Bencana kelaparan dan ancaman serangan brutal IDF membayangi warga Gaza
Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan bahwa blokade militer yang dilakukan oleh Israel sebagai kejahatan perang (war crimes). Strategi keji ini menjadi cara untuk menyingkirkan warga sipil lewat kondisi kelaparan yang berlarut-larut.
Tak hanya mengecam Israel dan sekutunya, kantor tersebut juga mengecak sikap dunia internasional yang terkesan diam dan tidak peduli. Selain itu, mereka juga mendesak campur tangan PBB agar jalur bantuan kemanusiaan segera dibuka.
Beberapa hari sebelumnya, UNICEF juga memperingatkan kalau jumlah anak-anak yang mengalami gizi buruk di Gaza meningkat pesat. Setidaknya selama bulan Mei 2025, ada 5.119 anak berusia antara 6 bulan sampai 5 tahun yang harus dirawat intensif karena gizi buruk akut.
Menurut keterangan Direktur Regional UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Edouard Beigbeder,"Dalam 150 hari, dari awal tahun hingga akhir Mei, 16.736 anak - rata-rata 112 anak per hari - telah dirawat karena gizi buruk di Jalur Gaza".
Sebelumnya, PBB juga mendesak IDF berhenti menembaki warga yang sedang mengantre bantuan bahan makanan. Data PBB menunjukkan ada lebih dari 410 orang warga Palestina yang tewas, dan 3.000 terluka akibat tembakan IDF ketika mereka mencoba mendekati titik distribusi bantuan atau sedang dalam antrean menunggu bantuan kemanusiaan.
Kantor HAM PBB pada Selasa (24/6) menyoroti kondisi warga gaza yang didera kelaparan dan harus memilih untuk mempertaruhkan nyawa untuk mendapatkan makanan yang sangat terbatas.
Rasa muaknya terhadap genosida yang terus berlangsung di Palestina, membawanya menembak dua staf diplomatik Isra.el di Washington DC.
Elias Rodriguez, bukan Muslim, bukan keturunan Arab...
Berikut kronologinya… 👇🧵