Keras banget ini 🔥🔥🔥
"Keputusan kemarin untuk menangguhkan—selama masa percobaan satu tahun—penerapan sanksi otomatis larangan bertanding satu laga menyusul kartu merah yang diberikan kepada pemain Folarin Balogun, telah melewati batas merah (red line)."
"Sepak bola, seperti olahraga lainnya, bergantung pada peraturan yang menjadi landasan bagi kompetisi yang adil, jujur, dan transparan. Terkadang aturan bisa terbuka untuk interpretasi, namun dalam kasus ini tidak. Sanksi otomatis minimal satu pertandingan setelah kartu merah bukanlah pilihan yang bisa ditentukan sesuka hati (discretionary) dan tidak memerlukan keputusan dari badan berwenang untuk diberlakukan."
"Ini adalah prinsip yang tertanam dalam regulasi, yang tidak dapat dijadikan pengecualian, terlebih lagi di tengah-tengah turnamen di mana beberapa pemain lain berada dalam situasi yang sama dan telah menjalani sanksi mereka sebagaimana mestinya."
"Ketika kepastian hukum tidak lagi dijamin oleh para pengawasnya sendiri, maka integritas permainan sedang dipertaruhkan dan kredibilitas suatu kompetisi akan hancur. Begitu pula, keputusan tersebut menciptakan preseden buruk dalam turnamen yang sedang berjalan ini, di mana situasi serupa kini menuntut perlakuan yang sama, yang pada akhirnya akan merugikan kompetisi itu sendiri."
"Sepak bola adalah olahraga yang paling dicintai di dunia karena ini adalah permainan yang indah, dan ia dipercaya karena dimainkan di mana-mana dengan aturan hukum yang sama. Sebuah turnamen tidak pernah berdiri sendiri secara mutlak, dan jika turnamen yang dimaksud adalah Piala Dunia, ia memiliki kekuatan untuk membawa dampak positif maupun negatif terhadap sepak bola secara keseluruhan."
"Kami menyatakan ketidakpercayaan kami atas keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tidak masuk akal, dan tidak dapat dibenarkan ini."
Di masa UIN Raden Fa**h masih berbentuk IAIN, salah satu dosennya pernah bilang "Kalau bukan karena moral dan agama, ada jutaan warga negara ini yang lebih baik dihilangkan nyawanya karena gak ada gunanya."
Kejam 🗿
Giliran MBG, perbandingannya Finlandia dan Swedia. Tapi kalau kesejahteraan guru, fasilitas sekolah, kurikulum, disuruh bersyukur dan gak dibandingkan dg Finlandia dan Swedia.
Gua mau berpendapat soal ini.
https://t.co/1eqRJVUY2X
Ketika dilantik as RT, gua dikasih tau bahwa ada beberapa warga yang selama ini memang kurang responsif. Kumpul2 warga gak datang, gotong royong tidak hadir, iuran sampah pun tidak.
Hal pertama yang gua lakukan adalah klarifikasi. Datang ke rumah warga yang tidak responsif, dan ngobrol2. Karena gua pikir, perlu tau duduk perkaranya.
Ternyata, masalah utama bukan mereka tidak mau berkontribusi. Kondisinya macam2, seperti Kepala Keluarga yang kerjanya di luar pulau, habis kena PHK, dan lain-lainnya gua gak bisa cerita disini.
Jadi, hidup dalam bermasyarakat, empati itu penting. Kondisi setiap keluarga itu berbeda2 dan tidak bisa dipukul rata. Kalo ada tetangga kalian yang kurang aktif, peran RT adalah kunjungi rumahnya. Cari tau alasannya.
Pasang spanduk kayak gitu, menurut gua tidak elok. Karena terkesan RT/RW disitu tidak mau memahami kondisi warganya.