من استعجل الشيء قبل أوانه عُوقب بحرمانه
“Siapa terburu buru untuk mendapatkan haknya sebelum waktunya, ia harus dihukum dengan terhalangnya hak-nya itu”
So deep.
Ada riwayat yang nyebutin: "Barangsiapa membaca Surat Al-Waqi'ah setiap malam, ia tidak akan ditimpa kefakiran."
Riwayat ini oleh sebagian ulama dinilai lemah sanadnya, tapi tetep diamalkan dalam konteks fadhailul amal.
Jadi bukan jaminan kaya instan, tapi lebih ke penjagaan dari mental dan kondisi yang bisa nyeret ke kefakiran.
Al-Waqi'ah bukan surat "pemanggil uang" kayak yang sering disalahpahamin. Tapi surat yang matiin dua hal, yaitu keserakahan dan ketakutan.
Begitu dua hal itu mati di hati lo, rezeki biasanya justru jadi lebih hidup.
sumber : mudallah_02 on thread
Soalnya cara Al-Qur'an ngebenerin rezeki itu bukan lewat hitung-hitungan angka, tapi lewat cara pandang hidup lo ke dunia.
Al-Waqi'ah ngajarin pola pikir "akhirat duluan". Anehnya, orang yang fokusnya ke akhirat malah biasanya urusan dunianya lebih rapi.
Soalnya hidupnya jadi lebih terarah, ga gampang panik, dan ga reaktif tiap ada masalah dateng.
Rezeki emang lebih deket sama orang yang tenang.
Rezeki sering ketutup karena hati kelewat takut miskin. Al-Waqi'ah ngebongkar ketakutan paling dasar manusia, yaitu takut kehilangan.
Begitu ketakutan itu berkurang, orang jadi lebih berani melangkah, ngambil peluang, dan berbagi.
Simpelnya: takut turun, mental naik, peluang jadi kebuka.
Jadi gini,
1. Cari sesuatu yang kamu suka
2. Tekuni hal itu
3. Share ke orang lain
Kalau belum tau kamu sukanya apa maka "eksplorasi" dulu
1. Lihat orang lain
2. Paparkan diri kita dengan hal baru
3. Buat roadmap untuk belajar hal tsb
4. Learning by doing
sekali lagi ingetin kepada temen² yg belum tau, tersiksa dengan cara di bakar hidup² itu rasanya bener² pedih,
thats why ada larangan dari Nabi ﷺ :
"Tidak boleh menyiksa dengan api kecuali Rabbnya api (Allah). (HR. Ahmad & Abu Dawud)
plss jgn bosen doain kehancuran bagi zionis
Statement @prabowo ini sesat pikir, banyak pihak (termasuk saya) mengkritisi program makan bergizi bukan berarti tidak setuju, namun lebih mengedepankan realistis.
Budget untuk program ini sangat besar, sedangkan sumber daya untuk mewujudkannya belum memadai. Akhirnya? Anda lawatan ke negara lain meminta belas kasihan, agar dibantu dalam mensukseskan program ini.
Apa gunanya program makan bergizi jika beras masih impor? Ikan masih dicuri oleh negara lain? Susu masih lekat dengan nepotisme? Bahkan, sayur mayur pun masih impor dari negara lain.
Program makan bergizi gratis ini tak ubahnya seperti bencana terhadap APBN, sedangkan guna memenuhi anggaran belanja, Anda memaksakan menaikkan pajak di tengah ekonomi yang sedang sulit.
Justru, seharusnya Anda berterima kasih kepada pihak-pihak yang ikut mengkritisi program ini, artinya kami masih peduli dengan keadaan negara, bukannya malah baper seolah kami semua memusuhi "impian" Anda.
Guru Bertanya Kepada Muridnya ...
"Apa Bedanya ZAKAT dengan PAJAK ?"
Murid menjawab dg bijak:
"Zakat adalah HARTA yg diambil dari Orang Kaya lalu diberikan kepada FAKIR MISKIN"
"Sedangkan PAJAK,
Uang diambil dari FAKIR MISKIN lalu diberikan kepada Orang Kaya ."👍👍👍
@hifdzikhoir Koruptor di sini :
1. Kalo ketahuan, balikin yang dikorupsi, minta maaf, sanksi hukum nihil, asset tetap.
2..Nggak ketahuan, sanksi hukum nihil, asset bertambah.
Dua2nya kok enak yah.
Ada penelitian yang menjelaskan terdapat hubungan yang signifikan antara tauhid dengan parenting self efficacy (keyakinan orang tua tentang kemampuannya dalam mengasuh anak). Semakin bertauhid, semakin tinggi juga keyakinan orangtua bahwa mereka dapat mengasuh anak dengan baik✨
Indonesia : "Iih 15-20k udah dapet makanan sehat bergizi di warteg!"
The said makanan bergizi di warteg: Ditumis pake minyak jelantah, diangetin berkali-kali, lauk deep fry/terbenam dalam sambal balado dan gulai.
The actual makanan bergizi: