anw guys temen moodz maaf yah kalau akun ku ini isinya nyampur bukan uyon doang, maaf juga kalau isi akun ku ada kasar kasar nya atau triggering buat kalian, kalau di rasa kurang nyaman its okay unfollow aja guys, sepertinya aku bakal bikin akun khusus buat hype uyon nya yah✋🏻
komunikasi komunikasi, wajar gak lu? lu tau temen lu lagi relapse butuh tolong tapi respon lu cuman "gue liat lo lagi struggle sama mental lo dan pergi ke psikiater yah? kasih tau dong caranya consult"
minimal tanya keadaan temen lu dulu dah bray
pada bilang komunikasi aja, gimana mau komunikasi? tiap cerita di potong mulu cape gak sih?
padahal kalau mereka kenapa napa larinya ke gue cuman buat jadiin tong sampah emosi mereka
pada bilang komunikasi aja, gimana mau komunikasi? tiap cerita di potong mulu cape gak sih?
padahal kalau mereka kenapa napa larinya ke gue cuman buat jadiin tong sampah emosi mereka
buat konteks gue uda asking for help kok 😅 tapi gue ternyata ga ditolong…. tapi kalo temen lain dia mau nolong, jadi yaudah. emang betul gue sejarang itu minta tolong karena ga mau repotin. tp at the end pas minta tolong sering kejadian kayak gini, jd kecewanya ada
July 11, 26
WOODZ’s celebratory performance at Jamsil Baseball Stadium
Before the reconstruction of Jamsil Stadium, this was the final All-Star Game to be held there. To celebrate the occasion, WOODZ took the stage and closed his performance with the legendary national singer Cho Yong-pil’s beloved classic, “Let’s Go on a Trip (여행을 떠나요).”
WOODZ has said that this was one of the songs that made him dream of becoming a singer when he was a child. Although it is a song that has been loved and covered by countless artists, I can confidently say that it is rare to find a singer who can deliver its soaring high notes with such ease, lightness, and refreshing clarity.
With incredible vocal technique and outstanding vocal power, he swept away the irritation of the sweltering summer heat and gifted us with a truly unforgettable performance.
#WOODZ #JAMSIL #Baseball_Stadium
#우즈 #조승연 #KBO
Perjuangan hidup seorang anak korban gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) harus berakhir di tengah dinginnya posko pengungsian. Mario Calviano Guru (2), balita asal Nagekeo ini meninggal dunia pada Kamis (20/8).
Ia sempat bertahan di posko pengungsian Bukit Puta pascagempa yang melanda wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026. Menurut keluarga, korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, nyawa balita tersebut tidak berhasil diselamatkan.
Sebelum mengembuskan napas terakhir, Calviano sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Aeramo, kemudian dirujuk ke RS Bajawa akibat demam tinggi. Demam itu menyebabkan tubuhnya kaku dan kejang.
"Kami mohon bantuan segera. Ini situasi yang serius. Korban meninggal baru berusia dua tahun. Ia jatuh sakit hanya karena kondisi keterbatasan di atas bukit, tanpa kelambu dan tanpa tenda. Sebagai keluarga, saya berbicara dengan duka yang mendalam atas kepergian keponakan saya ini," kata Jack, keluarga korban.
📸: Dok. kumparan/Ilustrasi, Istimewa.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | videonews | R339 | R067 | E070 | E120 | V165
#ntt #bicarafaktalewatberita #kumparan
padahal udah survive gempa ya dek😭 if this doesn't radicalize you i don't know what will sih😭 sedih bgt yaAllah masa pemerintah gbs kasih posko yg minimal bgt bisa melindungi dari panas & dingin???