Baca di sini: https://t.co/D4TgOZVnOs
Hasil pemeriksaan laboratorium menemukan bakteri E. coli pada makanan MBG dari SPPG Kaliboto 2, Purworejo. Sebelumnya, 718 orang diduga keracunan setelah mengonsumsi makanan tersebut.
~KQ #KeracunanMBG#Purworejo [20261005090730478]
Satu lagi ini @itjen_imipas, jika terbukti kuat melakukan kejahatan pungli, WAJIB DIPECAT..!!!
Mulai saat ini, Aparatur Kementerian Imigrasi & Pemasyarakatan HARUS STERIL dari oknum pejabat kotor..!!
🚨 Update! Kasus SDN 01 Kebondalem
Senin, 5 Oktober 2026 SD Negeri 01 Kebondalem Pemalang, Jawa Tengah, Didatangi Massa dan Wali Murid, Imbas dari kasus Perundungan yang menyebabkan meninggalnya Muhammad Hasbi Al Aqib, siswa kelas 2 SDN 01 Kebondalem. Agenda Klarifikasi Sekolah Batal Digelar.
Kawal Terus‼️
KLARIFIKASI BATAL DIGELAR❗
Padahal wali murid udah siap menanti Klarifikasi dari Kepala sekolah tempat Alm. Bersekolah.
Gmn netijen? Ini soal kasus bullying di Pemalang
Viral Pria dan Wanita Diamuk Massa Di Humbahas, Polisi Dalami Isu Dugaan Penculikan Anak ‼
Viral video seorang pria dan wanita diamuk massa di Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Rabu (30/9/2026). Keduanya diduga hendak menculik seorang anak.
Polres Humbang Hasundutan masih menyelidiki peristiwa tersebut. Polisi tidak hanya mendalami dugaan penculikan, tetapi juga menelusuri awal mula informasi tersebut beredar hingga memicu pengejaran dan tindakan kekerasan.
Berdasarkan keterangan dari pihak korban bersama saudaranya, keduanya datang untuk menemui anak yang sudah lama tidak mereka temui. Korban kemudian meminta izin kepada mantan mertuanya untuk membawa anak tersebut berjalan-jalan sebentar.
Menurut keterangan tersebut, sempat terjadi perdebatan karena permintaan itu awalnya tidak diizinkan. Setelah terjadi pembicaraan, korban akhirnya disebut mendapat izin untuk membawa anak tersebut.
Namun, saat korban baru beberapa langkah menuju kendaraan, mantan mertuanya diduga berteriak bahwa korban merupakan penculik. Teriakan tersebut kemudian memicu warga berdatangan dan mengejar kedua korban.
Sejumlah warga bahkan disebut membawa senjata dan melakukan pengeroyokan terhadap kedua korban. Beruntung, polisi segera tiba di lokasi dan mengevakuasi keduanya.
Sementara itu, saat dimintai keterangan oleh polisi, mantan mertua korban disebut memberikan keterangan berbeda. Ia mengaku meneriaki korban sebagai penculik karena menilai korban tidak meminta izin untuk membawa anak tersebut.
Hingga Rabu malam, empat orang yang sebelumnya diamankan warga masih menjalani pemeriksaan di kepolisian.
Polisi menegaskan belum menyimpulkan bahwa anak tersebut merupakan korban penculikan. Petugas juga belum menyatakan adanya tindakan pengambilan anak secara paksa oleh ayah kandungnya.
Kasat Reskrim Polres Humbahas, Adi, mengatakan pihaknya masih mendalami hubungan pengasuhan anak serta alasan rombongan tersebut datang dari Sibolga.
Polisi juga menelusuri pihak yang pertama kali menyebarkan informasi dugaan penculikan hingga berkembang di tengah masyarakat dan memicu pengejaran serta tindakan kekerasan.
Kemungkinan adanya proses hukum terhadap warga yang diduga melakukan kekerasan juga masih menunggu hasil pemeriksaan.
Polres Humbahas mengimbau masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum dipastikan kebenarannya, terutama kabar yang beredar di media sosial.
Kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari seluruh pihak untuk memastikan kronologi lengkap dan status pengasuhan anak. Perkembangan resmi kasus tersebut akan disampaikan setelah proses penyelidikan dilakukan.
#elshintaviral
Please lah ya jangan ngekor atau buntuti ambulance kalo bukan keluarga pasien ya.
Lagian mobil itu ngeyelan amat yak ngekor, untung ada sipander yang menghambat si mungil itu, big applause buat sipander 👌
Kronologi "Sedang membawa pasien setelah selesai Kontrol di RS Unair Surabaya. Mobil mungil ini bukan anggota keluarga tapi mengikuti di belakang ambulance" dikutip dari IG ambulancemaserik
Suasana depan SDN Kebundalem, Pemalang pagi tadi saat menanti Klarifikasi.
"Karena sudah menjadi sorotan nasional maka semuanya semuanya hati hati, termasuk Polres Pemalang.
(Catatannya,
Diduga ada anggota Polri yang terlibat)."
Sejumlah warga Kebondalem, Pemalang, terus berdatangan ke SDN 1 Kebondalem untuk melakukan aksi unjuk rasa menuntut keadilan atas meninggalnya MHA, siswa kelas 2 yang diduga menjadi korban perundungan oleh kakak kelasnya. Massa mulai memasuki halaman sekolah sejak pukul 08.30 WIB dan meminta kepala sekolah menemui mereka. Dalam aksi unjuk rasa tersebut, warga mendesak pengusutan kasus serta keadilan bagi keluarga korban, Senin (5/10) Siang. 🎥 Han
https://t.co/cnwbgWaKob
Menjelang Putusan Diskualifikasi Gibran, banyak pertanyaan kepada saya. Langsung saja saya jawab lewat live youtube sore ini pukul 16:00 WIB. Silakan bergabung dan langsung bertanya lewat kolom komentar. Saya tunggu ya.
Salam Integritas!