Dulu bersama puluhan tokoh masy menghadap Presiden. Di situ kami sampaikan bahwa Presiden bisa menolak pelemahan KPK melalui beberapa strategi spt Perppu. Hasilnya? Tetap Revisi. Tetap KPK diletakkan di bawah Presiden, tidak lagi independen. Tetap pilih Firli Bahuri.
@aniesbaswedan menjawab seorang gen z yang termakan propaganda sosial media, ternyata trending topik itu bisa dibeli, dan tidak semua yang trending itu benar benar fakta
#AniesMuhaimin2024
Bahwa sebagian dari visi misi Pak Anies itu berasal dari anak muda atau Gen Z dan lebih lengkap (148hllmn) dari visi misi ganjar (33hlmn) menariknya visimisi pak Anies ini OUT OF THE BOOK (idenya baru), mgk kita msh ingat pak Anies prnh kumpulkan 100 pemuda bawa ide??
Hanya Kubu Prabowo
Yang Mencantumkan
Tentang Kelanjutan IKN
Dalam Visi-Misinya.
Karena
Keluarga Prabowo
Punya Banyak Lahan
Di Areal IKN.
Kalau IKN Lanjut
Harga Tanah Naik
Keluarga Prabowo Untung.
.
Bambang Harymurti
Uni Lubis
..
https://t.co/ex7olFdOy5
...
Counterpoint: keterlibatan tersebut (debatable) memberi Anies modal politik yang cukup di kelompok itu sehingga tidak perlu meng-appease mereka lagi dengan kebijakan berbasis agama. Terbukti begitu kan di Jakarta ๐
Ketika Ibu Prof. Siti Zuhro Bertanya Ke Pak Anies Tentang IKN sungguh Luar Biasa Jawaban Pak Anies Sangat Cerdas, Keinginan pak Anies ingin Kesetaraan jadi Bukan hanya 1 kota yg maju sedangkan masih Banyak Kota / Desa yg harus di majukan,.. Auditorium UMS
Berita negatif di menfess, akun kampanye, atau twit info mana aja jangan lgsg ditelen semua. PR kita buat #PilahSebelumUnggah, cek kebenarannya dulu yaa ๐ค
Tp kalo ttg MU sih pasti bener negatif mulu ๐ญ
Cek IG @ literasidigitalkominfo deh biar makin cakap digital di masa pemilu
Anak Twitter jangan kalah sama anak IG:
Anak IG ngepost story pake filter biar cakep,
kita kalo ngetweet juga mesti difilter dulu biar bener.
Udah deket pemilu suka banyak berita palsu. Inget selalu #PilahSebelumUnggah
Cek akun IG literasidigitalkominfo biar #MakinCakapDigital
Nih rekomendasi akun IG buat ortu kalian follow biar mereka bisa lebih paham soal pentingnya #PilahSebelumUnggah
Biar grup WA keluarga gak heboh mulu sama berita ngasal wkwkkw.
Yuk 2024 jadi #MakinCakapDigital ๐ช๐ผ๐ช๐ผ
nih link IG nya : https://t.co/cnJwD8YlIP
Narasi Sesat Korban Penculikan Prabowo Sudah Dipulangkan Semua
(Opini pribadi, tidak mewakili organisasi mana pun)
Saat @budimandjatmiko bilang bahwa @prabowo mengatakan sudah mengembalikan korban yang diculik tahun 98, saya heran begitu banyak yang percaya bahwa yang dikatakan Prabowo itu benar.
Apalagi, kader @psi_id mas @sigitwid sepertinya juga mengamini itu sebagai kebenaran, mungkin juga kader PSI lainnya. Selain tidak ada fakta yang mendukung pernyataan Prabowo yang disampaikan Budiman, bukan kah PSI sendiri yang menyatakan bahwa Prabowo adalah seorang pembohong? Kenapa harus dipercaya?
Saat wacana ini bergulir, saya mencoba membuka berkas-berkas lama, salah satunya kesaksian para korban penculikan, yang pernah saya baca sekitar pertengahan tahun 2019.
Salah satu yang membekas di kepala adalah kesaksian almarhum Desmond Junaedi Mahesa. Desmond diculik pada 3 Februari 1998 dengan ditodong pistol di depan sekretariat GMKI di Salemba. Kesaksian itu terdokumendasi dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Desmond.
Proses BAP Desmon dilakukan oleh Mayor Cpm A.L. Toruan pada 25 Mei 1998, pukul 15.00 WIB di Kantor Pusat Polisi Militer atas perintah lisan Dan Puspom Mayjen TNI Syamsu D. Dalam BAP itu, Desmond menyebutkan informasi penting untuk menjelaskan kesesatan narasi bahwa korban penculikan Prabowo sudah dikembalikan semua.
Saat di-BAP Desmond mengatakan bahwa pada hari pertama ia disekap di Poskotis, ia bertemu dengan Yani Afri alias Rian Padang yang disekap di sel nomor 1 dan mengetahui ada Soni Ambon di sel nomor 6. Keduanya adalah aktivis PDI Megawati (kini PDI Perjuangan) dituduh sebagai pelaku peledakan Mall Kepala Gading. Sementara Desmond disekap di sel nomor 4.
โPada hari pertama saya masuk di sel nomor empat, di sel nomor satu sudah ada orang yang bernama Yani Afri alias Rian Padang, pekerjaan sopir, aktivis PDI Megawati Tanjung Priok.. Pada sel nomor enam ada orang bernama Soni Ambon pekerjaan sopir, aktivis PDI Megawati Tanjung Priokโฆโ kata Desmond.
Keberadaan Yani Afri dan Soni di Poskotis ini juga disampaikan oleh Faisol Reza dalam kesaksian tertulis yang ia buat pada 20 Juni 1998.
"Dua hari kemudian Yani Afri dan Soni dikeluarkan. Sebelum keluar, Yani Afri menyatakan bahwa mereka berdua (dengan Soni) sudah hampir 10 bulan berada di sana, Desmond dan Pius sudah 1 bulan, sementara Haryanto Taslam sudah 1 minggu," tulis Faisol Riza.
Kesaksian Yani Afri kepada Faisol Riza itu mempertegas bahwa penculikan yang dilakukan oleh sejumlah anggota TNI atas perintah Prabowo sudah dilakukan sebelum tim Mawar terbentuk. Sebelum tim Mawar ada, Prabowo sudah memberikan perintah lisan pada Mayor Bambang Kristiono untuk memimpin Satgas Merpati, tugasnya mengumpulkan data dan informasi tentang kegiatan kelompok radikal.
Mayor Bambang menjadi Poskotis sebagai penyekapan dan sebelum akhirnya dijadikan markas tim Mawar untuk melakukan interogasi. Selain Yani Afri dan Soni, ada juga Deddy Hamdun, dan Noval Alkatiri yang dijuga diculik sebelum tim Mawar secara resmi dibentuk.
Keberadaan Deddy Hamdun dan Noval Alkatiri di Poskotis ini sempat disampaikan oleh Yani Afri kepada Faisol Riza dan Pius Lustrilanang.
Selama di sekap, Faisol Riza kerap berbincang dengan Yani Afri, bahkan dalam kesaksiannya, Faisol Riza menulis bahwa Yani Afri sudah seperti sahabat dan saudara.
"Di dalam sel dalam waktu yang lama saya juga menemukan rasa persaudaraan dan persahabatan. Saya merasakan bahwa Yani Afri dan Sonny adalah kawan-kawan terbaik yang pernah saya miliki walaupun saya belum pernah melihat seperti apa adanya. Mereka berdua menasehati saya untuk berolahraga agar tidak jatuh sakit dan mereka juga mengajarkan saya untuk terawa dalam penderitaan," tulis Faisol Riza.
Selain mereka yang diculik sebelum tim Mawar dibentuk, ada juga Herman Hendrawan, seorang aktivis PRD di Surabaya yang diculik tim Mawar namun tak kembali. Herman dibawa ke Poskotis Cijantung setelah ditangkap pada 12 Maret 1998.
Ketika sama-sama disekap Waluyo Jati dan Faisol Riza mengenali suara nyanyian lagu "Widuri" dan "Camelia" yang biasa dinyanyikan oleh Herman. Pius juga mengaku sempat ngobrol dengan Herman, Andi Arief juga pernah mendengar dari interogator bahwa ada nama Herman yang juga ditangkap di sana.
"Kadang mereka menyuruhku menyanyi, dan dari kamar sebelah aku mendengar suara Herman Hendrawan yang menjawab pernyataan atau kadang menyanyi," tulis Raharjo Waluyo Jati dalam kesaksiannya, 3 Juni 1998.
Herman sempat dikabarkan sudah dipulangkan, namun sampai sebagian korban dibebaskan, keberadaannya tidak diketahui.
"Sampai hari Jumat (26 Juni 1998) ini saudara-saudara saya (Herman Hendrawan, Dedi Hamdun, Petrus Bima Anugerah, Noval Alkatiri, Suyat, Yani Afri, Sonny, dll) masih meringkuk di dalam sel yang tidak pernah kita sampai sekarang," tulis Faisol Riza dalam kesaksiannya untuk siaran pers.
Kata "sampai sekarang" yang ditulis oleh Faisol Riza itu masih relevan hingga hari ini untuk membantah kesesatan wacana korban penculikan, sekaligus menuntut tanggung jawab negara agar terus mencari dan menghadirkan keadilan bagi korban penculikan dan keluarganya. Sebab, sebagian dari mereka belum pernah dipulangkan sampai sekarang.