ngomongnya bikin ngeri banget.
Ustadz Maulana cerita ia udah dikontrak Trans TV selama 30 tahun.
Habib Jafar: Ustad Maulana berarti di TV udah berapa belas tahun?
Ustadz Maualana: baru 16 tahun
Habib Jafar: enam belas tahun tuh ya, setiap hari tuh?
Ustadz Maualana: setiap hari kalau di sebelum Trans TV, 23 tahun di Makassar, sejak tahun 88 sampai 2010, berdakwah, dari kampung ke kampung, jadi itungannya 23 tahun baru diundang ke Trans TV, di Trans TV mintanya 30 tahun
Habib Jafar: ohh..sekarang baru separuh nih
Ustadz Maualana: Baru 16, masi ada 14
Habib Jafar: kok ada gitu-gituan dan itu khusus ustad maulana?
Ustadz Maualana: ngga tahu, pak CT langsung ngomong
Habib Jafar: 30 tahun gitu?
Ustadz Maualana: 'berapa tahun?', baru mau 10 pak, "tiga puluh tahun ya?"siap
Habib Jafar: wih berarti kontraknya 30 tahun?
Ustadz Maualana: itu tantangan....😂😂 tapi saya berterima kasih, berarti itu adalah doa panjang umur
Habib Jafar: betul, doa panjang umur, panjang dakwahnya juga, jadi berkah umurnya ya kan, 30 tahun berarti kontraknya ya, nanti pas udah sisa 5 tahun, pak CT dateng lagi "seumur hidup"
Ustadz Maualana: iya kayanya si 😂😂😂
Irfan Hakim tak kuasa menahan tangis saat memberikan saran kepada Raffi Ahmad di program FYP:
"Kalau boleh jujur, fi...lu nge host aja lah, jdi artis ajaa, jadi pebisnis aja fi, sama artis ajaa
Raffi: kenapa sii
Irfan: biar waktunya lebih banyak gitu bareng aku 🥺🥺😭😭
Raffi: ngga papa, dia dari kemarin tuh suka, 'kamu ngga papa kan,baik-baik aja kan?". mungkin dia pedulii, misalnya ada di dunia politik, ada di dunia artisnya, kalo kita jadi artis aja kan suka diserang digosipin, apalagi kalo double combo, misalnya kena fitnah kena hujat kena apa, itu irfan tuh suka slalu peduli, makasii ya kamu
credits: youtube/TRANS7 OFFICIAL
Gofar: Take Me Out tuh settingan gasi?
Choky: Pertanyaan lu 🤣🤣🤣 lu ngga malu nanya gitu sama gua, kayak orang pada umumnya, 'itu diatur ga si bang' 🤣🤣
Gofar: 🤣🤣 ngga kan kita netizen yang umumnya nih kayak beneran ngga siii
Choky: Definisikan 'settingan'
Gofar: Pemenangnya udah tau siapa..
Choky: Ngga, ngga diketahui
Gofar: Beneran nge-date apa engga?
Choky: Relatif
Choky: nah jadi kata 'settingan' ini yang menarik sebenernya, 'diatur ngga sih', bukankah itu kategorinya 'Reality Show'? Gua selalu percaya terminologi dunia siaran, ketika disebut reality show, sebenernya dibalik itu ada 'unreal'
Gofar: Betulll ada script disitu
Choky: harus ada, jadi bukan polosan, bukan soal gimana nanti, ngga begitu cara kerja kami di televisi. Cara kerja kami di dunia hiburan televisi nasional, dunia penyiaran, adalah segala sesuatu mesti dipersiapkan, jadi bukan serta merta 'diatur', tapi 'dipersiapkan'.
Contoh, peserta laki-laki ini ketika dia akan ditampilkan di episode tertentu tentu dia udah punya harapan karena dia uda pernah ngeliat di episode sebelumnya, ada 30 perempuan cantik di balok podium kan, da bisa aja incer salah satunya yang masih bertahan, ada yang pernah ngomong gini sama gua "bang kalo boleh si aaduh saya berharap banget smaa si itu, eh mudah-mudahan dia bisa bettahan ya bang ya,
nah tapi ini zaman saya pas jadi host, saya dilibatkan semua prosesnya dari hulu sampe hilir, gue tuh bahkan menemukan kata2 jargon gue sendiri 'tunjukkan pesonamu'
Gofar: oHHHH itu dari lu?
Choky: dari gua itu
Choky: menariknya, laki2 tahu siapa ceweknya ya kan, perempuannya ngga dikasi tahu, karena bagi perempuan itu suasana psikologisnya ini pesertanya gimana nih, kan unik-unik kadang-kadang, jadi pas para perempuan itu ngeliat peserta, ekspresi itulah yang diambil.
Source: yt/HASCreative
Bayangkan tinggal di gedung 45 lantai yang nggak pernah selesai dibangun.
Nggak ada lift. Nggak ada PLN. Nggak ada PDAM. Tiap hari harus naik-turun tangga puluhan lantai.
Tapi anehnya: lingkungannya tetap aman.
Ada warung, gym, gereja. Punya "RT" sendiri dan iuran bulanan.
Dari proyek mangkrak disulap jadi kampung vertikal oleh warga lokal.
Dulu saat masih jadi mahasiswa arsitektur, aku sempat mewawancarai Iwan Baan, fotografer Belanda yang bertahun-tahun mendokumentasikan gedung bernama TORRE DAVID ini.
Kisahnya mengubah caraku memandang desain.
A thread 🧵 by Narasi Visual
Tadi lagi beli ayam kampung giling buat MPASI bayi. Sebelum mulai menggiling, abang penjualnya bilang, "Sebentar ya, saya bersihin dulu mesin gilingnya. Soalnya ini buat bayi, harus lebih higienis."
Kupikir bersihinnya cuma sebentar, ternyata beliau benar-benar mencuci mesinnya sampai bersih dan lumayan lama. Hal yang mungkin terlihat sederhana, tapi perhatian kecil seperti itu rasanya sangat berarti. 🫶
Belajar komunikasi lagi hari ini dari CHOKY SITOHANG, TOP GLOBAL NGOLAH.
Percaya atau nggak, skill ini bisa buat hidup kamu jadi lebih mudah. Ada banyak pelajaran yang bisa kita catat dari 1 video ini aja.
1. 00:01 "Pak Edi yang mana ini? Udah lama ini nggak ketemu kayaknya"
Ini konteksnya kalau kamu masuk ke ruangan, lagi cari seseorang tapi belum tatap muka. Atau kamu tau orang itu, tapi baru via online dan belum pernah ketemu offline.
2. 00:07 Salaman seenggaknya kalau di video durasinya 8 detik sampai 00:15 tapi itu karena dipotong videonya, at least 10 detik. Jadi ketika salaman jangan buru-buru dilepas.
3. 00:09 "Terima kasih kepercayaannya, terima kasih berkatnya buat keluarga kami"
Kalau kita dapat project atau pekerjaan, jangan lupa untuk nyapa yang ngasi project atau pekerjaan itu. Sampaikan terima kasih karena udah percaya.
4. 00:22 "And, this Raynaldo. Good to see you, brother"
Lagi-lagi penting buat riset dulu, mau ketemu siapa, apa jabatan atau posisinya, istri atau anaknya. Orang bakal lebih senang kalau kita tau tentang dia.
5. 00:43 "Apa kabar, sehat? Baik atau bahagia?"
Nah, ini memang kelas PEMAEN. Jawaban "baik" dibawa ke next level jadi "bahagia. Bisa jadi referensi kalau kamu nanya kabar orang lain terutama kalau jumpa di event yang memang harusnya orang happy.
6. 00:47 "Pembina saya ini. Itokku"
Di detik 00:33 juga ada penggunaan "Direktur saya". Harus diakui Indonesia adalah negara timur yang senang menggunakan panggilan honorifik, untuk nunjukkin rasa hormat, status sosial, jabatan, usia, atau hubungan tertentu.
7. 00:58 "Ini auditor yang bicara"
Ini lanjutan dari frame sebelumnya di detik 00:56 kalau Choky dipuji terlihat lebih muda. Nah, kalau di event atau momen tertentu kamu dipuji, terima. Bahkan amplify. Misal dipuji pintar, amplify, "Ah, kalau bapak yang bilang, saya nggak ada keraguan".
Poin mana yang bakal kamu praktekkin? 😅
Menurut gw pribadi, mending keberadaan IPDN itu ditinjau ulang deh…
Asal kelen tahu..
Ilmu-ilmu yang ada di IPDN itu udah diajarin di FISIP dan FIA di seluruh Indonesia.
Perbedaannya, IPDN itu ikatan dinas, biaya minim, dan juga semi-militer.
Lantas buat apa ada IPDN? Wong lulusannya juga jadi ASN. Anak FISIP dan FIA mah disuruh jadi ASN juga bisa.
Dan yang gw juga heran kenapa IPDN semi-militer?Padahal lulusannya itu ya jadi sipil semua…
Terus yang lebih ga nyaman lagi:
Tiap tahun, IPDN butuh ratusan miliar.
Kalian tahu ga? Berapa anggaran IPDN di 2026?
814 MILIAR!
Padahal tahun lalu hanya 517 miliar.
Mana masuk pos anggaran pendidikan lagi.
Dan ini diperuntukkan untuk 5-6 ribu orang praja..
Sayang banget menurut gw.
Duit 817 M itu bisa dipakai buat subsidi PTN-PTN di seluruh Indonesia.
Foto: Rakyat Merdeka dan Pos Jateng
Ketika Susi Susanti mempersembahkan medali emas pertama bagi Indonesia di Olimpiade Barcelona 1992. Susi belum sepenuhnya berstatus Warga Negara Indonesia (WNI).
Susi "hanya" dianggap sebagai warga keturunan Tionghoa yang punya Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia (SBKRI) untuk main di Olimpiade.
Pada kolom KTP-nya dibuat pendanda yang membedakan dengan WNI lain. Bukan hanya Susi, termasuk Alan Budikusuma juga sama, mempersembahkan emas Olimpiade bagi Indonesia di 1992.
Presiden Soeharto memang seolah phobia terhadap etnis Tionghoa sejak mengeluarkan Inpres No 14 tahun 1967 tentang agama, kepercayaan & budaya Cina.
Di era pemerintahan Orde Baru, perayaan Imlek dilarang dirayakan ditempat umum. Barongsai, lampion & huruf Mandarin juga dibatasi.
Nama Anggota Thin Siang diganti jadi Muladi. Nama Goei Ren Fang diganti jadi Alan Budikusuma & nama Wang Liang Xiang diganti jadi Susi Susanti.
Pada tahun 2000, Presiden Gus Dur buat kebijakan dengan mengeluarkan Keppres Nomor 6 tahun 2000 untuk mencabut Inpres yang pernah dibuat Soeharto. Itu adalah momen penting & bersejarah yang dimulai oleh Gus Dur dengan membela hak sipil etnis Tionghoa.
Dua tahun setelahnya, lewat Kepres Nomor 19 tahun 2002, Presiden Megawati buat terobosan dengan menetapkan perayaan Imlek sebagai Hari Libur Nasional.
Mega menempatkan Imlek yang dirayakan agama Konghucu setara dengan IdulFitri, Natal, Nyepi & Waisak. Pun langkah Mega ini sekaligus menjadi penegasan bahwa Masyarakat Tionghoa menjadi bagian integral dari bangsa Indonesia sekaligus perwujudan nyata dari Bhineka Tunggal Ika.
Warisan dari Gus Dur & Mega yang mendobrak langit-langit kaca diskriminasi akhirnya membuat kita merayakan emas Olimpiade dari keturunan Tionghoa menjadi lebih utuh.
Hendra Setiawan di Olimpiade Beijing 2008, Liliyana Natsir pada Olimpiade Rio de Janerio 2016 hingga Greysia Polli di Olimpiade Tokyo 2020, yang mana mereka mempersembahkan emas dengan menjadi Indonesia seutuhnya, bukan sebagai warga kelas dua.
Seperti yang pernah dialami oleh Susi Susanti (1992) & Alan Budikusuma (1992) yang meraih emas tapi harus menyertakan SBKRI sebagai pertanda mereka Indonesia.