@kalistohenituse Sultan Ternate mmang federalis, bhkan sempat brsebrangan dg pusat. Tpi artikel yg sama juga menjelaskan bhwa beliau menolak RMS. Jdi inti artikel ini adl dinamika politik federalisme dan negara kesatuan, bukan soal status bendera, barangkali ada referensi lain yg bahas bendera?
@nyerahmbah Cari di DOAJ lewat kata kunci scope nya, misal sastra atau filsafat dll, disana sudah ditampilkan APC nya, tinggal cek home jurnalnya buat memastikan, cek juga matrix nya biar setidaknya dapat kepastian berapa hari tahap pre-review smpai publishnya
Bedanya dengan NU
1.Aset tersebar (pesantren, kiai, wakaf lokal)
2.Nggk semua tercatat sebagai “aset organisasi pusat”
3.Basisnya kultural-tradisional
Muhammadiyah
1.Aset terkonsolidasi secara organisasi
2.Banyak amal usaha resmi (RS, kampus, sekolah)
3.Lebih manajerial-modern
Muhammadiyah gak berhubungan dengan zionist, tapi bisa masuk ke dalam 10 organisasi agama terkaya di dunia...
Bahkan Muhammadiyah merupakan satu-satunya organisasi agama Islam yang diakui sebagai salah satu organisasi agama terkaya...
Artinya untuk menjadi sukses dan kaya, gak harus didukung zionist...
Muhammadiyah gak berhubungan dengan zionist, tapi bisa masuk ke dalam 10 organisasi agama terkaya di dunia...
Bahkan Muhammadiyah merupakan satu-satunya organisasi agama Islam yang diakui sebagai salah satu organisasi agama terkaya...
Artinya untuk menjadi sukses dan kaya, gak harus didukung zionist...
WARISAN KEILMUAN SEORANG Al-ATTAS
Syed Muhammad Naquib al-Attas adalah intelektual Muslim terkemuka yang mewariskan konsep "Islamisasi Ilmu Pengetahuan",
Gagasan Ta'dib (pendidikan berbasis adab), dan Islamic Worldview. Beliau mendirikan ISTAC, menghasilkan lebih 30 karya, serta memecahkan teka-teki sejarah Melayu-Islam.
Berikut adalah rincian warisan pemikiran dan kontribusi Naquib al-Attas:
1. Islamisasi Ilmu Pengetahuan (Dewesternization of Knowledge): Konsep ini bertujuan membebaskan ilmu pengetahuan dari pengaruh sekuler, budaya, dan mitologis Barat, serta mengembalikannya pada kerangka tauhid.
2. Konsep Pendidikan Islam (Ta'dib): Al-Attas mendefinisikan pendidikan sebagai penanaman adab (ta'dib), bukan sekadar pengajaran (ta'lim) atau pengasuhan (tarbiyah), guna membentuk manusia beradab yang mengenali tempat Tuhan dan makhluk.
3. Pandangan Alam Islam (Islamic Worldview): Visi tentang realitas dan kebenaran yang bersumber dari wahyu, mendasari seluruh peradaban Islam.
4. Pendirian ISTAC: Mendirikan International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC) pada 1991 sebagai pusat pemikiran peradaban Islam dengan desain arsitektur yang ikonik.
5. Karya Sastra dan Sejarah Melayu: Menegaskan peran Hamzah Fansuri, meneliti manuskrip Melayu tertua, dan memecahkan misteri prasasti Terengganu.
5. Karya Monumental: Menulis lebih dari 30 buku, termasuk Islam and Secularism, Prolegomena to the Metaphysics of Islam, dan The Concept of Education in Islam
6. Di Indonesia, ada INSISTS - Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations. Sudah jelas lembaga ini adalah kepanjangan ide dari seorang Nuqaib.
Bagi para pengikutnya, Nuqaib layaknya suluh. Menerangi setiap langkah kita agar tidak silau akan permadani dunia. Ia memadukan islamic worldview agar sudut pandang kita tidak keliru. Tak sekedar itu, beliau juga mengingatkan kepada kita semua tidak perlu memandang Barat hebat secara berlebihan, apalagi Islam sampai minder.
Akhir kata, begitu banyak warisan yang dapat kita terima, untuk kita lanjutkan. Khazanah Intelektual Islam yang beliau kenalkan tidak akan berhenti. Ada begitu banyak murid²nya yang siap mengenalkan kepada penerus peradaban.
Selamat beristirahat Prof Nuqaib Al-Lattas. Kepergianmu adalah satu takdir atas ketetapanNya.
@ahfaiz@pengobralgambar@gusmusgusmu Gak sopan gimana to mas Faisalll, lha wong memang akunya gusmus gak bisa di DM sembarangan kok, itu sistem mas faisal, bukan gak sopan, behhh behhhh
@Guz_Octa@pengobralgambar@gusmusgusmu Tak ceritain mas, akun gusmus itu "tidak bisa" di dm sembarang orang, itu sistem mas bukan cangkolang. Nahdiyin kok asal bilang cangkolang 🥱
@ayubharis@pengobralgambar@gusmusgusmu Ra sopan gimana to mas, wong memang tidak bisa kok. Bukan tidak bisa (caranya) dm, tapi akun gusmus tidak bisa di DM sembarang orang. Justru yg "ra sopan" itu jari anda
@pengobralgambar@gusmusgusmu Untuk anda sekalian yg bilang pelukisnya nggk sopan karna nyuruh gusmus dm, sini tak jelasin mas, di X itu ada "izin permintaan pesan", nah mungkin di pengaturan gus mus tidak diatur ke "publik". Jadi bukan pelukisnya nggk mau atau nggk bisa (caranya) dm, tpi nggk direstui sistem
@MrFulkan@Stakof persoalan pajak dan status sosialnya. Nggk ada bukti historis kuat bahwa ia bagian dari mazhab Syiah dalam arti doktrinal, karena pada masa itu Syiah sebagai sistem teologi dan madhab fikih memang belum terbentuk secara mapan.
Perbanyak literasi mas/mbak @MrFulkan
@MrFulkan@Stakof Tinggal di madinah. Poin pentingnya
1. Kejadiannya 23 h, waktu itu syiah blum jadi madhab teologis & politik yang mapan
2. Mskipun pembunuhnya umar (abu lu'lu') itu orang persi (sekarang jadi iran) tapi dia itu majusi, bukan syi'ah
3. Motif pembunuhnya itu dendam pribadi karna
Alokasi anggaran MBG pada 2026 diproyeksikan memangkas anggaran pendidikan Rp268 triliun. Akibatnya hanya tersisa 11,9 persen untuk pendidikan. https://t.co/geIMcrEded
@haasan_@Torriosh Liat sisi positif itu sehat, tpi menutup mata dri sisi negatif itu lalai. Kritik itu bukan iri apalagi pnyakit hati, tpi cara menjaga kebijakan publik ttp waras & brtnggung jawab. Klau smua hal negatif dilarang dibicarakan, yg sakit bukan hatinya rakyat tapi akal sehat negara
@haasan_@Torriosh pekerjaan yg lahir dri kebijakan publik itu harus diuji manfaat & risikonya. Klau sbuah program mmbuka kerja tpi berpotensi memboroskan anggaran atau rawan salah kelola, maka itu bukan sekadar soal “ada kerjaan”, tpi soal "jenis kerjaan apa dan dengan harga sosial apa?"