Gimana endingnya? Kalian puas?
Untuk yang ngikutin dari season 1, ini bukan sekedar series biasa, tapi tumbuh dan besar bersama.
Kita bisa dekat dengan karakternya dan setiap pilihan menuju dewasa juga jadi bisa ikut merasakan.
Thank you Stranger Things untuk 10 tahunnya! Perjalanan Mike dan kawan-kawan selesai.
Allah didn’t remove the sea for Musa.
He parted it.
Allah didn’t extinguish the fire for Ibrahim.
He made it cool.
Allah didn’t directly heal Ayyub.
He guided him to the water.
Allah didn’t place dates in Maryam’s hands.
He instructed her to shake the tree.
Allah doesn’t always take away our hardships, but He provides a path through them.
So when we seek relief, don’t be surprised if it comes with challenges to overcome.
Yammi, you don't understand how powerful this tweet is. I've seen people from Thai, Malay, Singapore, and Japan bought foods for the Grab riders 🥹
Y'all so kind. Thank you, thank you 🥹 Humanity always finds its way 🥹
NEW:
🇳🇱🇮🇱 A 14 year old boy does what no single Mainstream media journalist did during the israeli hooligan night in Amsterdam;
He made a life report of 17 minutes of the riots with irrefutable prove of the aggressive intentions of the isreli Maccabi 'fans' who event threatened him not to make videos.
https://t.co/IRCgXanSsC
kalo kamu lagi capek karena gagal terus, coba baca ini deh 😭
you can try again, and again, as long as you can and as long as you want. what if this time, it works?
bagus banget 😭😭😭
Tadi, sebelum sholat subuh iseng liat syopi. Bingung mau co apa nggak. Buka IG muncul di timeline aku video ini lgs nangis. Keinget kalimat, “Because ur problem are their dreams. So just know how entitled you are. And know how privileged you are. Wallahi, we have everything.” 😭
Barre Pilates is a really game changer for me (considering my love-hate relationship with weight training). Wondering, has it something to do with personality traits?? 🤔
Check Your Privilege
Privilege. Persepsi orang mengenai hal ini sangat beragam: kecukupan finansial, kebebasan bersuara, tapi juga sesederhana punya listrik.
Bapak pernah mengingatkan saya soal 'kemewahan' ini.
Sewaktu SD, saya selalu juara kelas. Ikut lomba ini itu sering menang, ikut sanggar nari dan sering nampil. Bisa les bahasa Inggris di ibukota kabupaten (saya tinggal di desa), lalu punya kemewahan sewa buku di sebuah perpustakaan padahal di rumah juga banyak.
Malam hari, saya belajar, sementara Bapak dan Ibu mengerjakan yang lain. Saya sering belajar di dekat Bapak, beliau menulis dengan mesin ketiknya yang khas dan saya sungguh menyukai bunyinya.
Suatu malam, Bapak bertanya, “Kamu bangga bisa ranking satu?”
Saya mengangguk. Bapak melanjutkan tanpa menoleh dari mesin ketiknya, “Menurutmu apa yang membuatmu ranking satu?”
“Karena aku rajin dan memperhatikan di kelas,” saya menjawab. Mau menjawab “pintar” kok jumawa.
“Apa yang membuatmu bisa rajin dan memperhatikan di kelas?” Bapak kembali bertanya.
Saya terdiam. Bingung.
“Tidurmu nyenyak tiap malam, di kasur. Makananmu tidak selalu daging tapi selalu sehat. Kamu bisa bermain, istirahat cukup. Buku-buku pengetahuan bisa kamu baca tiap hari di rumah. Bisa baca komik, jajan makanan enak di luar sesekali,” Bapak berbicara dengan nada rendah.
Saya masih diam.
“Kamu itu beruntung. Bapak dan Ibu bisa mencari uang cukup, kamu jalan ke sekolah hanya setengah jam, pulang sekolah tak harus angon (ternak). Kamu punya banyak hal yang bisa membuatmu rajin dan bisa memperhatikan dengan baik di kelas.
Coba lihat teman-temanmu yang lain, yang masih harus bekerja membantu orang tua atau mereka di luar sana yang pergi ke sekolah saja harus jalan 2 jam,”
Saya termangu.
Setelah berujar panjang tentang syukur dan mawas diri, Bapak menutup, “Yang kamu miliki adalah bentuk kemewahan juga. Aja dumeh (karena merasa pintar).”
Bapak kembali mengetik. Saya tercenung.
______________
Bapakku sudah berpulang, namun pelajaran yang ia tinggalkan -- nggak akan hilang :)
Kisahkan dua manusia yg sama-sama berjuang memaafkan diri sendiri, enggan jatuh cinta karena takut terluka & mengejar sembuh dengan lari dari realita, The Architecture of Love (TAOL) ini film romance dewasa yg sungguh manis, lembut sekaligus hangat yg bikin hati terasa nyaman.
Menyaksikan hubungan dua karakter utamanya bukan saja memancing senyum gemas & cemburu berkat chemistry ajaib Putri Marino dengan Nicholas Saputra, tapi juga membuat air mata ini menetes melihat gimana empati serta cinta secara perlahan membantu mereka sembuhkan luka, temukan kedamaian di hati & akhirnya kembali berdiri tegak menyambut masa depan.
Bagus!