aku lah salah satunya. gak pernah neko-neko, pergaulan bebas? no, 100% anak rumahan. dari kecil sampe kuliah selalu straight As belajar juga sebagai tanggung jawab atas diri sendiri. but i always suffer in silence, karena orang tua ngga ngasih emotional safe space.
disaat aku udah dewasa baru protes kenapa ngga terbuka sama mereka, kenapa suka mengambil keputusan sendiri? well... i've been surviving alone all this time (mentally). dulu bahkan aku pernah mikir, "aku yang paling gak neko-neko gini kok malah jadi yg paling unlovable ya dibanding my siblings?" but it's okay aku udah berdamai dengan hal itu. peluk diri sendiri 🫂
Cukup resonate sama experience ini, termasuk jadi “anak baik” dalam konteks hubungan sosial. Aku tumbuh dgn konsep “kalau dijahatin orang jgn dibales, doain aja”. Buat aku, ini paradoks. Kelihatan baik, tapi efeknya damaging. aku gk berani memperjuangkan hak-ku, nrimo dan doa aja
PLASTIK NAIK, SAYA DIAM.
DIKATAIN GAK BERMIMPI JADI KAYA RAYA,
SAYA JUGA DIAM.
DOLLAR NAIK, SAYA DIAM.
IHSG DROWNDOWN. SAYA DIAM.
TETAPI HARI INI SAYA DENGAR
HARGA MIE AYAM NAIK,
SAYA AKAN LAWANNNN!!!
Ini yg dikemukakan ama beberapa ahli ekonomi tempo hari.
Kenaikan barang itu terjadinya perlahan, mulai dari bahan mentah, setengah jadi, baru bahan jadi.
Kenaikan bensin itu baru langkah awal, yg akan memberikan efek domino ke naiknya harga2 yg lain.
Yg tercekik itu yg finansialnya dan gajinya terbatas.
Memulai hubungan di umur segini kadang terasa seperti negosiasi. Bukan lagi soal “kamu suka aku, aku suka kamu,” tapi tentang apakah dua orang bisa saling memahami di tengah kesibukan, ambisi, dan luka masing-masing. Dan itu memang tidak mudah.
Kamu akan dipantau seumur hidup oleh:
1. Mantan yg nyesel pernah nyakitin kamu
2. Orang yg dulu merebut pasanganmu
3. Orang yg nggak pernah bisa memiliki kamu
4. Pacar baru mantanmu yg gagal move on dari bayang-bayang kamu
Siapa lagi nih kira-kira 👀🍿
lagi ada masalah keluarga
nyokap: udah sabar
abang: biar Allah yang bales
gw: SIKAT ANJENGGGG punya tangan punya kaki, KITA BALAS SENDIRI
bokap: *gw keluarin dari grup dulu biar gatau masalahnya
@lovinalovins@LambeSahamjja Yg pernah ku kunjungi namanya Hospice Hanna duludalam rangka kegiatan sosial jadi gak survey fasilitas kak
Lokasi dalam kota ada juga Panti Wreda Mulya kak