Masih banyak banget ternyata kubangan lumpur yang ngelakuin praktik jelek kayak gini.
Nanti giliran bege'en bikin kebijakan yang ngerugiin mitra mereka langsung mencak-mencak, merasa yang paling tersakiti, merasa paling terkhianati oleh prabowo. Bajindul.
Kebijakan stop MBG (meski cuma saat libur sekolah) disambut gembira semua pihak, kecuali pengusaha yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI).
Ini bukti MBG bukan program, tapi proyek.
Yang lapar bukan siswa. Tapi pengusaha.
Ini dalam Ilmu Politik disebutnya Predatory State.
Dan MBG adalah Project penjarahan skala raksasa…
Siklus predatory state klasik:
Rakyat bayar pajak → negara biayai program → program berputar di luar sistem pajak → defisit melebar → rakyat bayar pajak lebih banyak untuk tutup defisit → program tetap jalan → lingkaran tidak putus.
335 Triliun,
Kita yang bayar masuknya.
Mereka yang nikmati keluarnya.
Mantap bukan?
Dan sistemnya dirancang agar kita gak bisa lacak aliran uangnya.
Di luar negeri, urusan ginian mah tinggal minta kampus.
Kampus dikasih dana pemerintah.
Simpel, selesai.
Bisa-bisanya peneliti disuruh cari sendiri.
Terus yang bantuin influencer. 😂
Negara macam apa itu.
Kronologi Fatal Tata Kelola Energi: Dari Obsesi Pajak Sampai Jawa Terancam Blackout (Thread)
Mari kita bedah kronologi bagaimana kebijakan ugal-ugalan yang bikin eksportir terbesar ke 1 dunia dan produsen batu bara ke-3 terbesar di dunia ini malah kena krisis energi listrik
Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.