Di Amerika, harga buku hanya setara satu jam kerja. Upah minimum di sana sekitar $15/jam, sedangkan harga buku $15-20. Artinya mereka bisa membeli satu buku hanya dengan 1 jam kerja, seperti halnya kita membeli es teh jumbo di pinggir jalan.
Di Jepang, satu buku juga bisa dibeli dengan satu jam kerja. Upah minimum disana sekitar ¥1000-1200/jam. Harga buku ¥900-1300.
Di Jerman, satu buku = satu makan siang. Hanya dengan 2 jam kerja.
Di Inggris, satu buku bisa dibeli hanya dengan setengah jam kerja. Buku bukan jadi barang yang harus ditimbang antara 'beli atau tidak' buku sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari seperti roti.
Di Norwegia, negara ikut menanggung harga buku, negara hadir memberikan subsidi dan distribusi yang merata, karena mereka percaya: bangsa yang cerdas dimulai dari buku yang mudah disentuh.
Di Malaysia. Buku masih bisa dijangkau hanya dengan 2 jam kerja.
Singapura. Satu buku bisa dibeli dari sisa makan siang.
Pada akhirnya, Islam sendiri buruk bukan karena agamanya, tapi karena orang-orangnya sendiri. ini juga kenapa pentingnya bernalar kritis dalam beragama dan gk cuma menelan mentah-mentah sebuah teks hadits.
Knp di bahasa Indonesia policy kalo diterjemahin jadi kebijakan? kan kebijakan itu kek terdengar seperti sesuatu yg bijak, baik, dan layak diikuti. padahal kebijakan adalah proses politik yg penuh dgn kepentingan. nah ada jurnal menarik yg mimin mau bahas
(a thread)
Kenapa saya berani naik koridor 4 jam 1 malam dari setelah selesai rapat dr Kelapa Gading ? Karena ada tukang nasgor di bawah JPO.
Keberadaan PKL itu pny fungsi pengaman kota.
Ini alasan tokoh “Mamdani Indonesia” itu ga ada
Mamdani, tripel minoritas di US: imigran, non kulit putih, non kristen, mengerti kalau perjuangan kaum marjinal & teropresi itu interseksional, krn itu berani mendukung hak lgbt DAN pro-palestina
Politisi Indo mana bisa
Dari Bundaran HI, Monas, sampai Senayan, satu logika berulang: tanah diklaim atas nama bangsa, dibentengi dari warga, lalu diuangkan untuk elit.
Pertanyaannya bukan apakah sebuah gedung atau kota itu indah atau megah. Tapi untuk siapa ia berdiri.
Dan rumah yang butuh pagar 523 meter untuk menahan pemiliknya sendiri, sedari awal memang bukan milik kita.
#BahasDesain
Mimpi indah di siang bolongku: semua imam masjid ormas-ormas Islam terbesar di Indonesia juga sepakat kutbah keharaman grooming, pedofilia, pernikahan anak, dan keharusan perlindungan mereka all at once. Semua juga sepakat status anak gak berhenti saat menstruasi/mimpi basah.