the fact that you tried explaining even tho we (YOU & i) already knew you were lying is kraazy.
ga marah sih (sumpah) cuma dapet second hand embarassment aja, cukup menghibur
@nitntik Dan aku ga akn ngasih dalih kyk gt jg sih, krn udh beda sm yg mau aku sampein, g nyambung. Trs yg mau aku sampein sbnrnya??panitia lkmm-td cm jlnin tugasnya & orgยฒ gbs mukul rata gt aja kl SEMUA panit tebu bobrok, mrk lg ngusahain yg terbaik kl kamu tau, petinggiยฒnya aja yg cuek.
part paling lucunya adalah kemaren ada webinar lkmm-td yang topiknya seputaran leadership kepanitiaan organisasi, dan ternyata sekarang panitnya sendiri yang ketauan berulah. kesalahan mah buat bahan belajar, bukan ngajarin orang โ๐ป๐
@nitntik oh ngga ya, aku ragu kl kamu tau panitia lkmm-td tuh beda sm tebu. "ternyata skr panitianya SENDIRI yg ketauan berulah, kesalahan buat bahan bljr, bkn ngajarin org" aku klo jd panitia lkmm-td psti kesinggung sih. kl kamu baca ulng, psti ngeh kok knp bisa aja ada yg tersinggung
Lu mau tau gak gobloknya narasi lu di mana? Ada murid yang suka dan merasa terbantu dengan MBG, tapi difarming bahwa MBG itu berhasil. Padahal, kalo lu pinteran dikit, postingan lu ini bisa dijadikan kunci buat evaluasi ulang program MBG. Sini, biar gue bantu jelasin:
1. Murid yang merasa terbantu dengan adanya MBG didata, mereka berasal dari keluarga miskin/menengah/kaya;
2. Dengan data yang didapat di poin 1, kelompokan data per kelas ekonomi-tingkat kepuasan;
3. Jika rata2 yang merasa terbantu adalah kelas miskin, maka program wajib tersegmentasi bagi murid tidak/kurang mampu;
4. Kenapa MBG harus dievaluasi ulang dan segmentasi penerimanya hanya kelas kurang/tidak mampu? Karena itulah problema yang harus diselesaikan oleh pemerintah;
5. Apa yang akan terjadi jika penerima MBG hanya dari kalangan kurang/tidak mampu? Porsi anggaran berkurang, negara bisa hemat hingga ratusan triliun per tahun, APBN kembi sehat, penerima manfaat jadi tepat sasaran, hingga meminimalisir potensi korupsi oleh pemilik dapur;
6. Jika penerima manfaat sudah "targeted" ke murid dari kelas kurang/tidak mampu, apa langkah selanjutnya yang harus diambil oleh pemerintah?;
7. Perluas lagi sasarannya ke HANYA penderita stunting/gizi buruk, sedangkan ibu hamil diberikan paketan MBG yang berbeda (produk khusus selama masa kehamilan untuk membantu pertumbuhan/kesehatan janin; bukan makanan berat yang berpotensi terdapat kandungan racun);
8. Jika pemerintah mampu melakukan poin 1-7, gue yakin Prabowo bakal dapat banyak pujian bahkan dari orang2 yang sebelumnya ngasih kritikan keras ke program MBG.
Tapi yang jadi pertanyaan, apakah Prabowo mampu dan berani untuk evaluasi ulang (total) programnya, termasuk pengurangan jumlah insentif per hari bagi pemilik dapur?