@discountfess sama @ShopeeID dibatalin tbtb dong, emang sih pesen keroyokan beberapa org karena tinggal di rumdin makanya alamatnya sama, tpi kok gitu๐
@ohmybeautybank udah banyak yang jelasin plusnya jadi minusnya aja klo di aku tuh jadi gampang rontok bulmatnya, jadi tiap pagi dan malem skrg rajin pke serum bulmat
Bebas pinjol dan judol saja, tetap berat jadi dokter umum di jaman sekarang ini, apalagi sejak adanya BPJS.
Dokter Umum (kuliah 4 tahun + Coasst 1 tahun + Internship 1 tahun), banyakan hanya bisa kerja freelance dgn jam kerja 250-300 jam sebulan (20-22 hari kerja per bulan @ 10-12 jam sehari). Tanpa ada jatah cuti lagi. Penghasilannya kalau hanya jaga klinik paling Rp 5jt - Rp 7jt per bulan. Kecuali kalau di RS Swasta bagus dan jaga IGD, mungkin bisa sampai Rp 10jt.
Solusinya kalau harus bayar kontrakan 3jt, cicilan mobil 3jt, dan menafkahi 6 orang, hanya bisa dgn menambah hari dan jam kerja, misal 25 hari x 12-16 jam. Itupun dapatnya hanya 9jt - 12jt.
Sarjana Teknik atau Ekonomi (kuliah hanya 4 tahun) kalau jadi pekerja kantoran hanya bekerja 160-180 jam per bulan (20-22 hari kerja per bulan @ 8 jam sehari). Plus dapat cuti tahunan. Penghasilan FG-nya sudah melebihi freelance dokter umum yg jaga klinik.
____________________
Harus punya financial backup lebih, utamanya sewaktu co-asst dan internship, dan mungkin 1-2 tahun setelahnya.
Dgn tingkat kecerdasan yg dimiliki, kalau tidak punya backup-support yg cukup, mungkin lebih baik mempertimbangkan ambil jurusan S1 Teknik atau Ekonomi di PTN ternama, ketimbang mengejar jadi dokter umum, kecuali targetnya memang ngejar Spesialis.
https://t.co/kDrrmn874j
SEJAWAT Q siap2 belajar yg bener biar ga kalah saing sm 300 FK baru dan dokter-dokter luar negeri yg dipermudah masuk ke indo. + semoga kesejahteraan kita lbh diperhatikan. get well soon!