"Kalau gak suka tolak aja." Ucap seorang manusia berjenis kelamin laki-laki yang melabelkan diri sebagai makhluk dengan LOGIKA TINGGI namun sulit menerima hal sekecil PENOLAKAN dan sering kali berakhir pembunuhan.
Maaf nyebar BAD NEWS terus, tapi kalian harus tau:
1. Total ada 108 korban meninggal di PENGUNGSIAN setelah hampir 2 bulan pasca gempa NTT, disebabkan oleh fasilitas minim, minim layanan kesehatan, stress pasca bencana, tertular penyakit, dll.
2. 174rb+ orang terkena ISPA dari kebakaran hutan di Kalimantan hanya dari periode Agustus-September.
Semoga segera membaik, dan semoga pemerintah lebih aware atas situasi yg dihadapi para korban.
TIDAK DILIPUT MEDIA NASIONAL: KARNA SUMATERA TIDAK DIANGGAP INDONESIA
BREAKING NEWS.
Hujan yang sudah turun dengan durasi 1,5 Jam sudah kembali menimbulkan banjir dengan volume yang mengkhawatirkan di Bona Lumban, Kec.Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Video yang diambil ini berada pada tanggal 26 September 2026, dan kami lampirkan video kondisi Bonalumban saat ini.
Harap waspada
gila ya karhutla tuh udah berminggu2 bahkan banyak negara lain bantu tp kok ga selesai2 😭😭 ya Allah tolong turunkan hujan lebat di seluruh wilayah terdampak karhutla😭😭
Sumpah kalo gua tinggal dikalimantan, kayanya gua bakal mati pertama dihari pertama dimana ada kebakaran hutan. I mean gmn caranya warga sana bisa survive dikondisi ke kacau itu dan tanpa ada tindakan dr pemerintah jirr.
Tulisan ini terpampang di Balai Pertemuan yang menjadi tempat setiap acara resmi pondok:
“All problems can be solved by education.”
Bukan
“All problems can be solved by food.”
🚨Bad News from Kalimantan terimakasih untuk teman” disini yg tidak pernah Bosan melihat Postingan kami ini🙏🏻😔
Tolong UP terus berita dari kami,kami disini MASIH BUTUH NAFAS ini bukan embun pagi tapi ini Kabut Asap beracun rumah kita sedang terbakar 😭😔
mau nangis rasanya liat keadaan, satu kecamatan dengan banyaknya titik kebakaran yang nyalanya barengan🥲☹️ update malam ini api udah sampe pemukiman.
#karhutla#PrayForKalimantan
🚨 SOS KALIMANTAN
WORLD, PLEASE LOOK AT THIS!
19 SEPTEMBER 2026 🇮🇩
Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan bukan lagi cerita lokal.
Sudah berminggu-minggu api membakar.
Asap menyelimuti permukiman.
Kualitas udara memburuk.
Dan dampaknya mulai menyeberangi batas negara.
Reuters melaporkan asap dari kebakaran Indonesia telah berdampak ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
Laporan kawasan juga menunjukkan kabut asap lintas batas telah mencapai Singapura hingga selatan Vietnam.
Artinya, asap tidak berhenti di garis batas Indonesia.
ASAP TIDAK PUNYA PASPOR.
Hari ini Kalimantan.
Besok wilayah lain bisa ikut menghirup dampaknya.
Dan sekarang, di Ray 3, Desa Puntik, Barito Kuala, Kalimantan Selatan, karhutla dilaporkan semakin mendekati rumah warga.
WARGA SUDAH DI DEKAT API.
Pertanyaannya
HARUS MENUNGGU RUMAH WARGA TERBAKAR DULU BARU NEGARA BERGERAK?
Kepada media internasional:
@Reuters@AP@BBCWorld@CNN@AJEnglish@AFP@guardian@nytimes@dwnews@ChannelNewsAsia@SCMPNews@AlJazeera@elonmusk
Tolong lihat Kalimantan.
Tolong liput.
Tolong sebarkan.
Kepada lembaga internasional
@UN@UNEP@UNHumanRights@UNFCCC@WHO@WMO@ASEAN
Kami tidak meminta dunia mengambil alih Indonesia.
Kami meminta dunia MELIHAT.
Karena ketika asap sudah menyeberangi batas negara, ketika kualitas udara memburuk, ketika warga mulai terdampak dan ketika api semakin dekat dengan permukiman, persoalannya tidak lagi bisa dianggap sebagai sekadar kebakaran biasa.
IRONISNYA...
Dunia setiap tahun berbicara tentang perubahan iklim, perlindungan hutan dan emisi karbon.
Tapi di Kalimantan, warga justru sedang berjuang mendapatkan sesuatu yang jauh lebih sederhana:
UDARA YANG BISA DIHIRUP.
Kepada pemerintah Indonesia
Jangan tunggu dunia ramai memberitakan baru bergerak.
Jangan tunggu negara tetangga protes.
Jangan tunggu bandara terganggu.
Jangan tunggu sekolah diliburkan.
Jangan tunggu rumah warga terbakar.
DAN JANGAN TUNGGU KORBAN BERJATUHAN.
API TIDAK MENUNGGU RAPAT.
ASAP TIDAK MENUNGGU KONFERENSI PERS.
WARGA TIDAK BISA MENUNGGU SAMPAI MUSIM HUJAN.
Jika kemampuan di lapangan terbatas, kerahkan seluruh sumber daya yang tersedia.
Jika membutuhkan bantuan, buka ruang koordinasi dan kerja sama.
Jika ada dugaan pembakaran ilegal, usut.
Jika ada perusahaan atau individu yang terbukti melanggar, tindak.
Jangan hanya sibuk mencari siapa yang akan disalahkan setelah semuanya terbakar.
🔥🌳
KALIMANTAN BUKAN TITIK KECIL DI PETA.
DI SINI ADA MANUSIA.
DI SINI ADA RUMAH.
DI SINI ADA SEKOLAH.
DI SINI ADA HUTAN.
DI SINI ADA KEHIDUPAN.
WORLD, PLEASE WATCH KALIMANTAN.
#SaveKalimantan
#KalimantanBurning
#IndonesiaForestFire