Perlu diingatkan lagi, Joko Widodo berulang kali menyatakan proyek KCJB menggunakan skema business to business (B2B), sehingga tidak menggunakan APBN dan tidak memerlukan jaminan pemerintah.
Luhut Binsar Pandjaitan, sebagai Menko Kemaritiman dan Investasi, berkali-kali menegaskan bahwa utang proyek tidak akan dibayar menggunakan APBN dan mengkritik pihak yang menyebut proyek itu akan menjadi beban negara. Bahkan pada 2025 ia kembali mengatakan tidak pernah ada permintaan agar utang Whoosh dibayar memakai APBN. (tautannya: https://t.co/CJjEJwqPn4)
Sejumlah pejabat KCIC dan kementerian pada masa itu juga konsisten menyampaikan narasi bahwa proyek bersifat komersial (B2B) sehingga risikonya berada pada perusahaan, bukan negara.
Tak terhitung juga para politisi dan buzzer pendukung Jokowi saat itu yang menyampaikan narasi ini dan menyerang mereka yang mengritik KCIC. Jika sejak awal proyek dijanjikan sepenuhnya B2B tanpa membebani negara, mengapa kini penyelesaiannya harus diambil alih pemerintah?
Bagaimana pertanggungjawabannya? Kemana mereka sekarang?
Kalau LBP sih masih punya jabatan sih.
🚨🔴⚪️ BREAKING: Bruno Guimarães to Arsenal, HERE WE GO! 🇧🇷
Agreement in place with Newcastle after long talks and personal terms in place with Bruno since July. Fee worth £75m.
New midfielder for Mikel Arteta. 🔜
🚨 DISGUSTING: Al Jazeera exposes a massive government failure in Indonesia.
A $15 BILLION free meal program for children and pregnant women has been completely marred by rampant corruption and horrifying incidents of mass food poisonings! The establishment is failing.
Gile Yieldnya terbang, ampun-ampun deh pak Pur ini. Sudah benar Prof CB ndak mau gantikan. 🤣🤣
Besok kita buktikan apakah framework Quad4 dari Keith ini terbukti, IDX ambrol kembali. Kalau mulai ambrol lagi, amsiong deh, Rupiah bablas lagi.
Siap-siap pak Pur.
Presiden SBY: kami berhasil melalui Great Financial Crisis 2008-2009 dan Taper Tantrum 2013 dengan cukup baik
Presiden Jokowi: kami berhasil melalui Trade War 2018 dan Covid Crisis 2020 dengan cukup baik
Presiden Prabowo: GW YANG BIKIN KRISISNYA AJG AWOKWOKWOKWOK
Kenapa pemerintah sebegitu ngototnya masang angka pertumbuhan yang tinggi terus?
Awalnya aku kira itu cuma buat flexing dan jaga sentimen.
Sampai akhirnya nonton satu video dari TLDR Global News, dan jadi mikir ulang.
Video ini cukup menarik buat merangkum latar belakang masalah ekonomi yang tengah kita hadapi belakangan ini. Sini aku bahas!
A thread 🧵 by Narasi Visual
gue klarifikasi gini bukan buat diri sendiri sih, tapi biar masyarakat melek inituh namanya kegagalan sistem tot ngentot. KENAPA LU PADA DENIAL BANGET SIH KALO BIAYA HIDUP INDONESIA TUH GAK SEBANDING SAMA PENDAPATAN??? LU BAYANGIN AJA UMR TERTINGGI 6JT, HARGA RUMAH STANDART 50OJT
Dari dua tahun lalu, saya konsisten mengingatkan segenap masyarakat untuk bijak mengelola risiko dan melindungi nilai tabungan kita. Ketika beban utang yang luar biasa diwariskan kepada kita, dan tren kebijakan fiskal semakin tidak terkendali, diversifikasi tabungan – termasuk menyimpan sebagian tabungan dalam mata uang yang stabil (hard currencies) seperti Dollar, Singapore Dollar, atau Euro – bukan lagi sekedar opsi investasi, melainkan langkah penting untuk melindungi keuangan keluarga dan keuangan pribadi.
Perlindungan daya beli ini adalah hak masyarakat. Tentu saja, perlindungan daya beli terbaik tetap berada di tangan Pemerintah melalui perubahan orientasi kebijakan yang fundamental. Tanpa perubahan orientasi kebijakan yang menyeluruh dan mendalam, sulit melihat Rupiah dan daya beli kita bisa pulih.
For the past two years, I have consistently urged the public to prudently manage risks and protect the value of our savings. With an immense debt burden inherited from the previous government, and a fiscal policy drifting further out of control, diversifying our savings – including holding a portion in stable hard currencies like the US Dollar, Singapore Dollar, or Euro – is no longer just an investment choice. It has become a vital step to protect personal and family finances.
Safeguarding our purchasing power is a fundamental right of the people. Ultimately, the best solution for restoring our financial security lies in the hands of the Government through a fundamental shift in policy orientation. Without a comprehensive and deep policy overhaul, it is difficult to see how the Rupiah and our purchasing power can truly recover.
Sedih sih gue. Orang2 sekeren ini gak laku di negara yg gw cintai. Yang dipilih malah badut gemoy & sidekicknya yg dipoles bedak 5 kilo. Apek bener.
Bangga kali punya presiden muda yg pinter dengan para pembantunya yg intelek, berwibawa, cerdas, berintegritas & sarat pengalaman.
"Giliran prabowo kena sentil Pak Amien Rais. AR menyarankan agar microphone dijauhkan dari prabowo biar tidak bicara gak bermutu"
Ngakak banget woelah, senin-jum'at, Pak Amien minta agar first lady teddy dijauhkan dari wowo 🤣🤣
Ada yang ngespill surat pemecatan wowo dari TNI.
Salah satu alasannya:
"sering ke Luar Negeri tanpa ijin dari Kasab (Kepala Staf Angkatan Bersenjata) ataupun Pangab (Panglima Angkatan Bersenjata)"
Ohh pantes moment sih ini haha
Dear darah muda @primagnesius
Di dunia saham, punya pandangan berbeda itu sangat sah sah saja. Even the smartest guys di BEI pun sering debat satu sama lain setiap hari, and nobody calls each other “tolol.”
Masih muda itu modal yang luar biasa. Gunakan untuk bangun reputasi, bukan untuk burn bridges. Industri ini smaller than you think. Orang yang kamu ejek hari ini bisa jadi your future boss, partner, atau investor kamu suatu hari nanti.
Beda analisis itu wajar, debat ide itu sehat. Tapi ngatain org tolol only shows that your argument isn’t strong enough to stand on its own.
btw @igodbe_ dan @RashkaLLC udah baikan?