BREAKING: Seorang siswa SMK di Kudus bernama Muhammad Rafif Arsya Maulidi menulis surat terbuka kepada Presiden Prabowo, menolak jatah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dirinya dan meminta anggaran tersebut (sekitar Rp6,75 juta untuk 1,5 tahun) dialihkan sebagai tambahan tunjangan bagi guru-guru yang kesejahteraannya masih memprihatinkan.
Ia berargumen bahwa guru jauh lebih berperan membentuk generasi muda daripada program makan gratis, dan suratnya yang diunggah di Instagram menjadi viral.
Jodoh itu rahsia dari Allah :
Tiba-tiba dipertemukan,
Tiba-tiba terbit keserasian,
Tiba-tiba hati rasa tenang,
Tiba-tiba urusan jadi mudah,
Tiba-tiba sebar undangan.
Sehebat itu aturanNya, semoga Allah mudahkan. 😊
Untukmu yang belum menikah
Ramadhan penuh Rahmat ini
Bismillah Allah mempertemukan dg jodoh yang terbaik menurut-Nya, seseorang yang mampu menenangkan hati, memahami kekurangan, menjaga iman, dan berjalan bersama dalam suka dan duka, menjadi pasangan yang membawa lebih dekat kepada Allah, yang saling menguatkan dalam kebaikan, saling mengingatkan ketika lalai, dan bersama-sama membina kehidupan yg penuh kasih sayang, keberkatan & ketenangan hingga ke akhir hayat...
Aamiin Yaa Allah 🤲
#RekanCommuters Menanggapi adanya petugas viral di media sosial terkait barang tertinggal milik pengguna Commuter Line, KAI Commuter menegaskan tidak melakukan pemecatan sebagaimana isu beredar, karena kami memiliki aturan dan prosedur kepegawaian yang tetap mengacu pada regulasi ketenagakerjaan.
Setiap stasiun memiliki layanan lost and found. Barang yang ditemukan akan didata dan disimpan oleh petugas. Pengambilan barang tertinggal juga dilakukan mengikuti prosedur yang berlaku.
KAI Commuter akan melakukan evaluasi dengan pihak-pihak terkait secara menyeluruh sehingga agar situasi serupa dapat dicegah ke depannya. Kami mengingatkan kembali bahwa barang pribadi yang tertinggal di dalam commuter line merupakan tanggung jawab pengguna. Karena itu kami mengimbau agar seluruh pengguna tetap menjaga dan memperhatikan barang bawaannya dengan baik.