Teman-teman, saya ingin menjelaskan menstruasi kepada para laki-laki.
Sebagian laki-laki mengira menstruasi hanyalah beberapa hari rasa tidak nyaman, sedikit perubahan mood, lalu selesai.
Padahal, jarang sekali yang benar-benar menghitungnya.
Seorang perempuan berada dalam masa subur itu kurang lebih selama 40 tahun.
Menstruasi datang sekitar setiap 28 hari.
Artinya, dalam hidupnya, seorang perempuan mengalami sekitar 521 kali menstruasi.
Setiap menstruasi berlangsung kurang lebih 5 hari.
Jika dijumlahkan, itu sekitar 2.607 hari.
Hampir 7 tahun hidupnya dilalui dalam keadaan berdarah.
Dan bukan kiasan, dia benar-benar berdarah.
Rata-rata darah yang dikeluarkan sekitar 80 mililiter.
Jika dijumlahkan sepanjang hidup, jumlah darah terbuang mencapai sekitar 42 liter.
Rata-rata tubuh kita berisi sekitar 5 liter darah.
Empat puluh dua dibagi lima.
Artinya, sepanjang hidupnya, seorang perempuan mengeluarkan darah setara lebih dari 8x seluruh darah dalam tubuhnya sendiri,
Delapan volume darah tubuh keluar dari satu perempuan.
Dan ada bagian yang lebih jarang dibicarakan.
Ia memulai semua ini sejak usia 11 tahun.
Sebelas tahun.
Usia ketika sebagian besar dari kita masih belajar memahami tubuh sendiri.
Ia menyembunyikan pembalut di balik lengan saat berjalan ke toilet.
Berdoa agar darahnya tidak tembus ke rok.
Mencari alasan kepada guru olahraga.
Berbisik kepada teman-temannya.
Malu luar biasa jika ada anak laki-laki yang tahu trus menertawakan.
Lalu kebiasaan itu terbawa bertahun-tahun.
Menyembunyikan.
Menutupi.
Berpura-pura semuanya baik-baik saja.
Di sekolah.
Di tempat kerja.
Saat bepergian.
Di ruang rapat.
Di tengah kesibukan.
Di setiap ruangan yang ia masuki.
Ia bisa sedang nyeri, lelah, tidak nyaman, bahkan cemas darahnya tembus. Namun tetap tersenyum.
Tetap bekerja.
Tetap terlihat baik-baik saja.
Tujuh tahun perdarahan.
Empat puluh tahun belajar menyembunyikannya.
Lalu sebagian laki-laki masih menyebutnya, “Ah, cuma moody sebulan sekali.”
Bahkan bikin kepanjangan baru dari PMS, "Prepare to Meet Satan."
Teman-teman,
tugas kita bukan memperbaiki semuanya.
memang tidak akan bisa.
Tugas kita adalah menjadi lebih dewasa dalam memahaminya.
Belikan pembalut tanpa merasa aneh.
Tanyakan apa yang ia butuhkan tanpa menghakimi.
Jangan memasang wajah jijik.
Jangan menjadikan menstruasi sebagai bahan candaan murahan.
Jangan bertanya, “Lagi datang bulan ya?” dengan nada yang ngenyek merendahkan.
Jangan membuat perempuan merasa tubuhnya adalah sesuatu yang harus disembunyikan.
Ia sudah belajar menyembunyikannya sejak usia belasan tahun.
Maka jadilah orang yang membuatnya merasa aman.
Yang membuatnya merasa nyaman
Yang membuatnya tidak perlu lagi bersembunyi.
LAILAHAILLALLAH APALAGI INI??!! PAYUDARA MELEDAKK??? TAKUTT BANGETTT MELETUS BALON HIJAU DUARRR💥
girls tenangin nenen kalian. sebelum bner2 meledak kalian harus tau kalo tahapannya tuh panjang. egk lgsg meledak juga😭
jujur aku blm prnah nemu kasus nenen yg bener2 meledak ya, tp kasus yg banyak terjadi dikalangan busui tuh pembengkakan payudara.
knp bisa bengkak? soalnya asinya egk dikeluarin, pdhl kelenjar asi terus memproduksi sesuai jadwalnya. jd kalo telat rasanya nenen tu padet berisi, tegang gtu.
nah bahayanya klo didiemin aja tuh malah bikin nenennya sekeras batu. iyapp keras banget, krna kpnuhan saluran asi jd bengkak dan nekan jaringan di sekitarnya. efeknya kerasa panas, cenut2, kesentuh dikit udah kesakitan.
ada juga yg lbh parah. mastitis namanya. payudara merah bengkak disertai abses di dlm (nanah) tandanya udh infeksi biasanya ibunya smpe demam.
trs gmn kalo terlanjur telat pumping/menyusui?
jgn lgsg dipumping/disusui, kompres pke air anget dulu biar asinya melunak. jgn lupa dipinat lembut, klo udh enakan baru deh pumping. abis itu boleh kompres dingin buat redain bengkaknya.
ciwi-ciwi yg prnh/lagi menyusui pernah ngalamin pembengkakan nen jg gak?
Love after 25 itu beda.
Kamu sudah nggak lagi cari “spark” atau rasa yang meledak-ledak di awal.
Yang kamu cari sekarang lebih ke stability, kindness, dan shared goals.
Kamu sudah melewati fase yang penuh permainan, drama, dan butterfly yang cepat datang lalu hilang.
Sekarang yang kamu butuhkan lebih sederhana tapi lebih dalam:
peace, emotional safety, dan seseorang yang arah masa depannya sejalan dengan kamu.
jangan ada yang tergiur yaa!
ini udah ada catatan komunitasnya, tapi belum naik ke publik. juga sudah ada laporan kalo mereka menipu.
bisa sebarin biar semua tau 🚨
Maaf banget.. kenapa ya ini masih sering kejadian??🥲
Jadi guys, ini tuh bukan benefit tapi bare minimum (alias WAJIB)🙏:
- BPJS Kesehatan (karyawan + keluarga inti)
- BPJS Ketenagakerjaan (JKK, JKM, JHT, JP, JKP)
- THR minimal 1 bulan gaji
- Upah Minimum Provinsi/Kota (non UMKM)
- Cuti tahunan minimal 12 hari
Kalo yg Benefit itu contohnya gini (GAK wajib):
- Asuransi kesehatan swasta (private medical insurance)
- Company laptop. Tapi, kebanyakan perusahaan sekarang "hampir pasti" minjemin laptop. Ada juga yg pake program ownership.
- Tunjangan pulsa/internet (contoh: Rp100.000/bulan)
- Tunjangan makan, transport, dan bonus performa
- Life insurance tambahan, WFH, cuti ekstra, dll.
Save/Bookmark aja tweet ini, supaya gak lupa.
om, coba intip sambel bantal nya, merek surabraja bukan? kalo merek surabraja itu toxin pewarnanya bisa bikin kangker om, ga tertulis tapi terkandung, agak nakal tuh perusahaan
Sejujurnya ga pernah mau bahas ini,
tapi kepikiran ga tahan mau ngomong makin kesini.
Sbg mantan terapis yg dulu pernah kerja 5 tahun di RS Pusat Otak Nasional,
aku ngelihat Pak Prabowo kyk udh penurunan fungsi kognisi dan dari pas debat capres jg terlihat udh gak sinkron interaksi 2 arahnya.
Kyk ada masalah neurologis jg. Menurutku batasan usia presiden itu harusnya bs lbh ketat. Krn usia yg udh terlalu tua, kognisi dan daya ingat serta fungsi prefrontal cortex absolutely menurun
Ini juga yg aku lihat di Trump. Udh ketuaan jd pasti decision making dan kemampuan analisa menurun. Ditambah kalo dibahas secara psikologis jg bakal lbh kompleks lg.
Org ketika semakin tua fungsi kognisi turun tapi ego akan naik. Disitulah banyak org suka blg “org tua itu kolot”, sbnrnya penyebab kolot itu bisa dijelasin dari pov neurosains dan psikologis, tp ya kompleks bgt. Intinya batas usia itu penting, kalo dilanggar ya dampaknya panjang
cc:riefkariefani
Tahu tidak? Saya menunggu 11 tahun untuk bisa sekadar menonton film yang saya inginkan di bioskop. Menunggu 8 tahun untuk bisa makan di luar dengan tenang tanpa harus mengejar anak yang berlarian. Menunggu 6 tahun untuk sekadar mandi tanpa ditunggui.
Sebab apa? Anak.
Karena harus bekerja dan mengurus anak, saya menekan segala keinginan diri sendiri, sesederhana apa pun itu. Frustrasi? Kadang. Lelah? Tentu saja.
Rasanya seperti ada bandul besi yang dirantai di kaki.
Namun, seiring berjalannya waktu, semakin usia Aksa bertambah, langkah saya menjadi lebih panjang dan lebih mudah.
Jadi, untuk teman-teman single parent, saran saya cuma satu: bertahan dan bersabar sekuat kita bisa.
Akan tiba saatnya rantai itu terlepas satu per satu. Akan tiba saatnya kita punya waktu untuk diri sendiri. Akan tiba saatnya kita kembali mengukir dan berusaha menggapai mimpi demi mimpi.
Akan tiba saatnya ....
Punya anak itu nggak ada sekolahnya, tapi untungnya banyak "otak" hebat yang sudah riset duluan. 🧠📚
Setelah baca puluhan buku parenting, menurutku 5 buku ini yang paling wajib ada di rak (atau Kindle) orang tua biar nggak gampang reog dan lebih sinkron sama anak.
A thread 🧵
"Ada rasa ketakutan gak pas masuk usia 40?"
Jujur, iya.
Saya memasuki usia 40 ketika hidup sedang badai-badainya: miskin, tidak punya pekerjaan, tidak punya tempat tinggal, ditinggal menikah.
Merasa gagal menjadi ibu, gagal menjadi pasangan, gagal menjadi anak, gagal menjadi manusia.
Namun, ketika menatap cermin dan memandangi kerut demi kerut yang perlahan datang, uban demi uban yang mulai bermunculan, saya mulai sadar bahwa WAKTU SAYA TIDAK BANYAK.
Perlahan, saya mulai menerima apa-apa yang sudah terjadi, memaafkan diri sendiri.
Saya mulai rutin meditasi, belajar menggambar sebagai terapi, konsolidasi dengan keluarga besar, dll.
Menyikapi segala sesuatu dengan lebih tenang karena setakut apa pun, hidup tetap harus dijalani. Hanya fokus pada hal-hal yang bisa saya kendalikan dan persetan dengan hal lainnya.
Jujur, menjadi bapak-bapak usia 40-an yang harus bersikap "tega" ke anak sendiri itu menguras mental. Apalagi kalau berhadapan dengan anak perempuan umur 6 tahun yang lagi jago-jagonya negosiasi.
Kadang rasanya pengen menyerah saja. Mengiyakan apa yang dia mau supaya rumah tenang, dan saya bisa duduk sebentar nyeruput kopi hitam tanpa dengar suara rengekan.
Istri saya adalah seorang perawat NICU. Setiap hari dia merawat bayi-bayi prematur yang butuh presisi dan kedisiplinan tingkat tinggi. Jadi buat dia, urusan rutinitas anak di rumah—jadwal tidur, jam belajar, dan batas waktu main gadget—adalah hal mutlak. Kalau istri lagi dapat shift jaga malam, otomatis sayalah sang "Panglima Tempur" yang harus menegakkan semua aturan itu sendirian.
Tiap jam 8 malam, dramanya sering mengalahkan sinetron.
"Yah, 5 menit lagi ya YouTube-nya!"
"Yah, aku belum ngantuk, mau main block sebentar lagi!"
Mendengar dia menangis karena iPad-nya saya tarik, batin ini rasanya perang. Saya sempat mikir, "Apa saya terlalu keras ya sama anak sendiri?"
Tapi kemudian saya menemukan grafik dari Family Studies di bawah ini. Rasanya seperti ditampar, sekaligus dipeluk.
Di grafik itu ada satu temuan yang sangat valid, Stricter parenting is harder. Menetapkan aturan yang ketat itu memang bikin orang tua lebih pusing, capek, dan stress (lihat bar warna krem). Jauh lebih gampang ngasih anak HP supaya mereka diam.
TAPI, coba perhatikan bar warna biru dan abu-abunya.
Ternyata, aturan yang bikin kita capek itu—seperti menetapkan jam tidur yang ketat (strict bedtime) dan membatasi gadget (screen time limits)—justru meningkatkan kualitas hubungan orang tua dan anak secara drastis. Dan hebatnya lagi, ini bukan cuma klaim dari kacamata kita sebagai orang tua, tapi anak-anak juga merasakannya!
Pantas saja. Walaupun semalam dia menangis tersedu-sedu karena saya suruh berhenti nonton dan masuk kamar, pagi ini dia bangun dengan sangat segar.
Tiba-tiba dia lari, memeluk kaki saya dari belakang pas saya lagi menyeduh kopi di dapur, sambil menyengir lebar, "Ayah, ayo temenin adek main Lego!"
Tidak ada dendam. Yang ada hanya anak yang merasa aman, karena dia tahu kapan batasnya, kapan dia harus berhenti, dan kapan dia harus istirahat.
Ternyata anak-anak kita butuh ketegasan untuk merasa diperhatikan. Capeknya berdebat tiap malam dan menahan rasa "nggak tegaan" itu adalah investasi jangka panjang untuk kedekatan kita dengan mereka di masa depan.
Bismillah. Mari kuat-kuatkan mental jadi orang tua yang tega demi kebaikan mereka sendiri. 💪
Bagaimana dengan Bapak/Ibu di sini? Ada yang sering perang batin juga setiap menyuruh anak tidur atau menarik gadget dari tangan mereka? Apa trik kalian supaya tetap waras menghadapi fasenya?
PENGEN PUNYA KELUARGA SEPERTI BU DAYU DAN PAK IKO🥺✨
Kalau ada kesempatan untuk menikah dan punya keluarga, bohong rasanya aku ga pengen punya keluarga super duper hangat kayak Bu dayu dan pak iko, plus superwoman kicil kinara.
Beberapa kali ketika video mereka lewat di fyp, aku ngerasa bahwa keluarga ini punya kehangatan yang bisa di rasakan orang lain walapun cuma lewat dari layar handphone, mereka berhasil ngedidik Kinara untuk jadi manusia yang sayang sama sesama, kinara superduper magic dia bisa bikin kucing kucingnya merasa sangat di cintai oleh dirinya.
Rasanya senang melihat kehangatan dari keluarga bu dayu dan juga pak iko, sejak kecil rasanya mendapatkan kasih sayang Ibu cuma 1 tahun yaitu pas Lebaran aja dan itu hal yang aku sesali kenapa kita terlalu gengsi minta di peluk, ucapin i love u padahal itu bisa di katakan sehari hari.
Oleh karna itu di masa depan nanti aku pengen punya keluarga yang hangat seperti keluarga pak iko dan bu dayu serta punya anak manis seperti kinara.
Apakah kalian punya dream family untuk masa depan kalian?
Guys,
Cuaca panas yang lagi kita rasain belakangan ini bukan cuma biasa aja. Ini tanda-tanda El Niño lagi mendekat, dan bisa bikin musim kemarau tahun ini lebih kering plus lebih panjang 😔😭 BMKG bilang peluangnya lumayan tinggi mulai Mei-Juli 2026, intensitasnya lemah sampai sedang. Di Aceh sendiri, udah ada peringatan dini kekeringan di beberapa daerah. Mending kita siap-siap dari sekarang supaya ga kena dampaknya.
Apa sih El Niño itu?
Singkatnya, suhu air di Samudra Pasifik bagian tengah-timur jadi lebih hangat dari biasanya. Ini ngubah arah angin dan pola hujan di seluruh dunia. Angin monsun barat daya (itu angin musiman dari barat daya yang biasanya bawa hujan deras ke Indonesia sekitar Mei) bisa datang terlambat atau ga sekuat biasanya. Hasilnya? Panasnya makin terik, hujannya berkurang.
Sekarang (April 2026) kondisinya masih netral, tapi prediksi BMKG & NOAA peluang masuk El Niño Mei-Juli sekitar 50-80%. Musim kemarau 2026 diprediksi lebih kering dari rata-rata, terutama April sampai Oktober. Di Aceh udah mulai waspada/siaga kekeringan di sebagian kabupaten.
Bahayanya?
Panas ekstrem ini bisa bikin tubuh kekurangan cairan (dehidrasi) berat sampai serangan panas (heat stroke). Orang sehat pun bisa kena kalau ga waspada, apalagi anak kecil, orang tua, atau yang sering aktif di luar rumah.
Tips biar aman:
Jangan nunggu haus dulu baru minum! Itu tandanya tubuh udah mulai kekurangan air. Minum tiap jam, terutama anak-anak & lansia. Selalu bawa botol air ke mana-mana.
Waktu paling berbahaya: pukul 11 pagi sampe 3 sore. Matahari lagi paling ganas. Sebisa mungkin stay di dalam rumah atau di kantor aja.
Hindari baju hitam. Warna gelap lebih banyak nyerap panas. Pakai baju katun warna terang aja, seperti putih atau warna pastel.
Gejala serangan panas yang harus diwaspadai:
Sakit kepala parah
Pusing, mual, muntah
Pingsan
Kulit kering dan ga berkeringat sama sekali
Kalau ada yang ngalamin ini, langsung pindahin ke tempat teduh, kompres badan pake kain basah, dan buruan bawa ke RS. Jangan ditunda!
Kita bisa lewatin ini bareng-bareng kalau saling ingetin. Pantau update resmi dari @infoBMKG biar selalu akurat. Atau ke @zakiberkata yang selalu update info cuaca
Gua baru tahu kalau perempuan butuh tidur lebih lama dibandingkan laki-laki setelah baca jurnal ini.
Pernah gak sih kalian merasa bahwa perempuan tuh tidur lebih lama dibandingkan laki-laki?
Sebuah penelitian yang melibatkan 72.992 orang dewasa usia 18–64 tahun menemukan bahwa perempuan rata-rata tidur lebih lama dibanding laki-laki, sekitar 6 𝘀𝗮𝗺𝗽𝗮𝗶 28 𝗺𝗲𝗻𝗶𝘁 lebih lama setiap harinya.
𝗞𝗲𝗻𝗮𝗽𝗮 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗯𝗲𝗴𝗶𝘁𝘂?
Penelitian ini menjelaskan bahwa perempuan, terutama di fase dewasa, saat hamil, serta ketika sudah punya anak, cenderung butuh waktu tidur lebih banyak. Beberapa alasannya antara lain:
1. Tidurnya lebih sering terganggu
2. Kualitas tidur lebih rendah
3. Peran sosial dan tanggung jawab keluarga bikin mereka harus bangun lebih pagi
Jadi kalau ada perempuan yang tidurnya terlihat lebih lama, apalagi yang sedang hamil atau sudah punya anak, JANGAN LANGSUNG DICAP MALAS YA!
Tubuh mereka memang butuh waktu istirahat ekstra untuk memulihkan energi.
Jadi mulai sekarang yuk kita mulai mengerti bahwa tidur lebih lama pada perempuan bukanlah tanda kemalasan, tapi kebutuhan biologis.
Sumber:
Burgard (2013). Gender and time for sleep among U.S. adults.
Abis diskusi cukup banyak di thread ini, aku jd penasaran dan baca2 tentang kapan waktu terbaik utk investasi pendidikan terhadap anak. Aku coba rangkum dan sertakan sumber penelitiannya di bawah 👇
Ternyata benar, pendidikan anak paling efektif itu di 6 tahun pertama kehidupan (usia 0-6 tahun), terutama PAUD/TK.
Kenapa?
Karena di 6 tahun pertama terjadi proses synaptogenesis (pembentukan jutaan koneksi saraf baru) dan synaptic pruning (pemangkasan koneksi yg jarang dipakai).
Pengalaman dini seperti stimulasi, bahasa, interaksi, termasuk lingkungan sekolah yang bagus, akan membentuk pondasi otak secara permanen.
Setelah 6-7 tahun, plasticity-nya sudah menurun drastis.
Intinya: Di usia dini, anak harus kita kasih input berkualitas tinggi, agar dampaknya lebih cepat dan permanent. Kalau telat, maka kita harus "menggantinya" dgn biaya yg lebih mahal, sedangkan hasil yg didapat lebih kecil.
Ada pendapat lain?
Sumber
Penelitian 1: https://t.co/1MaEthJf1B
Penelitian 2:
https://t.co/S7aAc542MS
Hati2 dgn seperti ini.
Allah & Rasul mengajak kita utk menghormati ilmu pengetahuan. Dicari hukum alamnya saat menghadapi suatu masalah, jika A maka idealnya B.
Kalau sakit, berobat. Kalau lapar, makan. Kalau kotor, mandi.
Tahajud adlh hubungan ke Atas, tp ada kalanya Allah menolong dgn perantara manusia lain. Misal, dgn curhat sama temen.