Upah kupas bawang 700 ribu per kg.
Sawah per hektar bisa panen 40 ton.
Usaha penggilingan padi untung 2 triliun.
Angka-angka ini dari mulut Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) periode 2004-2015.
Contoh jenderal ngurus pertanian.
Mentan sudah nyebokin presidennya?
Susanah (38 tahun) asal Cileungsi, Bogor adalah buruh jahit kain perca dengan upah 700 rupiah/kg. Sehari rata-rata menjahit 20 kg kain alias menerima upah 14.000 rupiah.
Beliau bukan pengupas bawang dengan upah 700 ribu/kg. Semoga ekonomi keluarganya terus membaik.
Negara mengambil 100 dari kantong rakyat, mengembalikan 10, lalu menuntut rakyat berterimakasih.
Padahal yang 90 dipakai bancakan kroni2 penguasa.
Sadarilah.
Gurita kepentingan di balik Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya dibongkar ICW. Dari sampel 102 yayasan mitra, ditemukan afiliasi ngeri-ngeri sedap:
• 28 yayasan terafiliasi Parpol
• 18 Pebisnis Swasta
• 12 Birokrasi
• 9 Relawan Pilpres
Sisanya terhubung ke militer & eks koruptor. Ini program gizi atau bancakan politik?
Video : kompas tv
Halah.. giliran udah begini aja baru teriak2 demokrasi dan ngajak diskusi. Dulu waktu program ngawur itu mau dibuat mana diskusinya?
Ngga narsumnya, ga hostnya emang udah sekolam kentut.. emang layak diusir. Bau! Terima kasih UGM! 🔥 https://t.co/BpptarSWDi
Teman-teman, saya ingin menjelaskan menstruasi kepada para laki-laki.
Sebagian laki-laki mengira menstruasi hanyalah beberapa hari rasa tidak nyaman, sedikit perubahan mood, lalu selesai.
Padahal, jarang sekali yang benar-benar menghitungnya.
Seorang perempuan berada dalam masa subur itu kurang lebih selama 40 tahun.
Menstruasi datang sekitar setiap 28 hari.
Artinya, dalam hidupnya, seorang perempuan mengalami sekitar 521 kali menstruasi.
Setiap menstruasi berlangsung kurang lebih 5 hari.
Jika dijumlahkan, itu sekitar 2.607 hari.
Hampir 7 tahun hidupnya dilalui dalam keadaan berdarah.
Dan bukan kiasan, dia benar-benar berdarah.
Rata-rata darah yang dikeluarkan sekitar 80 mililiter.
Jika dijumlahkan sepanjang hidup, jumlah darah terbuang mencapai sekitar 42 liter.
Rata-rata tubuh kita berisi sekitar 5 liter darah.
Empat puluh dua dibagi lima.
Artinya, sepanjang hidupnya, seorang perempuan mengeluarkan darah setara lebih dari 8x seluruh darah dalam tubuhnya sendiri,
Delapan volume darah tubuh keluar dari satu perempuan.
Dan ada bagian yang lebih jarang dibicarakan.
Ia memulai semua ini sejak usia 11 tahun.
Sebelas tahun.
Usia ketika sebagian besar dari kita masih belajar memahami tubuh sendiri.
Ia menyembunyikan pembalut di balik lengan saat berjalan ke toilet.
Berdoa agar darahnya tidak tembus ke rok.
Mencari alasan kepada guru olahraga.
Berbisik kepada teman-temannya.
Malu luar biasa jika ada anak laki-laki yang tahu trus menertawakan.
Lalu kebiasaan itu terbawa bertahun-tahun.
Menyembunyikan.
Menutupi.
Berpura-pura semuanya baik-baik saja.
Di sekolah.
Di tempat kerja.
Saat bepergian.
Di ruang rapat.
Di tengah kesibukan.
Di setiap ruangan yang ia masuki.
Ia bisa sedang nyeri, lelah, tidak nyaman, bahkan cemas darahnya tembus. Namun tetap tersenyum.
Tetap bekerja.
Tetap terlihat baik-baik saja.
Tujuh tahun perdarahan.
Empat puluh tahun belajar menyembunyikannya.
Lalu sebagian laki-laki masih menyebutnya, “Ah, cuma moody sebulan sekali.”
Bahkan bikin kepanjangan baru dari PMS, "Prepare to Meet Satan."
Teman-teman,
tugas kita bukan memperbaiki semuanya.
memang tidak akan bisa.
Tugas kita adalah menjadi lebih dewasa dalam memahaminya.
Belikan pembalut tanpa merasa aneh.
Tanyakan apa yang ia butuhkan tanpa menghakimi.
Jangan memasang wajah jijik.
Jangan menjadikan menstruasi sebagai bahan candaan murahan.
Jangan bertanya, “Lagi datang bulan ya?” dengan nada yang ngenyek merendahkan.
Jangan membuat perempuan merasa tubuhnya adalah sesuatu yang harus disembunyikan.
Ia sudah belajar menyembunyikannya sejak usia belasan tahun.
Maka jadilah orang yang membuatnya merasa aman.
Yang membuatnya merasa nyaman
Yang membuatnya tidak perlu lagi bersembunyi.
di thread ada yang nyari babysitter dengan persyaratan pegang sertifikasi apa gitu, bisa p3k dan cpr, bisa matematika karena sekalian bantu anaknya calistung. gaji 8jt/bulan.
yang ngelamar… para dokter. dokter igd, dokter icu, dokter umum.
ada yang heran dan nanya: semenyedihkan itukah gaji dokter sampai mau jadi babysitter?
dijawab sama salah satu dokter: iya.
🥲
Guys, ini makin panas…
Vladimir Putin baru aja nyentil keras pihak trump soal Iran dan Amerika.
Dia bilang, Iran itu udah nurut semua aturan dalam kesepakatan nuklir.
Tapi tiba-tiba, Donald Trump malah keluar sepihak dari perjanjian itu.
Yang lebih aneh lagi, negara-negara Eropa tetap minta Iran buat tetap patuh…
Padahal kesepakatannya udah dibatalin duluan sama AS.
Putin bahkan ngomong blak-blakan:
Terus Iran harus patuh ke apa?
Nah loh…
Ini bukan cuma soal nuklir lagi, tapi soal standar ganda di politik global.
Jadi sekarang pertanyaannya:
ini beneran soal keamanan dunia…
atau cuma permainan kekuatan negara besar?
Sebelum menyuruh siswa/i dan ASN jalan kaki, naik sepeda or naik transportasi publik untuk hemat energi, coba para petinggi negeri kasi contoh. Lha rangkaian mobil pun minimal 2, plus patwal. Pres dan Wapres lebih panjang. Perjalanan dinas pendampingnya seabrek kayak reog😊
udah resmi yah;
Pemerintah fix terapin WFH bagi ASN di setiap hari Jumat.
Tujuannya bagus : hemat BBM & energi di saat harga minyak global lagi kyk skrg.
Tapi...Yang bikin khawatir :
Kalau cuma kasih arahan “WFH setiap Hari Jumat ” tapi ga ada tugas yang TEGAS, TERUKUR, dan JELAS;
takutnya malah bukan WFH.
Jadinya malah Extra Free time menjelang weekend.
Ini Long Weekend yang disamarkan.
Nanti yang terjadi:
Jalanan tetap macet karena orang pada tetepa bepergian; tadinya mau hemat pengunaan BBM eh malah lebih boros,
Efisiensi? wkwkwkw
WFH long weekend “libur Jumat plus”?
kenapa gak Kamis atau Rabu gitu? supaya Jumat datang kantor udah bisa langsung check hasil kerjaan WFH kemaren.
😂
Guys, Raymond Chin baru ngebahas sesuatu yang menurut gue harusnya diajarkan di sekolah tapi nggak pernah ada di kurikulum manapun.
Dan setelah gue dengerin gue ngerti kenapa.
Problem paling gede Indonesia yang bikin dia nggak bisa jadi negara maju
bukan sumber daya alam.
Bukan SDM.
Tapi sistem.
Di Indonesia ada istilah Sembilan Naga
segelintir konglomerat yang menguasai sebagian besar ekonomi nasional.
Bukan rahasia.
Bukan teori konspirasi.
Ini fakta yang bisa lo trace dari struktur kepemilikan bisnis di Indonesia.
Tapi yang menarik dari analisa Raymond dia bilang ini bukan salah naga-naganya.
Ini salah pemimpinnya.
Dan itu yang bikin gue diem sebentar.
Karena ini counter-intuitive.
Korea Selatan vs Indonesia bedanya di mana?
Korea Selatan juga punya konglomerat yang mendominasi ekonomi namanya chaebol.
Samsung, LG, Hyundai, SK Group.
Mereka kontribusi sekitar 60% dari GDP Korea.
Mirip sama Indonesia kan?
Tapi bedanya satu hal yang fundamental
Di Korea, pemerintah mengarahkan chaebol ke sektor-sektor strategis yang bikin negara maju. Samsung masuk elektronik.
Hyundai masuk otomotif.
SK Group masuk high-tech manufacturing.
Mereka didesain untuk bersaing di level global dan membawa teknologi masuk ke Korea.
Di Indonesia?
Konglomerat kita banyak bergerak di sektor yang justru harusnya dikontrol negara air, pangan, energi, real estate.
Sektor yang kalau dikuasai swasta, rakyat biasa yang paling kena dampaknya.
Dan ini yang bikin investasi asing ogah masuk ke Indonesia.
FDI Indonesia cuma 1,9% dari GDP.
Vietnam sudah 4,4%. Singapura? 30% dari GDP.
Dan Raymond kasih tahu kenapa
Investor asing butuh satu hal sebelum taruh triliunan rupiah di suatu negara
kepastian.
Kepastian hukum.
Kepastian regulasi.
Kepastian bahwa aturan yang berlaku hari ini masih berlaku tahun depan dan nggak tiba-tiba berubah karena ada kepentingan politik atau konglomerat tertentu.
Dan di Indonesia kepastian itu susah banget dijaga.
Singapore is a Nation of Law.
Indonesia is a Nation of Lawyers.
Quote dari Gita Wiryawan yang kata Raymond nempel banget.
Dan gue rasa lo ngerti maksudnya.
Kenapa sistem ini bisa terbentuk?
Raymond tarik akar masalahnya jauh ke belakang ke zaman kolonial Belanda.
Selama 300 tahun dijajah, kita nggak cuma dikeruk sumber dayanya.
Kita juga diajarin satu culture yang berbahaya korupsi, nepotisme, dan budaya menjilat yang berkuasa bukan untuk cari cuan, tapi untuk bertahan hidup.
Dan etnis Tionghoa yang waktu itu diposisikan sebagai middleman minority selalu kena diskriminasi, keamanannya terancam akhirnya membangun hubungan dengan penguasa lewat suap sebagai mekanisme survival.
Hubungan inilah yang jadi fondasi kapitalisme kroni Indonesia sampai sekarang.
Kapitalisme kroni itu bukan otomatis buruk.
Raymond tegas di sini kapitalisme kroni itu bisa bagus kalau pemimpinnya benar.
Di Korea, chaebol diarahkan untuk kemajuan negara.
Inovasi.
Teknologi.
Ekspor.
Bersaing global.
Di Indonesia, konglomerat diarahkan untuk... kepentingan pribadi dan kelompok. Dan itu snowball effect-nya bisa terasa 100 sampai 1000 tahun ke depan.
Solusinya?
Raymond sebut satu konsep yang Indonesia pernah coba tapi kemudian mundur.
Kabinet Zaken.
Konsepnya simpel tapi revolusioner dalam konteks Indonesia kabinet yang diisi berdasarkan profesionalitas dan keahlian, bukan berdasarkan hutang budi politik atau titipan partai.
Pemimpin yang kuat.
Meritokrasi.
Anti-korupsi yang beneran tegas.
Bukan yang kampanye anti-korupsi tapi tetap tebar jabatan ke kroni.
Kalau ini diterapkan stabilitas hukum terjaga, investasi asing masuk, lapangan kerja terbuka, SDM naik level, korupsi berkurang.
Dan Indonesia yang diprediksi masuk top 5 ekonomi dunia di 2050 bukan cuma mimpi tapi bisa jadi kenyataan lebih cepat dari yang kita kira.
Tapi ini yang paling bikin gue mikir dari semua yang Raymond bilang:
Sebagai warga negara Indonesia, kita berhak untuk menagih pemimpin yang kuat untuk bantu membawa kita ke kesejahteraan.
Bukan nunggu.
Bukan pasrah. Tapi menagih.
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
Mengutuk pembunuhan dan penyerangan pasukan perdamaian Indonesia di Libanon oleh Zionis Israel.
Menunggu reaksi dan tindakan tegas Presiden Republik Indonesia, Kementerian Luar Negeri dan TNI atas tindakan pelanggaran hukum internasional ini
Same old trick:
"bocoran" dilempar dulu lewat buzzer.
Kalau rame, tinggal cuci tangan dan teriak hoaks.
Kalau pada diem, nanti tinggal disahkan.
Negara yang kerja dengan cara begini pantas disebut negara kampungan, nggak ada tata kelola blas 😒
Apakah betul info yg beredar bhw sikap Presiden saat ini thdp perang Iran vs AS+Israel krn Presiden takut sama Trump dan Netanyahu ?
Tanda keraguan sikap tsb antara lain sbb :
1) terlambat ucapkan duka cita atas terbunuhnya Ali Khameini
2) tdk berani komunikasi dg Pimpina tertinggi Iran utk bebaskan kapal tanker Indonesia melewati selat Hormuz seperti yg dilakukan oleh PM Malaysia dan negara lain.
3) belum adanya ucapan duka cita atas gugurnya prajurit Indonesia sbg pasukan PBB yg diserang oleh Israel.
Kami berharap agar Bpk Presiden bisa kembali berdiri tegak sebagai pemimpin Negara besar INDONESIA
Sangat inklusif. Ruang Sekretariat Kabinet sekarang memang terbuka lebar untuk 'kawan lama', tanpa perlu repot-repot menyaring rekam jejak atau standar etika publik.
Mungkin ini yang dinamakan transformasi birokrasi: batas antara kantor negara dan ruang tongkrongan pribadi sudah resmi bubar. Publik tidak butuh nostalgia personal di fasilitas negara, publik butuh jaminan bahwa keputusan di gedung itu diambil berdasarkan kepentingan rakyat, bukan sekadar solidaritas antar kawan.
Apa langkah selanjutnya? Memberikan kuliah umum tentang tata kelola pemerintahan yang bersih bersama para tokoh yang punya sejarah 'berwarna'?
Paham?
Poin Kritik (Analisis Etika & Hukum)
Etika Publik & Netralitas Birokrasi:
Jabatan Sekretaris Kabinet (Seskab) adalah jabatan publik yang didanai pajak. Menggunakan kantor negara untuk kepentingan yang bersifat "nostalgia" dengan tokoh yang memiliki rekam jejak kontroversial dapat menggerus marwah institusi.
Conflict of Interest (Benturan Kepentingan):
Kedekatan personal (cronyism) sering kali menjadi pintu masuk bagi kebijakan yang tidak objektif. Menampilkan kedekatan ini ke publik secara vulgar menunjukkan kurangnya sensitivitas terhadap standar moral pejabat negara.
Simbolisme Kekuasaan:
Dalam politik, kehadiran seseorang di kantor pejabat adalah simbol pengakuan (legitimacy). Memberikan panggung formal kepada tokoh tertentu mengirimkan pesan bahwa negara "berkompromi" atau bahkan merasa nyaman dengan latar belakang tokoh tersebut.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
We are outraged. An Indonesian peacekeeper is murdered. Another is fighting for his life. Israel bombed the base where they served.
This is clearly not an accident, nor a collateral damage. This is Netanyahu’s regime showing, once again, that they don’t care about international law, about UN personnel, and about the lives of those who dedicate themselves to peace.
Indonesia has gone above and beyond. We have sent over 1,200 of our troops to serve under the UN flag. The Indonesian government also joined the Board of Peace to push for a just and lasting resolution in the Middle East. We extended our hand in good faith. Yet the answer to that good faith is a bomb dropped on our soldiers’ base. They spat on every effort Indonesia has made for peace.
But let us be honest, this is not surprising. Netanyahu’s regime has shown time and again that they are indifferent to the world’s calls for restraint. They ignore UN resolutions. They strike UN facilities. They kill civilians, journalists, aid workers, and now peacekeepers. No one is off-limits. No one is safe. Sadly, it keeps going because the world keeps allowing it.
To the UN Secretary-General, we appreciate your condemnation and your condolences. But words are not enough anymore. The UN must move beyond statements. Concrete, enforceable, and urgent action is what this moment demands. The credibility of the UN is on the line. If the world body cannot protect its own peacekeepers, what exactly is it protecting?
To the nations of the world, now is the time to act together. Push for accountability. Refer those responsible to international courts. Enforce the rules that you all signed up to uphold. International law is only as strong as the willingness of nations to defend it. That willingness has been tested over and over again by Netanyahu’s regime. For countless of times, the world has failed the test.
Do not let this death be forgotten in a news cycle. Do not let this become just another statistic in a long list of violations. Demand justice. Demand accountability. Make clear that those who attack UN peacekeepers will face real consequences.
Kepada prajurit TNI yang gugur, selamat jalan, Pahlawan. Doa kami menyertai, juga bagi keluarga yang ditinggalkan. Kepada yang terluka, semoga lekas pulih. Indonesia berduka, tapi kita yakin, Indonesia tidak akan diam.
Sungguh disayangkan, sampai saat ini (koreksi jika saya keliru) belum ada pernyataan resmi dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait dengan gugurnya seorang Prajurit TNI di Libanon.